Festival Kebudayaan Arab (FKA) 2026 yang diusung oleh Sastra Arab UGM kembali hadir dengan mengangkat tema besar “Binar Suar Arabia, Menyinari Cakrawala Dunia”. Berlangsung dua tahun sekali, festival ini menempatkan rangkaian kompetisi bagi tingkat SMA dan universitas sebagai acara utamanya. Namun, ada salah satu yang mencuri perhatian pada penyelenggaraan kali ini adalah hadirnya Arabic Market Day (AMD) yang dirancang khusus untuk mengisi waktu luang peserta dan guru pendamping agar tidak merasa bosan selama mendampingi jalannya lomba.
Sebagai pusat aktivitas pendukung, Arabic Market Day menghadirkan tiga kegiatan utama yang terdiri dari Interactive Space, Cultural Tenant, serta Live Cooking Arabic Meal. Puncak kemeriahan AMD sendiri ada pada hari kedua melalui panggung terbuka yang memfasilitasi peserta untuk bernyanyi, penampilan dari para panitia FKA.
Hingga dua sajian utama yang paling dinantikan yaitu Qiroatus Syi’ir dan penampilan perdana Keroncong Seroja. Sebagai komunitas baru dari Sastra Arab, Keroncong Seroja berhasil memukau penonton lewat perpaduan unik antara musik keroncong klasik dengan lagu-lagu bernuansa Arab maupun lagu lintas genre lainnya.
Antusiasme yang tinggi turut diakui oleh para panitia yang menilai bahwa penyelenggaraan AMD tahun ini jauh lebih meriah dan “menyala” dibandingkan edisi sebelumnya. “AMD sekarang lebih ramai dan menyenangkan, beda sama tahun lalu yang sepi2 saja”. Suasana hangat tergambar dari keramaian pengunjung yang menikmati kuliner seperti kebab sambil duduk di area lesehan menikmati hiburan panggung.
Lebih dari sekadar ruang transit atau tempat tunggu, kegiatan ini diharapkan dapat terus ada di FKA selanjutnya sebagai wadah sekaligus jembatan edukatif yang ramah bagi masyarakat awam untuk mengeksplorasi dunia Arab lebih dalam.
Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman




