• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • HEADLINE
  • hal. 5
Arsip:

HEADLINE

Temu Budaya Nusantara XXX: Manggala Gadjah Mada Ancala Raksi Budaya

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 11: Kota dan Pemukiman Yang BerkelanjutanSDGs 12: Konsumsi dan Produksi Yang Bertanggung JawabSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan BerkualitasSTICKY NEWS Senin, 30 Desember 2024

Temu Budaya Nusantara merupakan acara rutin tahunan dari IMBASADI (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia), yang tempat pelaksanaannya digilir sesuai rapat pleno. Sebagaimana hasil Musyawarah Nasional Temu Budaya Nusantara XXIX di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli, pada 8 November 2023, Universitas Gadjah Mada (UGM) terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Budaya Nusantara XXX pada tahun 2024 di bawah Prodi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Temu Budaya Nusantara XXX pada tahun 2024 ini diselenggarakan pada 11-15 November 2024. Dengan berbangga hati, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menyambut baik para tamu delegasi. Para peserta dengan antusias mengikuti rangkaian acara TBN XXX 2024 dari hari pertama hingga di penghujung acara.

Temu Budaya Nusantara tahun ini mengusung tema “Manggala Gadjah Mada: Ancala Raksi Budaya”. Dengan makna mendalam terhadap keagungan Maha Patih Gadjah Mada, dan keharuman budaya. Dengan begitu, banyak dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dekat dengan budaya-budaya dari masing-masing delegasi yang hadir. Delegasi yang hadir antara lain adalah Sastra Daerah Bugis Makassar (Universitas Hassanudin), Pendidikan Bahasa Jawa (Universitas Sebelas Maret), Pendidikan Bahasa Jawa (Universitas PGRI Semarang), Sastra Batak (Universitas Sumatera Utara), Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa), Sastra Daerah (Universitas Sebelas maret), Pendidikan Bahasa Bali (Universitas Pendidikan Ganesha), Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (Universitas Negeri Semarang), dan yang terakhir, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (Universitas Gadjah Mada).

Temu Budaya Nusantara XXX diawali dengan pembukaan acara yang dilaksanakan secara langsung di Auditorium Soegondo lantai 7, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Diawali dengan tarian Golek Ayun-Ayun Jugag, dilanjutkan dengan menampilkan teaser Temu Budaya Nusantara XXX dan beberapa sambutan mulai dari perwakilan Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., sambutan ketua pelaksana Temu Budaya Nusantara XXX, Bima Muslih, dan jajarannya.

Penampilan Tari Golek Ayun-Ayun Jugag oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

Temu Budaya Nusantara dibuka dengan pembukaan simbolis penancapan wayah Gajah Mada oleh perwakilan Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. Pembukaan ini juga turut dimeriahkan dengan pameran alat musik daerah dan festival kuliner tradisional dari masing-masing daerah asal delegasi. Kemudian acara dilanjut dengan orientasi delegasi untuk saling berkenalan dan menampilkan yel-yel terbaiknya. Pada malam hari, delegasi mengikuti rangkaian Pagelaran Budaya yang berisikan penampilan pembacaan naskah dengan bahasa daerah masing-masing delegasi.

Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. membuka dengan simbolis Temu Budaya Nusantara XXX

Terdapat banyak sekali lomba yang dilaksanakan dalam Temu Budaya Nusantara XXX ini. Lomba yang telah dilaksanakan antara lain adalah Lomba Desain Batik yang dilakukan secara daring dengan sistem penilaian melalui perhitungan likes terbanyak pada akun Instagram @manggala.gadjahmada. Selain lomba desain batik, TBN XXX juga melaksanakan lomba-lomba lainnya, di antaranya yaitu lomba Penulisan Karya Ilmiah Nasional, Lomba Dongeng, Lomba TikTok Nusantara, Lomba Dokumenter, dan Lomba Esai. Kegiatan lainnya yang tak kalah menarik adalah Tilik UGM, yang mana para peserta delegasi mengikuti serangkaian tour kampus UGM dan mempelajari sejarah tentang Universitas Gadjah Mada.

Awarding atau penganugerahan para juara lomba dilaksanakan pada hari keempat Temu Budaya Nusantara XXX. Malam awarding ini sekaligus mempertunjukan wayang lakon Gajahmada Kridha (Ra Kuti Balela) yang didalangi oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, Ki Rafi Nur Fauzy. Seluruh delegasi mengikuti malam awarding yang sekaligus menjadi penutupan Temu Budaya Nusantara XXX ini. Banyak pula masyarakat umum yang turut menonton pertunjukan wayang Gajadmada Kridha.

Piala para juara lomba rangkaian Temu Budaya Nusantara XXX

Pada hari terakhir, para peserta delegasi mengikuti rangkaian kegiatan Wisata Budaya ke Pura Pakualaman. Delegasi dan beberapa panitia dari Temu Budaya Nusantara berkekeling Pura Pakualaman didampingi beberapa dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan diakhiri dengan kepulangan peserta delegasi ke kota asal.

Temu Budaya Nusantara XXX menjadi representasi generasi muda yang aktif turut serta melestarikan budayanya masing-masing. Berasal dari latar belakang daerah, budaya, dan adat istiadat yang berbeda, IMBASADI mampu menyatukan keberagaman tersebut. Dengan dilaksanakan Temu Budaya Nusantara XXX ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang perhatian dengan budaya daerah dan memiliki keterampilan untuk mengembangkannya, sudah sepatutnya generasi baru mempromosikan keberagaman budaya daerah yang ada di Indonesia dengan kemampuan yang dimiliki. 

[Humas FIB UGM, Editor: Sandya Kirani]

Teater “Ngathabagama” Karya Rafael Raga Sukses Menjadi Penyaji Terbaik dalam Festival Teater DIY 2024

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 12: Konsumsi dan Produksi Yang Bertanggung JawabSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 30 Desember 2024

Rafael Raga Budi Panuntun, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2021 sukses menjadi penulis naskah dan sutradara teater bertajuk “Ngathabagama” dengan tema Panji yang membawa Kabupaten Sleman memenangkan juara umum dan penyaji terbaik dalam Festival Teater Provinsi DIY 2024. Teater Ngathabagama berhasil mendapatkan nominasi penyaji terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik, penata artistik terbaik, ansemble terbaik, dan membawa pulang piala bergilir Festival Teater DIY.

Dikutip dari akun instagram @rafaelragabp

Keberhasilan Raga patut menjadi inspirasi, ditengah kesibukan akademiknya, Raga tetap dapat berkarya dan menciptakan sebuah teater yang indah dan menjadi penyaji terbaik. Proses yang dijalani oleh Raga cukup panjang, mulai dari penggagasan ide, penulisan naskah, dan lain sebagainya. Teater Ngathabagama adalah teater yang terbentuk secara tidak sengaja, berawal dari festival teater tingkat Kabupaten Sleman. Kapanewon Minggir telah menjadi juara di Kabupaten Sleman selama 2 tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Kapanewon Minggir membawakan teater bertajuk “Hagbala” dengan tema Yogyakarta, Sejarah dan, Romantisme yang juga ditulis dan disutradarai oleh Rafael Raga Budi Panuntun, bahkan 50% dari teater ini Raga garap sendiri, mulai dari produksi, musik, artistik, busana, dan lainnya. Hagbala berhasil menyabet juara 1 tingkat Kabupaten Sleman dan juara 3 dalam tingkat Provinsi DIY. 

Setelah berhasil menjadi juara dengan Hagbala pada tahun 2023. Di tahun 2024 ini, Rafael Raga beserta Kapanewon Minggir maju untuk mengikuti festival teater kembali di Kabupaten Sleman. Mengangkat Ngathabagama sebagai judul teater yang disajikan, kembali berhasil menjadi juara. Raga mengungkapkan bahwa ia menulis naskah dan gagasannya pada saat kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Hal ini menunjukkan bahwa dengan segala kesibukannya, Raga mampu menciptakan sebuah karya luar biasa yang tak disangka dapat membawanya menjadi penyaji terbaik dalam Festival Teater DIY 2024. 

Tema Festival Teater DIY 2024 ini mengacu pada petunjuk teknis dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY adalah Panji. Romansa dan cinta Panji dengan Sekartaji diangkat kedalam sebuah teater. Namun, Raga mengungkapkan bahwa ia ingin Ngathabagama diambil dari sudut pandang yang lain, yaitu bahwa kisah Panji dan Sekartaji yang selalu mendapatkan wiradat dari sebuah kodrat atau dapat disebut dengan takdir Tuhan yang mutlak. Raga melakukan riset dan menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu mendapatkan takdir yang memisahkan mereka, baik dipisahkan oleh waktu, seseorang, ataupun keadaan. 

Naskah yang Raga tulis tidak luput dari konsultasi Raga dengan dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yakni Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., seorang akademisi dan praktisi Wayang Gedhog yang menggunakan dasar tema Panji dan Sekartaji dalam setiap penyajiannya. Dengan perbincangan yang Raga lakukan bersama Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A., akan memperkuat cerita dan dapat dipertanggungjawabkan validasinya. 

Setelah melakukan banyak riset dan perbincangan, Raga menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu terpisah oleh takdir, salah satunya dipisahkan oleh dewa Bathara Kala yang direpresentasikan sebagai Kala adalah waktu. Raga mendapatkan sebuah ide yang tidak biasa, yakni menggarap teater Panji kali ini dengan menampilkan Bathari Durga atau ibu dari Bathara Kala yang memberi wiradat kepada Panji dan Sekartaji dan memisahkan mereka berdua untuk mendapatkan esensi yang lebih kuat. 

Raga menyilangkan antara Wayang Gedhog dan Wayang Purwa untuk mengetahui kelemahan dari Bathari Durga. Kelemahan dari Bathari Durga adalah Semar atau Sang Hyang Ismaya, Semar dapat mengalahkan Bathari Durha dengan merapalkan caraka walik, untuk mencegah keburukan lebih lanjut. Caraka walik adalah Aksara Jawa (Hanacaraka) yang dibaca secara terbalik, dipercaya dapat menangkal keburukan, Raga mengambil judul teater kali ini dari caraka walik baris pertama, Ngathabagama.

Banyak babad Jawa baik fiksi maupun nonfiksi yang menempatkan kisah sentral Panji dan Sekartaji. Pengetahuan Raga tentang berbagai macam karya sastra Jawa yang ada membuatnya yakin untuk menulis naskah ini. Cerita Panji dan Sekartaji sudah bukan hanya menjadi kekayaan Nusantara tapi untuk seluruh Asia Tenggara. Banyak juga esensi-esensi dari Wayang Purwa yang diangkat untuk teater Ngathabagama, seperti Semar, Bathari Durga, peran para dewa, penggarisan kodrat wiradat, kisah romansa yang memiliki banyak hubungan dengan karya sastra, dan kearifan lokal setempat seperti penggunaan caraka walik yang banyak dikenal untuk mengusir atau mengembalikan keadaan buruk.

Tidak hanya sajian teater Ngathabagama, Raga juga menciptakan original soundtrack untuk Ngathabagama dengan judul “Kalasmara” yang mendukung dialog antara Panji dan Sekartaji. Kalasmara ini diciptakan oleh Raga untuk mengarsipkan sajian teater yang telah dilaksanakan agar tetap mempunyai esensi yang berbeda. Raga menambahkan bahwa ia tidak ingin sebuah pentas hanya berakhir pada 30 menit sampai 1 jam diatas panggung, tetapi memiliki karya berbentuk lain yang selamanya dapat menjadi memori dan arsip kedepannya. 

Kisah Raga dalam penciptaan karya seni pertunjukan yang didasari oleh karya sastra Jawa diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk dapat berkarya dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan. Banyak karya seni yang dapat diciptakan berbekal dengan pengetahuan dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

[Humas FIB UGM, Editor: Sandya Kirani]

Malam Awarding Temu Budaya Nusantara XXX, Menampilkan Wayang Lakon Gajah Mada Kridha (Ra Kuti Balela)

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 11: Kota dan Pemukiman Yang BerkelanjutanSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 30 Desember 2024

Kamis malam (14/12/2024), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar acara pementasan wayang dengan lakon Gajahmada Kridha (Ra Kuti Balela). Malam tersebut sekaligus menjadi malam penganugerahan juara kepada para pemenang lomba Temu Budaya Nusantara XXX, pementasan wayang ini juga diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Wayang Dunia. Pementasan wayang dilaksanakan di Greenland Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Didalangi oleh M. Rafi Nur Fauzy, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan bekerjasama dengan Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM, pementasan wayang Gajahmada Kridha berjalan dengan lancar. 

Berdasarkan wawancara dengan Rafi, Gadjahmada Kridha (Ra Kuti Balela) menceritakan tentang peran Gajah Mada dalam menumpas pemberontakan Ra Kuti, seorang Dharmaputra atau abdi dalem pada masa itu. Pemberontakan yang dilakukan Ra Kuti ini didasari oleh rasa tidak puas terhadap Raja Jayanegara yang sangat lemah dan mudah disetir oleh bawahannya. Hal tersebut membuat beberapa punggawanya tidak senang, termasuk Ra Kuti. Ra Kuti menginginkan kembalinya harkat dan martabat Majapahit kala itu. Namun, ternyata gagasan Ra Kuti tidak disetujui oleh masyarakat sehingga masyarakat menganggap bahwa Ra Kuti melakukan sebuah pemberontakan. Saat Ra Kuti berhasil menduduki ibu kota, Jayanegara berhasil dilarikan oleh pasukan Bhayangkara. Setelah menyusun strategi, pasukan Bhayangkara bisa membalikkan keadaan dan Ra Kuti mati di tangan Gajah Mada. 

Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti mengubah seorang Gajah Mada yang awalnya hanya sebagai komandan prajurit kemudian diangkat menjadi patih. Awal pemberontakan ra kuti sebagai Dharmaputra disebabkan adanya adu domba, oleh Mahapati, orang yang licik. Dia membuat siasat agar semua pendahulu Majapahit habis dan Mahapati bisa menyetir negara, walaupun ia tak menginginkan kedudukan raja. Gajahmada yang mengetahui kedok Mahapati berhasil membuat Mahapati mati di tangan Gajah Mada.

Pementasan wayang Gajadmada Kridha (Ra Kuti Balela)

Banyak proses terjadi dalam penulisan sanggit atau naskah pementasan wayang kali ini. Dengan bantuan R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., dan Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., sebagai akademisi dan praktisi wayang, Rafi mengungkapkan “Awalnya membaca Negara Kertagama tapi tidak ada secara eksplisit peran Gajah Mada didalamnya. Lalu konsultasi dengan Pak bima dan Pak Rudy disarankan membaca komik, tutur tinular, dan Pararaton.” Dapat membawakan sanggit hasil guratan tangan sendiri menjadi hal yang membanggakan dan menyenangkan untuk Rafi. Namun, sayang kurang ada apresiasi yang besar dari Fakultas Ilmu Budaya terkait pementasan pewayangan ini. Langkah awal yang baik bagi Program Studi Bahasa, Ssastra, dan Budaya Jawa dapat menyelenggarakan pagelaran wayang di Fakultas Ilmu Budaya, terutama untuk mengenalkan kepada mahasiswa dan warga Universitas Gadjah Mada tentang pewayangan.

Diharapkan dengan adanya pementasan wayang ini, semakin banyak mahasiswa maupun masyarakat umum yang tertarik dengan pewayangan, karena pada dasarnya wayang di era globalisasi ini sudah lebih fleksibel, tidak terpaku pada konvensi pedalangan. Tidak mengharuskan wayang klasik, tetapi boleh juga kontemporer sesuai dengan selera masing-masing. Untuk generasi muda agar bisa mencintai wayang dari apa yang menurut mereka menarik, bisa dari musik iringannya, ceritanya, dan tokohnya. Terdapat banyak sekali pelajaran hidup yang dapat dipetik dari pewayangan, yang dapat digunakan untuk bekal menjalani kehidupan kelak.

[Humas FIB UGM, Editor: Sandya Kirani]

Mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kintan Dewinta Menjadi Runner Up 1 Duta Budaya Indonesia 2024

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 30 Desember 2024

Setelah berhasil menjadi Putri Duta Budaya Yogyakarta 2024, Kintan Dewinta Putri mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2022 kembali melanjutkan perjuangannya dengan mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2024. Ajang pencarian Duta Budaya Indonesia 2024 ini dilaksanakan pada 19-21 September 2024 berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Selama empat hari rangkaian acara, Kintan mendapatnya banyak pelatihan dan workshop seperti, cara membangun personal branding dan materi tentang kesehatan kulit. Banyak kegiatan yang dilakukan Kintan bersama Duta Budaya lain dari berbagai daerah, mulai dari photoshoot hingga city tour. Dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2024 ini, Kintan berhasil menempati posisi Runner Up 1. “Sempat merasa down dan overthinking tidak bisa membawa gelar juara, tapi Alhamdulillah masih diberikan kepercayaan sebagai Runner Up 1 Duta Budaya Indonesia 2024,” ungkap Kintan terkait dengan kesan yang dirasakan. 

Kintan Dewinta Putri memakai busana Besiyaran khas Yogyakarta

Pengalaman dan prestasi Kintan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, serta mampu bermanfaat bagi orang-orang sekitar baik untuk saat ini dan di masa depan. Kintan menyampaikan pesan bahwasannya bagi seluruh generasi muda jangan malu untuk memulai suatu hal karena kesuksesan juga harus diawali dengan usaha. Kintan menambahkan harapan semoga keluarga besar Duta Budaya Indonesia semakin erat, terjaga solidaritas dan persatuan diantara keberagaman budaya Indonesia. 

Langkah kintan sebagai Duta Budaya Yogyakarta 2024 dan Runner Up 1 Duta Budaya Indonesia 2024 patut menjadi contoh untuk mahasiswa dan masyarakat umum terkait peran pelestarian kebudayaan lokal. Tidak hanya Duta Budaya yang memiliki tugas untuk nguri-uri budaya, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat. Meningkatkan toleransi dan mempererat persatuan dapat dimulai sebagai langkah awal yang baik. 

[Humas FIB UGM, Sandya Kirani]

Visiting Lecturer Prof. Dr. Bambang Hudayana di Universitas Padjajaran

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 11: Kota dan Pemukiman Yang BerkelanjutanSDGs 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan Yang TangguhSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan BerkualitasSDGs 6: Air bersih dan sanitasi layak Selasa, 24 Desember 2024

Kerja sama antara Departemen Antropologi, FIB, UGM dan Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Padjadjaran menghasilkan beberapa kerja-kerja kolaborasi salah satunya visiting lecture di kampus tersebut. Pada 14 Mei 2024, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A. diminta untuk mengajar di Unpad di kelas S1 Pengembangan Masyarakat dan S2 Antropologi Terapan. Kuliah tersebut dilaksanakan secara terbuka dengan tema acara “Isu dan Masalah Pedesaan dan Agraria” yang di moderatori oleh Prof. Dr. H. Opan Suhendi Suwartaoradja, M.Si. 

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A. memberikan kuliah dengan materi “Riset Aksi Partisipatoris sebagai Kekuatan Antropologi Pemberdayaan. Beliau memulai dengan sejarah perkembangan antropologi di Indonesia yang hadir dimulai sebagai leading antropologi pembangunan (agenda modernisasi) dimana antropolog diminta untuk menyukseskan berbagai program dengan peran memetakan potensi dan hambatan sosial budaya hingga menemukan solusi untuk berbagai persoalan tersebut. Adapun program pembangunan yang melibatkan peran antropolog antara lain transmigrasi, revolusi hijau, keluarga berencana, pemukiman kembali suku terasing, pembangunan komunitas pedesaan dan lain sebagainya. Meskipun demikian, antropologi pembangunan dikritisi hingga memunculkan antropologi pemberdayaan dimana riset aksi partisipatoris digunakan sebagai metode pemberdayaan masyarakat atau sering kali disebut penelitian aksi partisipatoris (PAR). Keunggulan dengan menggunakan PAR yaitu melihat persoalan yang lebih mikro, detail, deskriptif secara emik, refleksi, kritis dan lebih berpihak. Selain itu dapat digunakan sebagai materi penyusunan program pembangunan skala lokal, advokasi, dan edukasi bagi masyarakat. 

Terkait hal tersebut, Prof. Bambang Hudayana menceritakan pengalaman penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di BUMDES Karangrejek, Gunung Kidul yang sebelumnya selalu mengalami kekeringan pada musim kemarau. Kemudian di tahun 1998 pemuda wilayah tersebut menggagas mengenai pembangunan sumur air sungai bawah tanah dengan kolaborasi Mahasiswa KKN UGM. Pembangunan sumur tersebut berhasil bahkan surplus air dan dijual ke luar desa hingga membangun beberapa unit usaha (desa mart) dan simpan pinjam dari perolehan keuntungan yang dikelola oleh BUMDES. 

Selain cerita tersebut juga mengisahkan best practice pada Pemberdayaan Pembatik Giriloyo, Imogiri yang menjadi korban bencana tektonik 2006. PAR tersebut mengidentifikasi profil korban, kebutuhan, skema pendanaan dan bentuk partisipasi masyarakat yang terdampak. Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A. juga menceritakan PAR mempromosikan singkong untuk kedaulatan pangan di Indonesia yang menggunakan local asset based approach; access based approach; people centered development. Tak hanya itu, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A. juga menceritakan tradisi PRA di negara lainnya. Pada kuliah tersebut mahasiswa tampak antusias dengan melontarkan berbagai pertanyaan. 

[Humas FIB UGM, Penulis: Dewi W, Editor: Sandya Kirani]

SDGs 4; 6; 11; 16; 17

1…34567…45

Rilis Berita

  • Departemen Antropologi Melaksanakan Film Refugee Rohingya
  • Dua Dosen Baru Resmi Bergabung di Program Studi Antropologi
  • FIB UGM Luncurkan Buku Sejarah 80 Tahun Perjalanan Fakultas
  • FIB UGM Memasuki 8 Dekade, Perkuat Peran Humaniora dalam Membangun Peradaban
  • Dekan FIB UGM Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Internasionalisasi pada Dies Natalis ke-80 FIB UGM

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju