Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melakukan pengembangan kurikulum dengan menghadirkan mata kuliah baru, Bahasa Arab Amiyah Saudi, pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Mata kuliah ini hadir sebagai upaya memperluas kompetensi kebahasaan mahasiswa, khususnya dalam memahami bahasa Arab yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari oleh masyarakat Arab Saudi. Mata kuliah Bahasa Arab Amiyah Saudi diampu langsung oleh Dr. Raeef Al-Tamimi, M.Acc., dosen yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang bahasa Arab. Kehadiran beliau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari dialek Saudi secara lebih autentik, baik dari segi pelafalan, kosakata, maupun konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari ungkapan dan kosakata yang umum digunakan oleh penutur asli, tetapi juga memahami aspek budaya yang melekat dalam penggunaan bahasa tersebut. Proses pembelajaran dirancang secara interaktif melalui praktik percakapan, diskusi, serta berbagai simulasi komunikasi yang membantu mahasiswa menggunakan bahasa Arab secara lebih natural dan kontekstual.
Hadirnya mata kuliah ini mendapat respons positif dari mahasiswa. Adennia selaku penanggung jawab kelas Bahasa Arab Amiyah Saudi mengungkapkan bahwa materi yang diajarkan relatif mudah dipahami karena memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Arab fusha yang selama ini dipelajari. “Menurut saya, mata kuliah ini tidak terlalu sulit karena masih memiliki banyak kemiripan dengan bahasa Arab fusha. Tantangannya adalah kami terkadang masih terbawa menggunakan harakat di akhir kalimat seperti dalam fusha. Selain itu, ada beberapa kosakata yang cukup sulit diucapkan oleh penutur Indonesia. Namun, Pak Raeef sering memberikan alternatif kata yang lebih mudah diucapkan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan mudah dipahami,” ujarnya.
Pembukaan mata kuliah Bahasa Arab Amiyah Saudi menjadi langkah baru dalam mendukung kebutuhan mahasiswa untuk memahami keragaman bahasa Arab yang digunakan di dunia nyata. Tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, kemampuan memahami dialek Arab juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi, mengikuti program pertukaran pelajar, maupun berkarier di lingkungan internasional yang menggunakan bahasa Arab. Melalui inovasi kurikulum ini, Program Studi Sastra Arab UGM berharap mahasiswa dapat memiliki kemampuan bahasa Arab yang lebih komprehensif, tidak hanya dalam penggunaan bahasa formal (fusha), tetapi juga dalam komunikasi sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Arab secara langsung.
Penulis: Indana Zulfa Maulida




