Yogyakarta, 20 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menyelenggarakan kegiatan Mangayubagya Wisudawan/Wisudawati Program Sarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang berlangsung pada 20 Mei 2026 di ruang Auditorium Poerbatjaraka FIB UGM ini melepas sebanyak 115 lulusan baru.
Secara keseluruhan, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan fakultas pada periode ini mencapai 3,71 dari skala 4. Sementara itu, rata-rata lama studi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan sarjana adalah 4 tahun. Berdasarkan data sebaran per program studi, Bahasa dan Sastra Indonesia meluluskan mahasiswa terbanyak dengan jumlah 18 orang, disusul oleh Sastra Arab sebanyak 17 orang.
Program Studi Sastra Arab menjadi sorotan dalam kelulusan periode ini setelah berhasil meraih tiga kategori penghargaan individu sekaligus. Predikat Lulusan Terbaik diraih oleh Sayyidah Khalimatussakdiah dengan raihan IPK mencapai 3,97. Kategori Lulusan Tercepat dicapai oleh Rangga Rayhan Paristyo yang menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 5 bulan 15 hari. Sementara itu, penghargaan Wisudawan Termuda disematkan kepada Akifatul Farizah yang berhasil lulus pada usia 21 tahun 5 bulan.
Dekan FIB UGM, Prof. Setiadi memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian luar biasa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa prestasi membanggakan pada Wisuda FIB Periode III ini datang dari Prodi Sastra Arab. Dekan juga menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik dalam keberhasilan para mahasiswa.
“Tiga kategori wisudawan terbaik, yaitu Wisudawan Terbaik, Wisudawan dengan Lulusan Tercepat, dan Lulusan dengan Usia Termuda. Tentu prestasi ini tidak luput dari kontribusi bapak-ibu dosen yang sudah mendidik dan membimbingnya hingga lulus seperti saat ini,” tuturnya.
Pelepasan para sarjana humaniora baru ini menandai langkah awal kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat. Keberhasilan akademis dan efisiensi masa studi yang ditunjukkan para wisudawan mencerminkan keberhasilan sistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Melalui bekal keilmuan yang kuat, generasi muda ini diharapkan siap menjadi agen penggerak yang membawa dampak positif bagi kemajuan sosial budaya serta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di masa depan.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

