Pada tanggal 21–24 Juli 2025, Iva Hanani, S.S., M.A., dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM, sekaligus pengajar di King Sejong Institute (KSI) Yogyakarta, berkesempatan mengikuti “Konferensi Pengajar Bahasa Korea King Sejong Institute Foundation Tahun 2025” yang diselenggarakan di Hotel Shilla, Seoul, Korea Selatan.
Konferensi tahunan ini dihadiri oleh para pengajar bahasa Korea dari berbagai negara dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Korea secara global. Selama pelatihan, Bu Iva mengikuti berbagai sesi workshop dan diskusi mengenai pengajaran bahasa Korea sebagai bahasa asing.
Tidak hanya pelatihan akademik, peserta juga diajak untuk mengikuti kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari penguatan pemahaman konteks budaya Korea. Salah satu kegiatan menarik yang diikuti Bu Iva adalah pelatihan membuat bookmark (pembatas buku) dari jagae (자개), kerajinan tangan khas Korea berbahan dasar induk mutiara yang sarat nilai estetika dan filosofi.
Partisipasi dalam program ini menunjukkan komitmen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen serta memperluas jejaring akademik internasional. Diharapkan pengalaman ini dapat memperkaya metode pengajaran dan membawa dampak positif bagi proses pembelajaran di kelas.
(Sherina Azmi A.)



“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa diterima dalam program fast track S1–S2 di Universitas Gadjah Mada. Kesempatan ini menjadi awal baru lagi untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan memperdalam keilmuan di bidang yang saya tekuni. Proses seleksi yang cukup menantang membuat saya banyak belajar tentang ketekunan, konsistensi, dan pentingnya persiapan yang matang. Saya berterima kasih kepada dosen-dosen, teman-teman dan khususnya kepada orang tua saya yang selalu memberikan dukungan serta semangat selama proses ini.Buat teman-teman yang lagi berjuang, jangan takut ambil kesempatan ya!”
“Jujur, awalnya nggak nyangka bisa lolos Fast Track. Waktu daftar, sempat ragu juga, jadi ya semangatnya nothing to lose aja. Tapi Alhamdulillah, bersyukur banget bisa dapet kesempatan ikut seleksi dan akhirnya lolos. Terima kasih buat dosen-dosen dan pihak prodi yang udah mendukung proses seleksi dan pengembangan kami. Juga makasih banyak buat teman-teman atas dukungan dan doanya. Semoga ke depannya makin banyak mahasiswa yang termotivasi buat terus belajar dan berani ambil tantangan baru”
