Yogyakarta, Indonesia – Selasa, 20 Oktober 2026
Para peneliti muda dari berbagai negara di Asia Tenggara dan wilayah Pasifik mengikuti UGM-CHSS Writing Workshop yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Para peserta yang hadir berasal dari Thailand, Myanmar, Filipina, dan Papua New Guinea. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya capacity building atau penguatan kapasitas bagi para akademisi muda yang meneliti isu-isu konflik dan perdamaian.
UGM-CHSS Writing Workshop merupakan sebuah inisiatif di bawah payung CHSS (Cultivating the Humanities and Social Sciences and Supporting Under-Represented Scholars of Asia) Project yang didanai oleh SIDA (Swedish International Development Cooperation Agency) dan dimandatkan oleh AAS (Association for Asian Studies) kepada Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.
Koordinator (Hub Lead) dari Universitas Gadjah Mada adalah Profesor Wening Udasmoro, Guru Besar Gender dan Ilmu Sastra UGM, yang akan memimpin proyek dari SIDA-AAS ini. Proyek akan dilaksanakan selama tiga tahun, mulai tahun 2026 hingga 2028, dengan harapan mampu melahirkan generasi peneliti yang lebih inklusif dan representatif.
Isu pokok yang menjadi fokus pada Academic Writing Workshop UGM-CHSS ini adalah isu perdamaian. Para peserta yang diseleksi dari luar negeri berasal dari negara-negara Asia Tenggara dan Papua New Guinea. Mereka adalah para peneliti muda dan dosen-dosen muda yang meneliti tentang persoalan konflik dan perdamaian atau yang berasal dari wilayah-wilayah pasca konflik (post-conflict).
Tema sentral dari Workshop Batch pertama tahun 2026 ini adalah “Self Narration: Centralizing the Periphery”. Tema ini sengaja dimunculkan sebagai kesadaran bersama untuk penarasian (narration) bagi mereka yang seringkali terpinggirkan dalam wacana narasi, baik lokal maupun global. Melalui tema ini, para peserta didorong untuk memusatkan perhatian pada suara-suara dari pinggiran yang selama ini kurang terwakili.
Kehadiran workshop ini juga sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan (education) dan pendidikan untuk keberlanjutan (education for sustainability). Dengan memberikan pelatihan penulisan akademik kepada para peneliti muda, program ini berkontribusi dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang berkelanjutan bagi para akademisi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Selain itu, workshop ini juga mendorong terwujudnya akses yang setara (equal access) terhadap kesempatan pengembangan akademik. Para peneliti dari negara berkembang atau wilayah yang terpinggirkan seringkali menghadapi hambatan dalam mengakses pelatihan, publikasi internasional, dan jejaring akademik global. Melalui inisiatif ini, kesenjangan akses tersebut berupaya dijembatani.
Pemberdayaan (empowerment) para peneliti muda menjadi inti dari program ini. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan menulis akademik, tetapi juga kepercayaan diri untuk menyuarakan penelitian mereka di panggung internasional. Para dosen muda dari wilayah pasca konflik, khususnya, diberikan ruang untuk mengembangkan potensi akademik mereka secara penuh.
Hasil luaran UGM-CHSS Writing Workshop ini adalah artikel-artikel yang akan dipublikasi baik di jurnal-jurnal internasional maupun nasional sesuai dengan kebutuhan para peserta. Publikasi ini diharapkan memperkuat khazanah keilmuan humaniora dan ilmu sosial mengenai isu perdamaian dari perspektif para peneliti di kawasan Asia.
Lebih dari sekadar arena menulis, forum ini diharapkan menciptakan ruang-ruang networking antar negara. Kolaborasi lintas negara yang terjalin diharapkan dapat berlanjut menjadi kerja sama penelitian jangka panjang, memperkuat solidaritas akademik regional, serta memastikan bahwa suara para peneliti muda dari kawasan Asia Tenggara dan Pasifik semakin terdengar dalam percakapan global tentang perdamaian dan kemanusiaan.
Kontributor: Nada & Jusma, 2026
