Yogyakarta, 30 September 2026 — Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), berkolaborasi dengan Kompas Gramedia, Bentara Budaya dan Penerbit Julang dalam peluncuran buku Janji yang Harus Ditepati: Promises to Keep, kumpulan puisi karya Sitor Situmorang yang disunting dan diterjemahkan oleh Harry Aveling. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (30/9), pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Ruang 709, Gedung Soegondo lantai 7, FIB UGM.
Peluncuran buku ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan sastrawan, akademisi, dan penerjemah sastra. Harry Aveling hadir sebagai penerjemah sastra, Keith Foulcher sebagai sejarawan sastra, Muhammad Haji Salleh sebagai akademisi sekaligus sastrawan negara, serta Ramayda Akmal, sastrawan dan dosen FIB UGM. Tiga narasumber, yakni Harry Aveling, Keith Foulcher, dan Muhammad Haji Salleh, mengikuti diskusi secara daring, sedangkan Ramayda Akmal hadir secara luring. Diskusi dimoderatori oleh Ni Made Purnama Sari, sastrawan.
Selain diskusi, acara ini juga menghadirkan pembacaan puisi oleh Rinai Yasmin, Ratu Bagus Lembayung, Alna Hafifah, dan Ki Winarto Sabdo. Dua di antara pembaca puisi tersebut, Ratu Bagus Lembayung dan Alna Hafifah, merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FIB UGM. Pembacaan puisi tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan karya Sitor Situmorang secara langsung kepada audiens sekaligus memperluas apresiasi terhadap puisi Indonesia melalui interpretasi para pembaca.
Peluncuran buku ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan pembaca dengan karya Sitor Situmorang melalui perspektif penyuntingan, penerjemahan, kajian sastra, dan pembacaan puisi. Kehadiran narasumber dengan latar belakang yang beragam juga membuka ruang pertukaran gagasan mengenai karya sastra Indonesia dan peran penerjemahan dalam memperluas jangkauan pembaca lintas bahasa.
Kolaborasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM dengan Bentara Budaya dan Julang menjadi bagian dari upaya memperluas ruang apresiasi dan diskusi sastra melalui kerja sama antara institusi pendidikan dan lembaga kebudayaan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi dan apresiasi sastra, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pengembangan dan pemasyarakatan karya sastra.
Penulis: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia
