• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Pos oleh
  • (Page 3)
Pos oleh :

Humas FIB

FIB UGM Gelar Agenda Monitoring Mahasiswa Pertukaran di Nglanggeran, Perkuat Akademis dan Pengenalan Budaya

Rilis Berita Senin, 26 Oktober 2026

Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, Fakultas Ilmu Budaya UGM menggelar agenda monitoring mahasiswa program pertukaran dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Konsorsium Dekan FIB se-Indonesia Tahun Akademik 2026/2027. Agenda ini digelar di Pawon Purba, Wonosari, Gunungkidul. Adapun agenda ini dihadiri oleh Dekan FIB, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Kepala Kantor Administrasi, tenaga kependidikan (tendik) akademik, dan mahasiswa sejumlah 25 orang.

Monitoring dilakukan dengan tujuan untuk memantau perkembangan, mendengarkan pengalaman, serta memastikan kenyamanan dan kelancaran studi para mahasiswa peserta pertukaran selama berdinamika di FIB UGM. Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mempererat tali silaturahmi serta mengenalkan kekayaan potensi budaya dan keindahan alam Daerah Istimewa Yogyakarta secara langsung.

 

Setelah sesi pembukaan dan diskusi monitoring bersama jajaran pimpinan fakultas di Pawon Purba, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan edukasi ke Griya Cokelat Nglanggeran. Para peserta berkesempatan melihat langsung proses olahan kakao lokal khas masyarakat setempat, mulai dari bahan mentah hingga menjadi ragam produk olahan cokelat.  Tak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan mencoba produk olahan minuman cokelat, bakpia cokelat, keripik pisang salut cokelat, hingga kukis cokelat almond. Kunjungan ini memberikan pengalaman berkesan bagi para mahasiswa pertukaran dalam mengenal potensi pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis masyarakat lokal.

Melalui kegiatan monitoring dan jelajah budaya ini, Fakultas Ilmu Budaya UGM berharap para mahasiswa peserta pertukaran tidak hanya mendapatkan pengalaman akademis yang bermakna, tetapi juga membawa pulang kenangan indah serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai kearifan lokal Yogyakarta. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebelum rombongan kembali ke kampus UGM.

Selain sebagai wadah monitoring akademis dan pengenalan budaya, rangkaian kegiatan ini juga merupakan wujud nyata komitmen FIB UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya pada SDG poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengalaman belajar inklusif lintas daerah, SDG poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat pengenalan UMKM dan potensi ekonomi kreatif lokal di Griya Cokelat, serta SDG poin 15 (Ekosistem Daratan) melalui edukasi pelestarian kawasan geowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

Mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UGM Raih Juara I Kanji Cup ke-23 Tingkat Menengah

Rilis Berita Kamis, 22 Oktober 2026

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kompetisi bahasa Jepang. Tim mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UGM berhasil meraih Juara I kategori Chuukyuu (tingkat menengah) dalam ajang Kanji Cup ke-23 yang diselenggarakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di LP3M Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, IMC Center, dan The Japan Foundation, Jakarta. Kanji Cup merupakan ajang kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam penguasaan kanji, salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa Jepang.

Tim FIB UGM yang berhasil meraih Juara I kategori Chuukyuu terdiri atas dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, yaitu Muhammad Alimahdi dan Koeszahra Ganyo Saharasza. Keduanya menunjukkan kemampuan dan kerja sama tim yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan terkait penguasaan huruf kanji pada tingkat menengah.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UGM dalam mengaplikasikan pengetahuan bahasa Jepang yang diperoleh selama perkuliahan. Selain menguji penguasaan kanji, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan bekerja sama dalam situasi kompetitif.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, baik melalui kegiatan akademik maupun partisipasi dalam berbagai kompetisi. Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UGM juga berharap agar capaian tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran dan mendukung potensi mahasiswa dalam meraih prestasi di tingkat yang lebih luas.

 

Penulis: Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang

Romzul Falah, Mahasiswa Magister Sastra UGM, Raih Anugerah Sutasoma 2026 melalui Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon

Rilis Berita Kamis, 22 Oktober 2026

Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Anugerah Sutasoma pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Gedung M. Tabrani, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Memasuki penyelenggaraan ke-18, Anugerah Sutasoma menjadi salah satu bentuk apresiasi Balai Bahasa Jawa Timur terhadap para penggiat bahasa dan sastra, komunitas, guru, serta pihak-pihak yang berdedikasi dalam pengembangan, perlindungan, dan pembinaan bahasa dan sastra.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Sutasoma menghadirkan gelar wicara bertajuk “Membangun Ekosistem Sastra di Jawa Timur”, yang kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan dalam tujuh kategori, yakni Kritik Sastra, Sastrawan, Guru Bahasa dan Sastra Daerah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Komunitas Sastra, Karya Sastra Daerah, dan Karya Sastra Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Romzul Falah, mahasiswa Magister Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui kumpulan puisinya, Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon (dan Balada Orang-orang Batuputih). Romzul berhasil menyabet penghargaan Anugerah Sutasoma 2026–sebuah penghargaan prestisius dalam dunia kesusastraan dan literasi, khususnya di wilayah Jawa Timur–pada kategori Karya Sastra Indonesia. 

Setelah melalui rangkaian penjurian yang ketat oleh lima dewan juri yang dikepalai oleh Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., seorang Guru Besar bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), buku kumpulan puisi Romzul Falah yang dinobatkan sebagai Naskah Yang Menarik Perhatian Dewan Juri pada Sayembara Manuskrip Puisi yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 2023, pada akhirnya menjadi karya yang disoroti menjadi pembaharu dalam jagat perpuisian Jawa Timur. 

Dalam laporan pertanggungjawaban juri Anugerah Sutasoma 2026, kumpulan puisi tersebut dinilai memiliki posisi yang khas dalam lanskap perpuisian kontemporer, khususnya di Jawa Timur. Di tengah kecenderungan perpuisian Jawa Timur yang belakangan banyak didominasi corak lirik, karya Romzul mengambil pijakan berbeda dengan menghadirkan puisi naratif untuk membangun kembali ingatan kolektif, mitos, dan tradisi lisan sebuah masyarakat.

Juri menilai kekuatan utama kumpulan puisi tersebut terletak pada keutuhan strukturnya dari awal hingga akhir. Semesta yang dibangun dinilai padu tanpa lonjakan yang terasa janggal dari satu puisi ke puisi lainnya. Karya tersebut juga memperlihatkan pergerakan tematis yang berayun dari hal-hal yang jauh, tinggi, dan ajaib menuju hal-hal yang biasa dan mendasar, hingga akhirnya kembali kepada tanah.

Atas penghargaan tersebut, Romzul mengungkapkan rasa senang sekaligus kesadaran akan tanggung jawab baru untuk terus berkarya.

“Pertama, tentu perasaan senang karena buku puisi saya, Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon, diberikan penghargaan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Tetapi di satu sisi, menjadi semacam beban moral karena penghargaan, bagi saya, ialah salah satu bahasa lain dari tanggung jawab, bagaimana pada akhirnya saya menulis puisi kembali,” ujar penyair kelahiran 2000 itu.

Romzul juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses lahirnya buku tersebut. Ia menyebutnya sebagai “buku kami”, sebab proses penulisan hingga penerbitannya melibatkan banyak pihak, terutama rekan-rekannya di Penerbit Anagram, termasuk Doni Ahmadi dan editor Willy Fahmy Agiska. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada teman-temannya di komunitas Malatè Artspace, Kabupaten Sumenep, yang turut memberikan masukan selama proses penggarapan puisi.

Secara khusus, Romzul menyampaikan terima kasih kepada neneknya yang sejak kecil mengenalkannya pada berbagai mitos di kampung halaman. Cerita-cerita tersebut mendekatkannya dengan kehidupan masyarakat masa lalu dan kemudian menjadi salah satu sumber yang diolah ke dalam puisi. Kisah-kisah kehidupan masyarakat Batuputih juga turut menjadi bagian dari materi yang diolahnya dalam karya tersebut.

Penghargaan Anugerah Sutasoma 2026 menjadi apresiasi terhadap karya Balai Desa dan Hantu-Hantu Nippon (dan Balada Orang-orang Batuputih) sekaligus menunjukkan bagaimana puisi dapat menjadi ruang untuk mengolah ingatan kolektif, mitos, tradisi lisan, dan pengalaman masyarakat ke dalam bentuk sastra kontemporer. 

Bagi mahasiswa FIB UGM yang juga menulis Sebuah Kota Yang Menculik Kita sebagai buku puisi perdananya itu, penghargaan tersebut bukan menjadi sebuah titik akhir dari perjalanan kepengarangannya, melainkan bertransformasi menjadi sebuah tanggung jawab baru untuk terus menulis dan mengembangkan dunia perpuisian dalam ekosistem sastra Indonesia.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, dalam gelar wicara, mengatakan bahwa pemberian apresiasi Anugerah Sutasoma merupakan bagian dari peran Balai Bahasa dalam upaya pengembangan bahasa dan sastra.

“Balai Bahasa memiliki peran dalam perlindungan dan pemasyarakatan, khususnya dalam hal ini upaya pengembangan bahasa dan sastra. Salah satunya adalah memberikan apresiasi kepada komunitas, pegiat bahasa dan sastra, dan ini kami wujudkan sudah ke-18 kali melalui Anugerah Sutasoma,” ujar Retno.

Menurut pengamatan dan realitas di lapangan, dari 30 UPT Balai Bahasa yang ada, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menjadi balai bahasa yang masih konsisten memberikan apresiasi kepada para pegiat bahasa dan sastra, komunitas, guru, serta berbagai pihak yang memiliki dedikasi terhadap perkembangan bahasa dan sastra.

Ia juga menilai bahwa karya-karya para sastrawan Jawa Timur memiliki peran yang krusial dalam memperkaya khazanah bahasa dan sastra Indonesia. Karya yang menggunakan bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Jawa dialek Osing, maupun bahasa Indonesia, menurutnya, turut memperkaya kosakata sekaligus mengenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang berangkat dari keelokan kearifan lokal.

“Saya yakin, melalui karya-karya Bapak dan Ibu, baik itu berbahasa Jawa, berbahasa Madura, maupun berbahasa Jawa dialek Osing, juga berbahasa Indonesia; setidaknya menjadi tonggak penting untuk memperkaya kosakata, juga mengenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dengan kearifan lokal yang Ibu/Bapak atau sastrawan tulis,” kata perempuan yang pernah menjadi peneliti di Balai Bahasa Provinsi Bali itu.

Puji Retno juga menambahkan dalam wicaranya bahwa para sastrawan, pengarang, komunitas, guru, serta pegiat bahasa dan sastra di Jawa Timur memiliki kontribusi yang tidak kalah strategis dibandingkan para sastrawan dan karya sastra di tingkat nasional. Buah karya yang dilahirkan para penerima penghargaan Anugerah Sutasoma, dinilai menjadi sumbangsih dan memberikan dampak yang luas terhadap perkembangan sastra Indonesia.

“Ini juga menunjukkan bahwa sastrawan atau pengarang, komunitas, ibu/bapak guru, kemudian penggiat sastra, bahasa dan sastra ini di Jawa Timur, tidak kalah dengan sastrawan atau karya-karya di tingkat nasional. Karena karya-karya ibu/bapak yang telah dihasilkan—termasuk tujuh pemenang kategori yang akan diberikan melalui Anugerah Sutasoma hari ini—itu berdampak luas dan setidaknya memiliki peran penting terhadap perkembangan sastra Indonesia,” tutur Retno.

Penulis: Selvia Parwati Putri

Kolaborasi Kenalkan Warisan Budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui Kegiatan Bercerita dan Pameran

Rilis Berita Rabu, 21 Oktober 2026

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), berkolaborasi dengan Program Studi Konservasi Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Yogyakarta, dan Technische Universität (TU) Wien, Austria, menyelenggarakan lokakarya “Dari Tugu hingga Panggung Krapyak: Bercerita tentang Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk Anak-Anak” pada 1–2 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 709, Gedung Soegondo, FIB UGM, ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai warisan budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta kepada anak-anak melalui cerita yang kreatif dan interaktif.

Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari keempat lembaga kolaborator, yaitu Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM; Dr. Prima Dona Hapsari, M.Hum., Ketua Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta; Nano Warsono, M.Sn., dari ISI Yogyakarta; Drs. Aryanto Hendro Suprantoro, Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta; serta Ulrike Herbig, Dipl.-Ing., Dr., dari TU Wien, Austria. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif sastra, seni, pengelolaan kawasan warisan budaya, dan kajian akademik untuk mengembangkan cara penyampaian nilai-nilai budaya yang sesuai dengan dunia anak.

Sumbu Filosofi Yogyakarta tidak hanya terdiri atas bangunan dan kawasan bersejarah, tetapi juga mengandung nilai filosofis serta pengetahuan budaya yang penting diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan bercerita, nilai-nilai tersebut diolah menjadi narasi yang lebih dekat dengan pengalaman anak. Tokoh, dongeng, wayang, lagu, dan permainan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu anak mengenal sekaligus memahami makna Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan cara yang menyenangkan.

Dalam lokakarya ini, mahasiswa bidang sastra anak dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM terlibat dalam pengembangan cerita dan praktik bercerita. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta berkontribusi melalui pengembangan properti dan media visual interaktif untuk mendukung penyampaian cerita. Kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan kreatif dalam memperkenalkan warisan budaya kepada anak-anak.

Rangkaian kegiatan berlanjut melalui pameran dalam agenda JWHF pada 29 September 2026 di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM turut bertugas mendampingi dan menjaga stan pameran sekaligus memperkenalkan Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui cerita yang dilisankan secara langsung kepada pengunjung. Penyampaian cerita secara lisan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan nilai-nilai filosofis dan sejarah Sumbu Filosofi kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya melalui partisipasi generasi muda.

Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran budaya yang kreatif dan inklusif, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola kawasan warisan budaya.

Penulis: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional PIBSI ke-48, Bahas Bahasa dan Sastra di Era Humaniora Digital

Rilis Berita Selasa, 20 Oktober 2026

Yogyakarta, 6 Oktober 2026 — Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi tuan rumah Seminar Internasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-48 yang diselenggarakan pada 5–6 Oktober 2026 di Crystal Lotus Hotel, Yogyakarta. Mengusung tema “Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Humaniora Digital” (Indonesian Language and Literature in the Era of Digital Humanities), seminar ini diikuti oleh sekitar 130 peserta dari 47 perguruan tinggi dan lembaga serta menghadirkan sekitar 120 abstrak makalah yang membahas berbagai persoalan bahasa, sastra, dan humaniora digital. Keterlibatan peserta dari berbagai institusi diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan dan memperkuat jejaring akademik di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

Seminar dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., dan Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Prof. Dr. Suhandano, M.A. Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Sekar Pudyastuti yang memperkenalkan kekayaan seni tradisional Yogyakarta sebagai bagian dari budaya Jawa. Agenda ilmiah kemudian dilanjutkan dengan sesi pleno pertama yang menghadirkan Prof. Dr. Suhandano, M.A. dan Dr. David Moeljadi, serta Prof. Dr. Jan van der Putten, Mag. Dr. Stefan Kutzenberger, dan Dr. Will Derks. Diskusi dalam sesi ini dimoderatori oleh Dr. Sailal Arimi, M.Hum. dan Arie Tri Bowo, M.A. sesuai kelompok pemaparan.

Selain sesi pleno, seminar menyelenggarakan presentasi makalah dalam enam sesi panel paralel yang tersebar di empat ruang. Presentasi berlangsung selama dua hari dan menjadi wadah bagi para pemakalah untuk menyampaikan hasil penelitian serta bertukar gagasan mengenai beragam persoalan bahasa, sastra, dan humaniora digital. Isu yang dibahas mencakup sastra siber, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), serta digitalisasi naskah dan arsip. Di sela-sela rangkaian kegiatan, pimpinan program studi anggota PIBSI juga mengadakan pertemuan untuk membahas keberlanjutan forum ilmiah tersebut. Dalam pertemuan itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditetapkan sebagai tuan rumah PIBSI ke-49.

Pada hari kedua, seminar dilanjutkan dengan sesi pleno kedua yang menghadirkan Leon Woltermann, M.A. dari National University of Singapore, Prof. Dr. Wiyatmi, M.Hum. dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Faruk, S.U. dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Anabel Teh Gallop dari British Library. Sesi yang dimoderatori oleh Arie Tri Bowo, M.A. ini dilengkapi dengan tanya jawab antara pembicara dan peserta. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi digital. “Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan kajian bahasa dan sastra Indonesia dalam perspektif humaniora digital, sekaligus menambah wawasan, memperkuat dokumentasi, mengembangkan komunikasi, dan mendorong kreativitas. Namun, pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek tersebut perlu senantiasa disertai dengan tanggung jawab dalam penerapannya,” ujarnya. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh panitia yang terdiri atas tenaga kependidikan dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UGM, kemudian ditutup sebagai penanda berakhirnya seminar selama dua hari.

Penyelenggaraan Seminar Internasional PIBSI ke-48 diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian, serta memperkuat pengembangan kajian bahasa dan sastra Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pembahasan transformasi digital, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi dan negara. Melalui forum ini, UGM berharap kajian bahasa dan sastra Indonesia terus berkembang secara kritis dan inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya.

Penulis: Nathania Yolanda

12345…352

Rilis Berita

  • Berawal dari Mata Kuliah Tradisi Lisan, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Menghidupkan Kembali Tradisi Gejog Lesung
  • Panggung Terbuka hingga Kuliner Autentik: Warna-Warni Kemeriahan Arabic Market Day 2026 UGM
  • Hasil Tracer Study Magister Sastra UGM untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
  • Inovasi Pelestarian Cagar Budaya Majapahit: Kolaborasi Mahasiswa UGM dan PENS Padukan AI dan WebGIS di Konferensi iCAST-SS 2026
  • Pameran Multidisiplin dari Residensi Malako Kociak

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju