Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar kajian kebangsaan yang menghadirkan Prof. Panut Mulyono, Rektor UGM periode 2017–2022, Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM, serta Ketua Forum Rektor Indonesia periode 2021–2022. Dalam kajian tersebut, Prof. Panut mengangkat tema tentang peran Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal utama pembangunan bangsa.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat beruntung karena memiliki jumlah penduduk yang besar serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun demikian, kekuatan tersebut harus dikelola dengan baik melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Dengan nasionalisme yang tinggi, etos kerja yang kuat, serta pengelolaan SDM yang optimal, kita dapat mempercepat kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa SDM yang hebat hanya dapat dihasilkan melalui pendidikan yang bermutu.
Prof. Panut juga mengingatkan pentingnya meneladani para tokoh pendidikan bangsa seperti Ki Hajar Dewantara, yang telah meletakkan fondasi kuat bagi sistem pendidikan nasional. Ia turut mengutip pernyataan Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan kemajuan dan kemandirian sebuah bangsa. Bangsa dengan sistem pendidikan yang lemah akan sulit berkembang, bahkan berpotensi mengalami kemunduran. Sebaliknya, pendidikan yang berkualitas menjadi alat percepatan untuk menguasai sains dan teknologi serta meningkatkan daya saing global.
Dalam perspektif keislaman, Prof. Panut mengaitkan pentingnya pendidikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang menekankan perintah membaca dan mencari ilmu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Ia juga menyinggung Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menjelaskan keutamaan orang-orang yang berilmu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan perbaikan dan inovasi berkelanjutan di bidang pendidikan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan mendorong inovasi yang inklusif serta berkontribusi aktif terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kajian ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan inklusif, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kualitas SDM dan etos kerja, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dalam penguatan penguasaan sains dan teknologi untuk mendorong kemajuan bangsa.
Melalui forum kajian ini, Masjid Kampus UGM tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga ruang intelektual yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan Indonesia menuju bangsa yang mandiri dan berdaya saing global.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]



