• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Rilis Berita
Arsip:

Rilis Berita

Saat Babad Menjadi Data: Mahasiswa UGM Gali Jejak Gempa Yogyakarta dari Manuskrip Jawa

Rilis Berita Senin, 7 September 2026

YOGYAKARTA (07/09)—Sasmita Lindhu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada tengah melakukan riset terhadap manuskrip Jawa untuk mentransformasi kesiapsiagaan gempa melalui pendekatan ethno-seismology. Sasmita berarti tanda dan lindhu berarti gempa bumi. Riset ini menggabungkan catatan sejarah bencana gempa bumi dalam manuskrip Jawa dengan data modern guna mengungkap pola kegempaan sekaligus membangun ketangguhan masyarakat di Yogyakarta sebagai wilayah rawan gempa bumi.

Maraknya isu potensi gempa megathrust dan ancaman gempa di Yogyakarta belakangan ini kerap memicu kecemasan publik. Selaras dengan hal tersebut, PUSGEN 2017 juga mengidentifikasi potensi gempa megathrust di selatan Jawa dengan magnitudo maksimum mencapai 8,8. Data tersebut menempatkan kesiapsiagaan gempa sebagai kebutuhan penting bagi masyarakat Yogyakarta. Hadirnya riset ini, diharapkan dapat menjadi angin segar untuk mengikis kepanikan tersebut dengan mengembalikan pendekatan mitigasi ke akar budaya lokal yang jauh lebih akrab dan mudah dipahami masyarakat.

Inovasi riset ini mengisi celah riset mitigasi gempa sebelumnya yang cenderung hanya memanfaatkan data modern. Tim Sasmita Lindhu menggabungkan catatan gempa manuskrip-manuskrip Jawa dengan catatan gempa kolonial karya peneliti Belanda Arthur Wichmann (1538–1877) dan data gempa modern, seperti BMKG dan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

(Lok: Perpustakaan Teknik, Fakultas Teknik UGM)

Kombinasi interdisipliner ini memungkinkan Tim Sasmita Lindhu membaca jejak dan pola gempa bumi di Yogyakarta hingga mundur lebih dari 400 tahun ke belakang. Narasi peristiwa gempa bumi dan petunjuk keselamatan dari masa lalu itu kemudian dikuantifikasi ke dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) dan diolah dengan pemodelan statistik Gutenberg-Richter agar menghasilkan peta perkiraan gempa yang akurat.

Proses pengumpulan data riset ini berfokus pada studi manuskrip dan observasi lapangan. Tim mengkaji serta mentransliterasi arsip beraksara Jawa di perpustakaan Museum Sonobudoyo, Pura Pakualaman, dan Keraton Yogyakarta sebagai sumber data, serta kajian filologi dalam bentuk artikel ilmiah sebagai data pendukung.

Untuk memvalidasi data manuskrip secara kualitatif, tim melakukan wawancara terstruktur dengan Abdi Dalem sebagai pelaku budaya dan penyintas korban gempa Yogyakarta tahun 2006. Pendekatan sosial humaniora ini digunakan untuk menggali memori kolektif masyarakat, memetakan praktik kearifan lokal yang masih bertahan, serta mengukur tingkat pemahaman warga terhadap risiko gempa di Yogyakarta dan sekitarnya.

(Lok: Perpustakaan Widyabudaya Keraton Yogyakarta)

Riset inovatif Sasmita Lindhu ini meraih pendanaan resmi dalam PKM-RSH tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim riset beranggotakan tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, yaitu Aliffa Aprilyani, Firdausi Nuzula, dan Maysa Putri Fatihah, serta dua mahasiswa Fakultas Teknik, yaitu Iwan Dwi Ferdianto dan Akmal Kurniawan. Perjalanan riset sosial humaniora ini didampingi oleh Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA. dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

“Riset ini menjadi upaya kami untuk berkontribusi dalam membangun Yogyakarta tangguh gempa melalui pemanfaatan manuskrip Jawa,” ungkap Aliffa, selaku ketua tim Sasmita Lindhu.

Dengan luaran Model Transformasi Resiliensi gempa bumi berbasis budaya dalam bentuk policy brief, riset ini berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penataan strategi tangguh bencana, serta poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan lembaga pemerintah (BPBD).

Penulis: Maysa Putri Fatihah dan Aliffa Apriliyani

Editor: Maylafaizza Nafisha Zifa

Jelang Konferensi Internasional, Magister Linguistik Gelar Ceramah Pakar bertajuk Politik Bahasa

Rilis Berita Senin, 7 September 2026

Pada Senin, 7 September 2026, Magister Linguistik menyelenggarakan Ceramah Pakar bertajuk Politik Bahasa. Adapun acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Internasional Kajian Linguistik dan Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Linguistik pada tanggal 10 dan 11 September mendatang.

Ceramah Pakar tersebut menghadirkan Prof. Jérôme Samuel dari Institut National des Langues et Civilisations Orientales (Inalco), Prancis, dan Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S. dari Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dan khalayak umum dan diselenggarakan guna memperkuat landasan akademis sekaligus membuka ruang diskusi ilmiah mengenai dinamika dan kebijakan bahasa di tingkat regional maupun internasional.  


Acara dibuka oleh paparan Prof. Jérôme Samuel yang membawakan materi bertajuk “Politik Bahasa di Negara-Negara Asia Tenggara”. Dalam sesi ini, Prof. Jérôme mengulas dinamika kedudukan, fungsi, serta kebijakan bahasa di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia. Ia mengenalkan bagaimana bahasa Melayu terbentuk dan akhirnya disepakati untuk digunakan di negara-negara tersebut.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Merry Andriani yang memaparkan topik “Politik Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di ASEAN”. Dr. Merry menyoroti potensi, peluang, serta tantangan strategis bahasa Indonesia dalam arena diplomasi dan komunikasi resmi di tingkat regional. Rangkaian acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam bagi para peserta mengenai peran bahasa dalam lanskap sosial dan politik, sekaligus mematangkan persiapan menuju gelaran Konferensi Internasional Kajian Linguistik pekan ini.

[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

Mahasiswa Magister Linguistik Memraktikkan Pemerolehan Bahasa Kedua melalui Kelas Percakapan bersama Mahasiswa Asing

Rilis Berita Senin, 7 September 2026

Pembelajaran mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua pada Program Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati dan terlibat langsung dalam proses pemerolehan bahasa kedua.

Salah satu kegiatan pembelajaran yang menarik dilaksanakan melalui praktik kelas percakapan madya dengan melibatkan mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Magister Linguistik yang mengikuti mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua berperan sebagai tutor bagi mahasiswa asing dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan kajian akademik tentang pemerolehan bahasa kedua dengan praktik pembelajaran bahasa secara langsung. Melalui interaksi antara tutor dan pembelajar, mahasiswa dapat mengamati bagaimana bahasa kedua digunakan dan dipelajari dalam situasi komunikasi yang nyata. Berbagai aspek yang dipelajari dalam perkuliahan, seperti interaksi, lingkungan bahasa, faktor individual, transfer bahasa, serta proses kognitif dan sosial dalam pemerolehan bahasa kedua, dapat diamati secara lebih konkret melalui kegiatan tersebut.

Mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua membahas teori, pendekatan, dan temuan utama dalam pemerolehan bahasa kedua. Mahasiswa diajak untuk menganalisis proses kognitif, sosial, dan lingkungan yang memengaruhi pemerolehan bahasa kedua, sekaligus mengkaji perbedaan antara pemerolehan bahasa pertama dan bahasa kedua. Perkuliahan juga membahas berbagai faktor individual, seperti usia dan motivasi, serta fenomena transfer bahasa dan implikasinya terhadap pengajaran bahasa.

Kehadiran mahasiswa asing sebagai pembelajar bahasa Indonesia memberikan konteks autentik bagi mahasiswa untuk memahami bahwa proses pemerolehan bahasa kedua tidak berlangsung secara seragam. Setiap pembelajar dapat menunjukkan kebutuhan, strategi, respons, dan perkembangan kemampuan berbahasa yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi bahan pengamatan yang berharga bagi mahasiswa dalam menghubungkan teori dengan fenomena pemerolehan bahasa yang dijumpai secara langsung.

Selain praktik percakapan, pembelajaran mata kuliah ini dilaksanakan melalui diskusi seminar aktif setiap minggu, penugasan membaca kritis dan mereviu artikel ilmiah, studi kasus berbasis data pemerolehan nyata, integrasi data korpus bahasa kedua (L2) atau rekaman data interlanguage, serta kolaborasi dalam riset mini kelompok. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan.

Melalui pendekatan pembelajaran tersebut, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu menjelaskan dan mengevaluasi perkembangan teori-teori utama dalam pemerolehan bahasa kedua, tetapi juga mampu menganalisis data secara kritis serta menghubungkan teori pemerolehan bahasa kedua dengan praktik pengajaran bahasa. Pengalaman menjadi tutor dalam kelas percakapan madya menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap kompleksitas pemerolehan bahasa kedua.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di Program Magister Linguistik tidak berhenti pada penguasaan konsep teoretis. Mahasiswa didorong untuk membawa teori ke dalam situasi nyata, mengamati fenomena kebahasaan secara langsung, dan merefleksikannya sebagai bagian dari proses akademik dan pengembangan kemampuan riset di bidang linguistik.

 

Penulis: Prodi Magister Linguistik

Gelorakan Semangat Dies Natalis ke-80, FIB UGM Sukses Gelar Culture Run Bertepatan Dengan Hari Keluarga 2026

Rilis Berita Jumat, 4 September 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada sukses menggelar Culture Run pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-80 FIB UGM yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Keluarga.

Acara ini dirancang oleh pihak fakultas, bekerja sama dengan mahasiswa Program Studi Pariwisata dan berhasil menarik antusiasme yang tinggi. Kurang lebih sejumlah 900 peserta memadati area start sejak pagi hari. Para peserta berasal dari kategori utama, yakni sivitas akademik FIB UGM yang terdiri dari dosen, mahasiswa, alumni, purna dosen, dan tenaga kependidikan, serta khalayak umum.

Kegiatan diawali pada pukul 06.00 WIB dengan tiga pilihan kategori yang disesuaikan dengan pilihan peserta, yaitu kategori lari 8 kilometer, 5 kilometer, serta 3 kilometer heritage walk, di mana seluruh rute mengambil titik start dan finish di halaman FIB UGM. Ketika para peserta telah kembali dan mencapai garis finish di FIB UGM, acara dilanjutkan dengan perayaan Hari Keluarga FIB UGM yang dimeriahkan oleh panggung hiburan serta pembagian doorprize.

Penyelenggaraan Culture Run juga menjadi wujud nyata komitmen FIB UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong gaya hidup aktif, kebugaran jasmani, serta kesehatan mental melalui interaksi sosial yang rekreatif. Selain itu, penggunaan ruang publik kampus untuk budaya berjalan kaki dan lari sejalan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).

Sebagai kegiatan edukatif di lingkungan kampus, acara ini mencerminkan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan nilai sportivitas, disiplin, kebersamaan, dan apresiasi nilai-nilai budaya. Sifat kegiatan yang nonkompetitif dan inklusif menjamin partisipasi setara tanpa memandang gender maupun latar belakang usia dan kemampuan fisik, yang selaras dengan SDG 5 (Gender Equality) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Lebih lanjut, partisipasi aktif peserta yang dianjurkan menerapkan mobilitas rendah karbon serta menjaga kebersihan lingkungan turut mendukung SDG 13 (Climate Action). Seluruh keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari spirit SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara fakultas, mahasiswa Prodi Pariwisata, alumni, sponsor, dan masyarakat luas.

 

[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

Tingkatkan Literasi Budaya Siswa, Tim PKM-PM Inisiasi Pagelaran Wayang Kulit Hasil Alih Wahana Manuskrip

Rilis Berita Jumat, 4 September 2026

Bantul — Tim PKM-PM Litera Wayang berhasil menyelenggarakan puncak pengabdian berupa Pagelaran dan Pameran Wayang Kulit di SMKN 1 Kasihan, Bantul. Agenda ini menjadi ajang apresiasi atas inovasi pengolahan naskah sekaligus wadah unjuk bakat bagi para siswa Konsentrasi Keahlian Pedalangan setelah mengikuti seluruh rangkaian program.

Puncak acara ditandai dengan pementasan wayang kulit oleh empat dalang muda berbakat dari Konsentrasi Kejuruan Pedalangan SMKN 1 Kasihan. Mereka membawakan dua lakon utama, yakni Bima Kutu Walang Taga dan Gathotkaca Siyung. Kedua lakon tersebut merupakan hasil transformasi kreatif (alih wahana) dari manuskrip kuno Pakem Grĕntĕng yang disusun secara kolektif oleh para siswa selama pelaksanaan program.

Pementasan ini turut melibatkan peran aktif seluruh siswa kelas X dan XI Konsentrasi Keahlian Pedalangan sebagai pengiring karawitan dan penata panggung. Turut hadir menyaksikan pertunjukan tersebut Kepala SMKN 1 Kasihan, Ketua Konsentrasi Keahlian Pedalangan, jajaran dewan guru, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, serta puluhan siswa-siswi. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini karena pembelajaran seni berbasis pengolahan manuskrip kuno merupakan pengalaman perdana yang diterapkan di lingkungan sekolah.


Selain pertunjukan seni, di sudut luar Arena Tertutup terdapat pameran dokumentasi dan keliterasian program. Pameran ini menyajikan dokumentasi visual dan foto proses kreatif siswa dari tahap bedah naskah, pembuatan wayang, hingga persiapan pentas. Pengunjung dapat mengakses juga materi pembelajaran berbasis QR Code untuk mempelajari alur alih wahana manuskrip secara interaktif.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata keberhasilan kolaborasi Tim PKM-PM Litera-Wayang dengan pihak mitra. Melalui luaran program PKM-PM ini, diharapkan metode alih wahana manuskrip kuno dapat melengkapi kurikulum pendidikan kejuruan secara berkelanjutan guna memperkuat kelestarian budaya dan daya cipta generasi muda.

Penulis: Najwa Aulya Aliff Na’im

123…324

Rilis Berita

  • Saat Babad Menjadi Data: Mahasiswa UGM Gali Jejak Gempa Yogyakarta dari Manuskrip Jawa
  • Jelang Konferensi Internasional, Magister Linguistik Gelar Ceramah Pakar bertajuk Politik Bahasa
  • Mahasiswa Magister Linguistik Memraktikkan Pemerolehan Bahasa Kedua melalui Kelas Percakapan bersama Mahasiswa Asing
  • Gelorakan Semangat Dies Natalis ke-80, FIB UGM Sukses Gelar Culture Run Bertepatan Dengan Hari Keluarga 2026
  • Tingkatkan Literasi Budaya Siswa, Tim PKM-PM Inisiasi Pagelaran Wayang Kulit Hasil Alih Wahana Manuskrip

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju