• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Pos oleh
  • (Page 3)
Pos oleh :

Humas FIB

Romzul Falah, Mahasiswa Magister Sastra UGM, Raih Anugerah Sutasoma 2026 melalui Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon

Rilis Berita Kamis, 22 Oktober 2026

Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Anugerah Sutasoma pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Gedung M. Tabrani, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Memasuki penyelenggaraan ke-18, Anugerah Sutasoma menjadi salah satu bentuk apresiasi Balai Bahasa Jawa Timur terhadap para penggiat bahasa dan sastra, komunitas, guru, serta pihak-pihak yang berdedikasi dalam pengembangan, perlindungan, dan pembinaan bahasa dan sastra.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Sutasoma menghadirkan gelar wicara bertajuk “Membangun Ekosistem Sastra di Jawa Timur”, yang kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan dalam tujuh kategori, yakni Kritik Sastra, Sastrawan, Guru Bahasa dan Sastra Daerah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Komunitas Sastra, Karya Sastra Daerah, dan Karya Sastra Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Romzul Falah, mahasiswa Magister Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui kumpulan puisinya, Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon (dan Balada Orang-orang Batuputih). Romzul berhasil menyabet penghargaan Anugerah Sutasoma 2026–sebuah penghargaan prestisius dalam dunia kesusastraan dan literasi, khususnya di wilayah Jawa Timur–pada kategori Karya Sastra Indonesia. 

Setelah melalui rangkaian penjurian yang ketat oleh lima dewan juri yang dikepalai oleh Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., seorang Guru Besar bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), buku kumpulan puisi Romzul Falah yang dinobatkan sebagai Naskah Yang Menarik Perhatian Dewan Juri pada Sayembara Manuskrip Puisi yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 2023, pada akhirnya menjadi karya yang disoroti menjadi pembaharu dalam jagat perpuisian Jawa Timur. 

Dalam laporan pertanggungjawaban juri Anugerah Sutasoma 2026, kumpulan puisi tersebut dinilai memiliki posisi yang khas dalam lanskap perpuisian kontemporer, khususnya di Jawa Timur. Di tengah kecenderungan perpuisian Jawa Timur yang belakangan banyak didominasi corak lirik, karya Romzul mengambil pijakan berbeda dengan menghadirkan puisi naratif untuk membangun kembali ingatan kolektif, mitos, dan tradisi lisan sebuah masyarakat.

Juri menilai kekuatan utama kumpulan puisi tersebut terletak pada keutuhan strukturnya dari awal hingga akhir. Semesta yang dibangun dinilai padu tanpa lonjakan yang terasa janggal dari satu puisi ke puisi lainnya. Karya tersebut juga memperlihatkan pergerakan tematis yang berayun dari hal-hal yang jauh, tinggi, dan ajaib menuju hal-hal yang biasa dan mendasar, hingga akhirnya kembali kepada tanah.

Atas penghargaan tersebut, Romzul mengungkapkan rasa senang sekaligus kesadaran akan tanggung jawab baru untuk terus berkarya.

“Pertama, tentu perasaan senang karena buku puisi saya, Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon, diberikan penghargaan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Tetapi di satu sisi, menjadi semacam beban moral karena penghargaan, bagi saya, ialah salah satu bahasa lain dari tanggung jawab, bagaimana pada akhirnya saya menulis puisi kembali,” ujar penyair kelahiran 2000 itu.

Romzul juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses lahirnya buku tersebut. Ia menyebutnya sebagai “buku kami”, sebab proses penulisan hingga penerbitannya melibatkan banyak pihak, terutama rekan-rekannya di Penerbit Anagram, termasuk Doni Ahmadi dan editor Willy Fahmy Agiska. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada teman-temannya di komunitas Malatè Artspace, Kabupaten Sumenep, yang turut memberikan masukan selama proses penggarapan puisi.

Secara khusus, Romzul menyampaikan terima kasih kepada neneknya yang sejak kecil mengenalkannya pada berbagai mitos di kampung halaman. Cerita-cerita tersebut mendekatkannya dengan kehidupan masyarakat masa lalu dan kemudian menjadi salah satu sumber yang diolah ke dalam puisi. Kisah-kisah kehidupan masyarakat Batuputih juga turut menjadi bagian dari materi yang diolahnya dalam karya tersebut.

Penghargaan Anugerah Sutasoma 2026 menjadi apresiasi terhadap karya Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon (dan Balada Orang-orang Batuputih) sekaligus menunjukkan bagaimana puisi dapat menjadi ruang untuk mengolah ingatan kolektif, mitos, tradisi lisan, dan pengalaman masyarakat ke dalam bentuk sastra kontemporer. 

Bagi mahasiswa FIB UGM yang juga menulis Sebuah Kota Yang Menculik Kita sebagai buku puisi perdananya itu, penghargaan tersebut bukan menjadi sebuah titik akhir dari perjalanan kepengarangannya, melainkan bertransformasi menjadi sebuah tanggung jawab baru untuk terus menulis dan mengembangkan dunia perpuisian dalam ekosistem sastra Indonesia.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, dalam gelar wicara, mengatakan bahwa pemberian apresiasi Anugerah Sutasoma merupakan bagian dari peran Balai Bahasa dalam upaya pengembangan bahasa dan sastra.

“Balai Bahasa memiliki peran dalam perlindungan dan pemasyarakatan, khususnya dalam hal ini upaya pengembangan bahasa dan sastra. Salah satunya adalah memberikan apresiasi kepada komunitas, pegiat bahasa dan sastra, dan ini kami wujudkan sudah ke-18 kali melalui Anugerah Sutasoma,” ujar Retno.

Menurut pengamatan dan realitas di lapangan, dari 30 UPT Balai Bahasa yang ada, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menjadi balai bahasa yang masih konsisten memberikan apresiasi kepada para pegiat bahasa dan sastra, komunitas, guru, serta berbagai pihak yang memiliki dedikasi terhadap perkembangan bahasa dan sastra.

Ia juga menilai bahwa karya-karya para sastrawan Jawa Timur memiliki peran yang krusial dalam memperkaya khazanah bahasa dan sastra Indonesia. Karya yang menggunakan bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Jawa dialek Osing, maupun bahasa Indonesia, menurutnya, turut memperkaya kosakata sekaligus mengenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang berangkat dari keelokan kearifan lokal.

“Saya yakin, melalui karya-karya Bapak dan Ibu, baik itu berbahasa Jawa, berbahasa Madura, maupun berbahasa Jawa dialek Osing, juga berbahasa Indonesia; setidaknya menjadi tonggak penting untuk memperkaya kosakata, juga mengenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dengan kearifan lokal yang Ibu/Bapak atau sastrawan tulis,” kata perempuan yang pernah menjadi peneliti di Balai Bahasa Provinsi Bali itu.

Puji Retno juga menambahkan dalam wicaranya bahwa para sastrawan, pengarang, komunitas, guru, serta pegiat bahasa dan sastra di Jawa Timur memiliki kontribusi yang tidak kalah strategis dibandingkan para sastrawan dan karya sastra di tingkat nasional. Buah karya yang dilahirkan para penerima penghargaan Anugerah Sutasoma, dinilai menjadi sumbangsih dan memberikan dampak yang luas terhadap perkembangan sastra Indonesia.

“Ini juga menunjukkan bahwa sastrawan atau pengarang, komunitas, ibu/bapak guru, kemudian penggiat sastra, bahasa dan sastra ini di Jawa Timur, tidak kalah dengan sastrawan atau karya-karya di tingkat nasional. Karena karya-karya ibu/bapak yang telah dihasilkan—termasuk tujuh pemenang kategori yang akan diberikan melalui Anugerah Sutasoma hari ini—itu berdampak luas dan setidaknya memiliki peran penting terhadap perkembangan sastra Indonesia,” tutur Retno.

Penulis: Selvia Parwati Putri

Kolaborasi Kenalkan Warisan Budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui Kegiatan Bercerita dan Pameran

Rilis Berita Rabu, 21 Oktober 2026

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), berkolaborasi dengan Program Studi Konservasi Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Yogyakarta, dan Technische Universität (TU) Wien, Austria, menyelenggarakan lokakarya “Dari Tugu hingga Panggung Krapyak: Bercerita tentang Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk Anak-Anak” pada 1–2 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 709, Gedung Soegondo, FIB UGM, ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai warisan budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta kepada anak-anak melalui cerita yang kreatif dan interaktif.

Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari keempat lembaga kolaborator, yaitu Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM; Dr. Prima Dona Hapsari, M.Hum., Ketua Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta; Nano Warsono, M.Sn., dari ISI Yogyakarta; Drs. Aryanto Hendro Suprantoro, Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta; serta Ulrike Herbig, Dipl.-Ing., Dr., dari TU Wien, Austria. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif sastra, seni, pengelolaan kawasan warisan budaya, dan kajian akademik untuk mengembangkan cara penyampaian nilai-nilai budaya yang sesuai dengan dunia anak.

Sumbu Filosofi Yogyakarta tidak hanya terdiri atas bangunan dan kawasan bersejarah, tetapi juga mengandung nilai filosofis serta pengetahuan budaya yang penting diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan bercerita, nilai-nilai tersebut diolah menjadi narasi yang lebih dekat dengan pengalaman anak. Tokoh, dongeng, wayang, lagu, dan permainan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu anak mengenal sekaligus memahami makna Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan cara yang menyenangkan.

Dalam lokakarya ini, mahasiswa bidang sastra anak dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM terlibat dalam pengembangan cerita dan praktik bercerita. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta berkontribusi melalui pengembangan properti dan media visual interaktif untuk mendukung penyampaian cerita. Kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan kreatif dalam memperkenalkan warisan budaya kepada anak-anak.

Rangkaian kegiatan berlanjut melalui pameran dalam agenda JWHF pada 29 September 2026 di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM turut bertugas mendampingi dan menjaga stan pameran sekaligus memperkenalkan Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui cerita yang dilisankan secara langsung kepada pengunjung. Penyampaian cerita secara lisan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan nilai-nilai filosofis dan sejarah Sumbu Filosofi kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya melalui partisipasi generasi muda.

Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran budaya yang kreatif dan inklusif, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola kawasan warisan budaya.

Penulis: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional PIBSI ke-48, Bahas Bahasa dan Sastra di Era Humaniora Digital

Rilis Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, 6 Oktober 2026 — Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi tuan rumah Seminar Internasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-48 yang diselenggarakan pada 5–6 Oktober 2026 di Crystal Lotus Hotel, Yogyakarta. Mengusung tema “Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Humaniora Digital” (Indonesian Language and Literature in the Era of Digital Humanities), seminar ini diikuti oleh sekitar 130 peserta dari 47 perguruan tinggi dan lembaga serta menghadirkan sekitar 120 abstrak makalah yang membahas berbagai persoalan bahasa, sastra, dan humaniora digital. Keterlibatan peserta dari berbagai institusi diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan dan memperkuat jejaring akademik di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

Seminar dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., dan Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Prof. Dr. Suhandano, M.A. Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Sekar Pudyastuti yang memperkenalkan kekayaan seni tradisional Yogyakarta sebagai bagian dari budaya Jawa. Agenda ilmiah kemudian dilanjutkan dengan sesi pleno pertama yang menghadirkan Prof. Dr. Suhandano, M.A. dan Dr. David Moeljadi, serta Prof. Dr. Jan van der Putten, Mag. Dr. Stefan Kutzenberger, dan Dr. Will Derks. Diskusi dalam sesi ini dimoderatori oleh Dr. Sailal Arimi, M.Hum. dan Arie Tri Bowo, M.A. sesuai kelompok pemaparan.

Selain sesi pleno, seminar menyelenggarakan presentasi makalah dalam enam sesi panel paralel yang tersebar di empat ruang. Presentasi berlangsung selama dua hari dan menjadi wadah bagi para pemakalah untuk menyampaikan hasil penelitian serta bertukar gagasan mengenai beragam persoalan bahasa, sastra, dan humaniora digital. Isu yang dibahas mencakup sastra siber, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), serta digitalisasi naskah dan arsip. Di sela-sela rangkaian kegiatan, pimpinan program studi anggota PIBSI juga mengadakan pertemuan untuk membahas keberlanjutan forum ilmiah tersebut. Dalam pertemuan itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditetapkan sebagai tuan rumah PIBSI ke-49.

Pada hari kedua, seminar dilanjutkan dengan sesi pleno kedua yang menghadirkan Leon Woltermann, M.A. dari National University of Singapore, Prof. Dr. Wiyatmi, M.Hum. dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Faruk, S.U. dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Anabel Teh Gallop dari British Library. Sesi yang dimoderatori oleh Arie Tri Bowo, M.A. ini dilengkapi dengan tanya jawab antara pembicara dan peserta. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi digital. “Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan kajian bahasa dan sastra Indonesia dalam perspektif humaniora digital, sekaligus menambah wawasan, memperkuat dokumentasi, mengembangkan komunikasi, dan mendorong kreativitas. Namun, pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek tersebut perlu senantiasa disertai dengan tanggung jawab dalam penerapannya,” ujarnya. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh panitia yang terdiri atas tenaga kependidikan dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, kemudian ditutup sebagai penanda berakhirnya seminar selama dua hari.

Penyelenggaraan Seminar Internasional PIBSI ke-48 diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian, serta memperkuat pengembangan kajian bahasa dan sastra Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pembahasan transformasi digital, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi dan negara. Melalui forum ini, UGM berharap kajian bahasa dan sastra Indonesia terus berkembang secara kritis dan inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya.

Penulis: Nathania Yolanda

Gelar Serah Terima Beasiswa Komitrando dan KAGAMA Korea, Prodi BKK UGM Sekaligus Bagikan Buku Sejarah Korea untuk Angkatan 2026

Rilis Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 – Sebagai wujud apresiasi atas prestasi dan dedikasi akademis mahasiswanya, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea (BKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan acara serah terima beasiswa pada Rabu, 7 Oktober 2026. Acara ini mencakup penganugerahan Beasiswa Komitrando, Beasiswa KAGAMA Korea, sekaligus penyerahan buku Sejarah Korea bagi mahasiswa baru angkatan 2026.

Kegiatan dibuka dengan hangat melalui sambutan dari Ketua Program Studi BKK UGM, Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan apresiasi dari Ibu Irene selaku perwakilan dari pihak Komitrando.

Memasuki agenda inti pertama, sertifikat Beasiswa Komitrando yang berupa bantuan pendidikan diserahkan secara langsung oleh Mr. Ahn Gyeong Hwan, perwakilan Komitrando. Beasiswa ini dianugerahkan kepada dua mahasiswi berprestasi, yaitu:

  1. Azzahra Ika Novitasari (IPK 3.68)
  2. Allysa Fadhia Pramudita (IPK 3.82)

Setelah prosesi penyerahan sertifikat, kedua penerima beasiswa turut menyampaikan kesan dan pesan, serta mengutarakan komitmen untuk terus memaksimalkan potensi akademis mereka berkat dukungan pendidikan tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Beasiswa KAGAMA Korea yang diserahkan oleh Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D., Bapak Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., dan Bapak Andri Saefudin, B.A., M.A.. Pada kesempatan ini, beasiswa dianugerahkan kepada 10 mahasiswa berprestasi Prodi BKK UGM dengan capaian nilai yang sangat membanggakan. Berikut adalah daftar kesepuluh penerima Beasiswa KAGAMA Korea:

  1. Rahadita Sekar Dea Alita (IPK 3.71)
  2. Layla Maryam Al-Muqaddas (IPK 3.70)
  3. Nadya Ammara Naura ADN (IPK 3.69)
  4. Nurhalima Ayunda Khoiriyya (IPK 3.79)
  5. Carissa Nura Firdaus (IPK 3.76)
  6. Salma Hayati Kurniasari (IPK 3.74)
  7. Paula Maureen Christella (IPK 3.69)
  8. Alvi Aulia Rachmi (IPK 3.97)
  9. Claudia Keishia Piji Swastika (IPK 3.92)
  10. Baiq Virnieza Muthia (IPK 3.92)

Selain penganugerahan beasiswa, acara ini juga memfasilitasi kebutuhan literatur mahasiswa baru. Bapak Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D. menyerahkan Buku Sejarah Korea secara simbolis kepada Dylan selaku ketua angkatan, mewakili rekan-rekannya dari angkatan 2026. Kehadiran buku ini ditujukan sebagai bekal ilmu dan referensi berharga bagi perjalanan studi mahasiswa baru ke depannya.

Tidak hanya kepada mahasiswa angkatan baru, Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D. selaku Kaprodi BKK juga menyerahkan Buku Sejarah Korea kepada pihak Komitrando Mr. Ahn Gyeong Hwan dan Ibu Irene.

 

Selanjutnya, rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran dosen, perwakilan KOMITRANDO, penerima beasiswa, serta seluruh angkatan 2026. Selamat kepada para penerima Beasiswa Komitrando dan KAGAMA Korea! Semoga dukungan ini memberikan manfaat yang besar dan mampu memotivasi seluruh mahasiswa BKK UGM lainnya untuk terus bersemangat menorehkan prestasi cemerlang.

Penulis: Salwa Aulia

Dua Mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Lolos PIMNAS 39

Rilis Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Dua Mahasiswa Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Lolos PIMNAS 39 Yogyakarta, 19 Oktober 2026 — Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya, Nasywa Adinda Ibrahim angkatan 2024 dan Dinaesy Fadillah Hidayat angkatan 2025, berhasil lolos sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Ajang ilmiah tingkat nasional tersebut akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2–7 November 2026.

Kelolosan ini menjadi hasil dari rangkaian panjang pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima bulan. Kedua mahasiswa bersama tim masing-masing telah melewati berbagai tahapan, mulai dari pelaksanaan penelitian hingga Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2). Setelah melalui proses tersebut, pengumuman kelolosan menuju PIMNAS 39 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi mahasiswa FIB UGM.

Nasywa Adinda Ibrahim tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Tim ini mengangkat penelitian berjudul “Paradoks Revitalisasi Budaya: Strategi Masyarakat Lokal dalam Menghadapi Gentrifikasi Retail di Kampung Batik Kauman Solo”. Penelitian tersebut dilakukan melalui riset lapangan untuk memahami strategi masyarakat lokal dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan perkembangan aktivitas retail di kawasan Kampung Batik Kauman, Solo. Melalui proses penelitian yang telah dilalui, Nasywa dan tim berhasil membawa hasil riset mereka hingga ke panggung PIMNAS 39.

Sementara itu, Dinaesy Fadillah Hidayat tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang berkolaborasi dengan mahasiswa dari bidang sains dan teknologi. Tim ini mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan jerami padi sebagai bahan dasar hard carbon untuk anoda baterai ion natrium (Na-ion). Penelitian tersebut berjudul “Rekayasa Struktur Nitrogen-Doped Hard Carbon Berbasis Jerami Padi dengan Spacer Limbah Grafit untuk Peningkatan Performa Anoda Baterai Ion Natrium”. Riset ini berfokus pada rekayasa struktur material berbasis limbah pertanian dan grafit untuk meningkatkan performa anoda baterai ion natrium.

Keberhasilan melewati berbagai tahapan PKM mengantarkan Dinaesy dan tim menjadi salah satu peserta PIMNAS 39. Keberhasilan kedua mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FIB UGM memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang penelitian, baik sosial humaniora maupun sains dan teknologi. Keterlibatan mahasiswa Antropologi dalam kedua tim juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam mengembangkan penelitian yang inovatif dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FIB UGM lainnya untuk terus mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Seluruh keluarga besar FIB UGM turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Nasywa Adinda Ibrahim dan Dinaesy Fadillah Hidayat beserta tim masing-masing. Semoga kedua tim dapat menjalani seluruh rangkaian PIMNAS 39 dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik.

 

Penulis: Dinaesy Fadillah Hidayat
Editor: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman

12345…352

Rilis Berita

  • Hasil Tracer Study Magister Sastra UGM untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
  • Inovasi Pelestarian Cagar Budaya Majapahit: Kolaborasi Mahasiswa UGM dan PENS Padukan AI dan WebGIS di Konferensi iCAST-SS 2026
  • Pameran Multidisiplin dari Residensi Malako Kociak
  • Peneliti Muda ASEAN dan Pasifik Ulas Kompleksitas Perdamaian Ambon di UGM-CHSS Writing Workshop
  • Dari Mengenal hingga Mencoba, Intip Keseruan Benkyoukai Yukata Bahasa dan Kebudayaan Jepang UGM

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju