• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Rilis Berita
Arsip:

Rilis Berita

Mahasiswi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Dokumentasikan Bahasa Temanggung dan Aksara Jawa melalui KKN-PPM di Desa Bansari

Rilis Berita Kamis, 20 Agustus 2026

Mahasiswi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (BSBJ), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Eka Nur Cahyani, melaksanakan program pelestarian bahasa dan aksara daerah dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026. Eka yang merupakan mahasiswa angkatan 2023 tergabung dalam unit KKN Waksudha Bansari 2026 dengan kode JT123 yang melaksanakan pengabdian di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Selama berada di Desa Bansari, Eka menjalankan dua program yang berkaitan dengan bidang keilmuannya, yaitu Nyinau Basa Temanggungan dan Ayo Sinau Aksara Jawa. Program pertama berfokus pada pendokumentasian Bahasa Temanggung dialek Bansari, sedangkan program kedua ditujukan untuk mengenalkan Aksara Jawa kepada siswa SDN Bansari, tepatnya di dusun Pringapus, desa Bansari.

Melalui program Nyinau Basa Temanggungan, Eka menyusun buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari. Data kosakata dikumpulkan melalui wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat yang merupakan penutur asli menggunakan daftar 200 kata Swadesh. Daftar 200 Kata Swadesh (Swadesh 200-word list) merupakan daftar kosakata dasar yang disusun oleh ahli linguistik Morris Swadesh pada tahun 1952. Daftar ini berisi sekitar 200 konsep universal yang diperkirakan dimiliki oleh hampir semua bahasa serta relatif stabil keberadaannya, jarang dipinjam, serta cenderung bertahan dalamwaktu yang lama (Swadesh, 1952).  Data tersebut kemudian dianalisis dan disusun menjadi lema dalam buku saku yang dilengkapi dengan kategori kata serta padanan bahasa Indonesia. Uniknya, penyusunan kamus tersebut juga menjadi penerapan pengetahuan yang diperoleh dari mata kuliah Leksikografi dan Linguistik Interdisipliner. Buku saku tersebut diharapkan dapat mendokumentasikan kosakata Bahasa Temanggung dialek Bansari yang masih digunakan masyarakat sekaligus menjadi media untuk mengenalkan bahasa dan budaya lokal dalam mendukung pengembangan Desa Bansari sebagai desa wisata.

Selanjutnya, program kedua yaitu Ayo Sinau Aksara Jawa dilaksanakan bersama siswa SD Negeri Bansari. Kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama guru untuk mengetahui kondisi pembelajaran Aksara Jawa di sekolah. Selanjutnya, materi diberikan melalui flashcard, permainan edukatif, praktik membaca dan menulis, serta pengenalan kaidah penulisan Aksara Jawa.

Antusiasme Para Siswa SDN Bansari dalam Mengikuti Program Ayo Nyinau Aksara Jawa

Selain membaca dan menulis, Eka juga mengenalkan iluminasi rerenggan pada naskah Jawa kepada para siswa. Iluminasi merupakan pencerahan atau pemertinggi kesan atas halaman naskah melalui teknik penulisan, pola pewarnaan, hiasan dekoratif dan pembingkai teks, rubrikasi, kaligrafi (Behrend, 1996), termasuk pula wedana, rerenggan dan gambar penanda bait (Saktimulya, 2015). Setelah mendapatkan pengenalan mengenai rerenggan sebagai hiasan pada naskah, siswa diajak menghias nama mereka yang telah ditulis menggunakan Aksara Jawa. Dengan kegiatan tersebut, siswa tidak hanya berlatih menulis aksara, tetapi juga mengenal unsur seni dan estetika dalam tradisi naskah Jawa.

Dalam pelaksanaannya, kedua program tersebut tentu juga menghadapi sejumlah tantangan. Pada program Nyinau Basa Temanggungan, misalnya, ditemukan perbedaan penyebutan beberapa kosakata antargenerasi. Kondisi tersebut membuat Eka perlu melakukan verifikasi kepada beberapa narasumber untuk memastikan ketepatan data yang diperoleh. Sementara itu, pada program Ayo Sinau Aksara Jawa, tantangan muncul dari kemampuan siswa yang beragam serta anggapan bahwa Aksara Jawa merupakan materi yang sulit dipelajari.

Meski demikian, kedua program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pihak sekolah. Dalam penyusunan kamus, masyarakat dan perangkat desa turut memberikan informasi mengenai kosakata yang masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. Di sekolah, siswa mengikuti kegiatan Ayo Sinau Aksara Jawa dengan antusias, baik melalui permainan maupun praktik menulis aksara. Menurut Eka, penggunaan media pembelajaran yang interaktif menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Aksara Jawa.

Pelaksanaan KKN-PPM tersebut menghasilkan dua luaran utama. Program Nyinau Basa Temanggungan menghasilkan buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari dalam bentuk cetak dan digital yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/file/d/1z5jleLMjLUoRQkwSGrtL1JaqMt6VZSOK/view 

Sementara itu, program Ayo Sinau Aksara Jawa menghasilkan sejumlah karya siswa berupa iluminasi rerenggan pada tulisan Aksara Jawa. Kedua luaran tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan bahasa lokal sekaligus mengenalkan aksara dan seni tradisi Jawa kepada generasi muda.

 

 

 

 

 

 

 

 

Program KKN-PPM seperti yang dilakukan Eka menjadi salah satu bentuk nyata pengenalan, pelestarian, dan pembumian kekayaan budaya daerah, khususnya bahasa dan budaya Jawa, melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Melalui penyusunan buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari dan pembelajaran Aksara Jawa bagi siswa sekolah dasar, pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) poin 4 tentang pendidikan bermutu dan poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan sekolah.

Penulis : Eka Nur Cahyani & Haryo Untoro

Editor : Haryo Untoro

Orasi Sastra Membahas Biopuitika, Alam, Algoritma, dan Masa Depan Humaniora

Rilis Berita Kamis, 20 Agustus 2026

Yogyakarta— Rangkaian Kemah Sastra bersama Alam-Semesta yang diselenggarakan Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) di Pondok A. Salam, Kalimasada, menghadirkan sesi Orasi Sastra pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.30 tersebut menghadirkan dua pembicara dari lingkungan akademik FIB UGM, yakni Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan, mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora FIB UGM, dan Rini Febriani Hauri, mahasiswa Magister Sastra FIB UGM.

Orasi Sastra menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Kemah Sastra karena menghadirkan ruang refleksi mengenai sastra, hubungan manusia dengan alam, perkembangan teknologi, serta masa depan humaniora.

Dalam orasi pertama bertajuk “Menyingkap Denyut Teks: Biopuitika dan Krisis Batas Manusia-Alam dalam Sastra,” Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan mengangkat gagasan biopuitika (biopoetics) sebagai perspektif untuk membaca hubungan antara kehidupan, manusia, alam, dan karya sastra.

Secara umum, biopuitika atau biopoetics merupakan pendekatan interdisipliner yang mempertemukan ilmu biologi atau ilmu tentang kehidupan dengan puitika, sastra, seni, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif. Pendekatan ini membuka kemungkinan untuk melihat karya sastra tidak semata-mata sebagai produk bahasa dan kebudayaan, tetapi juga sebagai bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai kehidupan dan relasi manusia dengan dunia biologis di sekitarnya.

Dalam orasinya, Lutfi memberikan contoh menarik tentang tendon Achilles, bagian penting dari tubuh manusia yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Istilah Achilles tersebut berasal dari Achilles, tokoh dalam mitologi Yunani yang terkenal melalui karya epik Iliad karya Homer. Contoh tersebut menunjukkan bagaimana bahasa dan pengetahuan manusia kerap menyimpan jejak sastra dan mitologi 

Dalam konteks tersebut, biopuitika menjadi relevan ketika batas antara manusia dan alam semakin dipertanyakan. Sastra dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi bagaimana manusia memahami kehidupan, bagaimana alam direpresentasikan, serta bagaimana hubungan manusia dengan makhluk hidup lainnya dibentuk melalui bahasa, imajinasi, dan pengalaman.

Tema “Menyingkap Denyut Teks” membawa sastra ke wilayah yang lebih luas, dengan mempertemukan kajian tekstual dengan persoalan kehidupan dan lingkungan. Biopuitika memungkinkan sastra berdialog dengan ilmu pengetahuan sekaligus mempertanyakan kembali posisi manusia sebagai bagian dari ekosistem kehidupan, bukan sebagai entitas yang sepenuhnya terpisah dari alam.

Sementara itu, Rini Febriani Hauri menyampaikan orasi bertajuk “Membaca Sastra di Era Algoritma: Pengalaman, Penafsiran, dan Masa Depan Humaniora.” Melalui tema tersebut, Rini mengajak peserta mempertimbangkan kembali pengalaman membaca sastra di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.

Dalam orasinya, Rini mengutip Franz Kafka:

“Buku harus menjadi kapak untuk memecahkan lautan beku di dalam diri kita.”

Kutipan tersebut menjadi pijakan reflektif untuk melihat membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, membaca adalah pengalaman yang dapat menggugah, mengusik, bahkan mengubah cara seseorang memahami dirinya dan dunia.

Di tengah budaya digital yang bergerak serba cepat, ketika informasi datang tanpa henti dan algoritma turut menentukan apa yang kita lihat dan baca, Rini mengajak peserta untuk membaca dengan pelan. Ajakan tersebut menjadi semacam jeda sekaligus bentuk perlawanan terhadap dorongan untuk terus bergerak cepat, berpindah dari satu informasi ke informasi lain, dan segera memberikan penilaian.

Membaca secara perlahan memberi ruang bagi pembaca untuk membiarkan teks bekerja dalam dirinya. Dengan demikian, pembaca memiliki kesempatan untuk menikmati bahasa, menangkap lapisan makna, mempertanyakan pengalaman, serta menemukan kemungkinan penafsiran yang mungkin terlewat dalam pembacaan yang tergesa-gesa.

Dalam konteks era algoritma, pengalaman membaca menjadi semakin penting. Ketika teknologi mampu memproduksi, menyebarkan, dan mengolah teks dalam jumlah yang nyaris tak terbatas, kemampuan manusia untuk membaca, merasakan, menafsirkan, dan menemukan makna menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan.

Kedua orasi tersebut mempertemukan dua persoalan penting dalam kehidupan sastra kontemporer: hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan teknologi. Di satu sisi, biopuitika mengajak peserta memikirkan kembali batas antara manusia dan dunia kehidupan. Di sisi lain, pembahasan tentang sastra di era algoritma mengajak peserta mempertimbangkan perubahan pengalaman membaca dan menafsirkan karya ketika teknologi semakin hadir dalam kehidupan manusia.

Pertemuan kedua tema tersebut memperluas ruang perbincangan Kemah Sastra. Sastra tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan membaca dan menulis karya, tetapi juga sebagai ruang untuk memahami perubahan dunia, mempertanyakan batas-batas kemanusiaan, dan memikirkan kembali masa depan hubungan manusia dengan alam serta teknologi.

Pelaksanaan Orasi Sastra pada malam hari juga menjadi bagian dari suasana khas Kemah Sastra. Setelah menjalani kegiatan sore dan menikmati suasana alam Kalimasada, peserta berkumpul untuk mendengarkan gagasan, berdiskusi, serta berbagi perspektif mengenai sastra dan berbagai persoalan kehidupan.

Kemah Sastra tidak hanya menawarkan pengalaman berkemah dan berkumpul, tetapi juga menghadirkan ruang intelektual yang mempertemukan karya, gagasan, alam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman manusia dalam satu rangkaian kegiatan.

Penulis: Khotibul Umam

Meriahkan Dies Natalis ke-71 FEB, Lomba Voli Antar-Tendik Kembali Digelar

Rilis Berita Rabu, 19 Agustus 2026

Lomba bola voli antar-tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Filsafat, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kembali digelar. Acara ini berlangsung di Lapangan Voli Selatan FEB pada 14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Sekitar 45 tendik wanita antusias mengikuti perlombaan ini, dengan jumlah masing-masing 10 pemain per tim.

Ajang olahraga antar-fakultas ini digelar secara khusus dalam rangka menyemarakkan peringatan Dies Natalis FEB yang ke-71.

Sejak babak pertama, kompetisi berjalan dengan lancar dan penuh keseruan hingga sampai pada babak final yang mempertemukan tim tendik FIB dan FEB. Pertandingan final ini menyuguhkan beberapa rally yang sangat sengit. Sorakan tak henti-henti dari tendik FIB di pinggir lapangan berhasil membuat suasana pertandingan menjadi panas sekaligus mendebarkan.

Pada akhirnya, tim tendik FEB berhasil menjadi pemenang dengan skor bersih 3-0 atas FIB. Meski belum beruntung di final, tendik FIB tetap terlihat gembira dan bangga atas peningkatan kualitas permainan tim mereka.

“Ndak papa ya juara 2, kita sudah jauh berbeda daripada dulu,” ujar Vivin, salah satu tendik FIB seusai pertandingan. Hasil ini menjadi momen berharga bagi tendik FIB untuk terus mempererat tali silaturahmi antar-fakultas sekaligus meningkatkan semangat olahraga di lingkungan kampus. 

 

[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]

Menuju Karier Global: Hesti Aryani Alumni Fakultas Ilmu Budaya UGM, Senior Business Development Manager di JANZZ Technology Switzerland

Rilis Berita Rabu, 19 Agustus 2026

Kamis, 6 Agustus 2026—Fakultas Ilmu Budaya UGM kedatangan Hesti Aryani, S.S., M.A. alumni Prodi Sastra Inggris Fakulta Ilmu Budaya UGM yang kini menjadi Senior Business Development Manager di JANZZ. Technology Switzerland dan Director PT JANZZ Technology Indonesia, Guru BIPA di KBRI Bern, Swiss, Pengurus APPBIPA Jerman dalam pengembangan Bahasa Indonesi di Eropa. Sebelum pada sore harinya kembali ke Swiss, Hesti meluangkan waktunya berkunjung ke FIB UGM  sambutan hangat Pimpinan Fakultas menyambut kehadiran Hesti. Semoga langkah awal Hesti ke FIB dapat memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kualitas softskill alumni Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Perjalanan Hesti Aryani, S.S., M.A. Menuju Sukses:

Setelah lulus dari SMA pada tahun 2007, Hesti Aryani melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengambil jurusan Sastra Inggris. Saat menjadi mahasiswa UGM, Hesti aktif dalam berorganisasi dan ikut serta dalam program pertukaran pemuda ke Rusia (2010) dan Thailand 2011). Segera setelah menyandang gelar Sarjana Sastra, Hesti memulai karier profesional sebagai dosen Bahasa Inggris dan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Chiang Mai University, Thailand pada tahun 2012. Pada kesempatan yang sama, Hesti juga melanjutkan studi S2 dan memperoleh gelar Master of Arts dari program studi English Language and Communication dari Faculty of Humanities, Chiang Mai University, Thailand.

Perjalanan karier Hesti membawa Hesti belajar, bekerja, dan tinggal di berbagai negara selama lebih dari 15 tahun, mulai dari Asia hingga Eropa. Pengalaman mengajar kemudian berkembang ke tingkat internasional, termasuk menjadi dosen di University of Zurich, Swiss, untuk mengajar mata kuliah Sprachkurs Indonesisch. Semenjak merantau ke Swiss pada tahun 2019, Hesti melanjutkan misi Kemendikbud RI dalam mengglobalkan bahasa dan budaya Indonesia melalui berbagai program pelatihan bahasa dan budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern dan Warsawa.

Berbekal latar belakang ilmu pengetahuan di bidang bahasa dan sastra, pendidikan, komunikasi internasional, pengembangan bisnis, dan teknologi, pada tahun 2022 Hesti bergabung dengan perusahaan IT Swiss sebagai seorang Ontologist (guru bagi Artificial Intelligence) dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang ketenagakerjaan. Saat ini Hesti diberi amanah untuk mengemban tugas sebagai Direktur Utama untuk kantor perwakilan di Indonesia. Dalam menjalankan peran Hesti saat ini, Hesti  tidak hanya memimpin perusahaan, tetapi juga terlibat dalam pengembangan dan pelatihan sistem AI agar dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi dunia kerja modern – salah satunya dengan aktif mengadvokasi pentingnya keterlibatan intelijensi manusia dalam pengembangan teknologi dan regulasi AI di panggung UN (PBB) di Jenewa.

Perjalanan Ke-BIPA-an Hesti Aryani:

Bagi Hesti Aryani, mengajarkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Perjalanan yang dimulai lebih dari satu dekade lalu telah membawanya mengajar di berbagai negara, membangun jejaring internasional, hingga memperoleh penghargaan atas dedikasinya dalam pendidikan Bahasa Indonesia.

Perjalanan tersebut bermula pada tahun 2011 ketika Hesti berkunjung ke Thailand dalam rangka program pemuda ASEAN Youth Friendship Network. Melihat adanya permintaan pasar akan persiapan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Hesti mengambil peluang untuk membuka kelas BIPA pertama wilayah Thailand Utara. Bersama Language Institute Chiang Mai University, ia juga menggagas berdirinya Indonesian Corner, sebuah ruang yang menjadi pusat pembelajaran bahasa, budaya, dan informasi mengenai Indonesia yang didukung oleh KBRI Bangkok. Inisiatif ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Thailand Utara.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk mengembangkan BIPA secara profesional dengan menempuh pelatihan sertifikasi pengajar BIPA bersama APBIPA Bali. Sepulang dari Thailand, Hesti bergabung sebagai pengajar BIPA di INCULS (Indonesian Culture and Language Learning Service) dan di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada. Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya mengenai strategi pengajaran lintas budaya dan kebutuhan pembelajar dewasa dari berbagai belahan dunia.

Pada tahun 2019, Hesti melanjutkan kiprah internasionalnya ketika mendapat kesempatan untuk menjadi pengajar BIPA di Universitas Zürich (UZH), Swiss. Di tengah pandemi COVID-19, ia berhasil mengadaptasi metode pembelajaran ke dalam format daring yang interaktif, kreatif, dan tetap berorientasi pada komunikasi nyata.

Dedikasi tersebut membuahkan pengakuan nasional ketika Hesti menerima Penghargaan Pengajaran BIPA Daring Terbaik oleh APPBIPA Pusat, sebuah apresiasi atas inovasi dan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia secara daring. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas akses pembelajaran Bahasa Indonesia ke seluruh dunia.

Di luar ruang kelas, Hesti aktif berkontribusi dalam komunitas profesi BIPA internasional. Ia menjadi bagian dari APPBIPA Jerman, berkolaborasi dengan para pengajar Bahasa Indonesia di kawasan Eropa untuk berbagi praktik baik, mengembangkan jejaring akademik, serta memperkuat eksistensi BIPA di tingkat internasional.

Komitmennya dalam diplomasi bahasa juga diwujudkan melalui penugasan resmi sebagai Guru BIPA oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dalam penugasan tersebut, ia dipercaya mengajar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Swiss, serta kemudian di KBRI Warsawa, Polandia, memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada diplomat, mahasiswa, profesional, dan masyarakat internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

Kini, setelah lebih dari satu dekade mengabdikan diri dalam dunia BIPA, perjalanan Hesti telah berkembang melampaui aktivitas mengajar. Dengan latar belakang sebagai pendidik, ahli bahasa, dan praktisi kecerdasan buatan (AI), ia aktif mengembangkan inovasi pembelajaran bahasa, digitalisasi pendidikan, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses terhadap Bahasa Indonesia di tingkat global.

Bagi Hesti Aryani, setiap kelas BIPA adalah ruang diplomasi. Setiap kosakata yang dipelajari menjadi jembatan antarbangsa. Dan setiap pembelajar yang berhasil berbicara dalam Bahasa Indonesia adalah duta baru yang membawa cerita tentang Indonesia ke berbagai penjuru dunia.

Penulis: Unit PkM, Alumni, dan CDC Fakultas Ilmu Budaya UGM

Mahasiswa KKN-PPM UGM Olah Limbah Kain Perca Jadi Boneka Edukasi untuk Anak TPQ

Rilis Berita Selasa, 18 Agustus 2026

Klaten – Mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM), Azka Dihya Khaliffa, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Dalam kegiatan tersebut, Azka menjalankan salah satu program “Boneka Dakwah Ramah Lingkungan: Storytelling Kisah Nabi Berbasis Pemanfaatan Limbah Kain Perca untuk Anak TPQ” yang menggabungkan pembelajaran agama, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik bagi anak-anak TPQ. Limbah kain perca yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi boneka tokoh dalam kisah para nabi. Boneka tersebut kemudian digunakan sebagai media storytelling untuk membantu anak-anak mengikuti cerita dengan lebih mudah dan membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif.

Dalam pelaksanaannya, Azka menggunakan materi kisah para nabi yang bersumber dari literatur keislaman, termasuk sumber berbahasa Arab. Meskipun program tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan bidang Sastra Arab, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tetap digunakan, terutama dalam memahami literatur Arab dan menyiapkan materi keislaman yang disampaikan kepada anak-anak. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara bagi Azka untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam kegiatan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selama KKN, Azka juga mendapatkan pengalaman dalam berinteraksi langsung dengan anak-anak, pemuda, dan masyarakat desa. Ia belajar memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat sebelum menyusun kegiatan, sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, dan beradaptasi dengan situasi di lapangan. Menurutnya, salah satu hal yang paling berkesan adalah melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan dan bagaimana benda yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Melalui program ini, Azka berharap kegiatan sederhana berbasis kreativitas dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi Azka, pengalaman KKN menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui program yang besar, tetapi dapat dimulai dari pemanfaatan potensi yang ada dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Penulis: Indana Zulfa Maulida

123…319

Rilis Berita

  • Mahasiswi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Dokumentasikan Bahasa Temanggung dan Aksara Jawa melalui KKN-PPM di Desa Bansari
  • Orasi Sastra Membahas Biopuitika, Alam, Algoritma, dan Masa Depan Humaniora
  • Meriahkan Dies Natalis ke-71 FEB, Lomba Voli Antar-Tendik Kembali Digelar
  • Menuju Karier Global: Hesti Aryani Alumni Fakultas Ilmu Budaya UGM, Senior Business Development Manager di JANZZ Technology Switzerland
  • Mahasiswa KKN-PPM UGM Olah Limbah Kain Perca Jadi Boneka Edukasi untuk Anak TPQ

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju