Minggu, 17 Agustus 2025 – 4 Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM, Ataya Sasya Heradie (Bahasa dan Kebudayaan Korea 2024), Tabita Nada Kirana (Antropologi Budaya 2024), Andieni Ika Bela Safitri (Bahasa dan Sastra Indonesia 2024), Thiery Vincent Masarrang (Sastra Prancis 2024) tampil memukau di Istana Kepresidenan Yogyakarta bersama teman-teman UKM Marching Band UGM. Momen ini tentunya menjadi momen spesial karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Marching Band UGM tampil sebagai penampil Display pada acara Parade Senja di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Acara kali ini dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X dan para pemangku kebijakan di Yogyakarta.
Ataya Sasya dan rekan-rekannya sangat merasa terhormat bisa tampil di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Setelah bertahun-tahun Marching Band UGM tidak terlihat tampil di Istana Kepresidenan Yogyakarta, akhirnya pada tahun 2025 kesempatan itu datang kembali dan disambut dengan penuh kebanggaan.
Penampilan Marching Band UGM ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-80, tetapi juga wujud kontribusi mahasiswa dalam melestarikan seni, budaya, dan semangat kebangsaan. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memberikan ruang pengembangan bakat mahasiswa melalui kegiatan seni, serta SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pelestarian budaya dalam ruang publik.
Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, Marching Band UGM kembali menegaskan perannya sebagai duta seni kampus yang menginspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai persatuan dalam momentum kemerdekaan Indonesia.
[Humas FIB UGM. Alma Syahwalani]





“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa diterima dalam program fast track S1–S2 di Universitas Gadjah Mada. Kesempatan ini menjadi awal baru lagi untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan memperdalam keilmuan di bidang yang saya tekuni. Proses seleksi yang cukup menantang membuat saya banyak belajar tentang ketekunan, konsistensi, dan pentingnya persiapan yang matang. Saya berterima kasih kepada dosen-dosen, teman-teman dan khususnya kepada orang tua saya yang selalu memberikan dukungan serta semangat selama proses ini.Buat teman-teman yang lagi berjuang, jangan takut ambil kesempatan ya!”
“Jujur, awalnya nggak nyangka bisa lolos Fast Track. Waktu daftar, sempat ragu juga, jadi ya semangatnya nothing to lose aja. Tapi Alhamdulillah, bersyukur banget bisa dapet kesempatan ikut seleksi dan akhirnya lolos. Terima kasih buat dosen-dosen dan pihak prodi yang udah mendukung proses seleksi dan pengembangan kami. Juga makasih banyak buat teman-teman atas dukungan dan doanya. Semoga ke depannya makin banyak mahasiswa yang termotivasi buat terus belajar dan berani ambil tantangan baru”
