Mahasiswa Program Studi Sastra Arab UGM mengikuti mata kuliah Kewirausahaan dan Pengembangan Diri dengan tema “Peluang Kewirausahaan Berbasis Kearaban” bersama Kuwat Prasetya S.S. selaku dosen tamu pada 14 September 2026. Dalam sesi tersebut, Kuwat menjelaskan pentingnya memetakan dan merencanakan impian, kemudian menuangkannya ke dalam sistem dan habit sebagai bentuk komitmen dan konsistensi dalam merealisasikannya. Ia juga menekankan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang dapat memberikan dampak yang signifikan. Hal tersebut disampaikannya dengan merujuk pada esensi buku Atomic Habits.
Setelah membangun kesadaran mahasiswa Sastra Arab mengenai pentingnya membangun sistem dan habit untuk mencapai impian masa depan, Kuwat kemudian mengarahkan pembahasan pada pentingnya kompetensi bahasa Arab serta prospek kerja yang dapat dikembangkan melalui kemampuan tersebut. Menurutnya, kemampuan bahasa Arab semakin dibutuhkan di dunia kerja, terutama apabila didukung dengan kemampuan berbahasa Inggris.
“Jangan datang hanya saat membutuhkan pekerjaan. Datanglah membawa value,” ujarnya.
Kuwat menjelaskan bahwa value lulusan Sastra Arab tidak hanya dilihat dari nilai akademik dalam ijazah, tetapi juga dari kompetensi yang dimiliki, khususnya kemampuan berbahasa Arab. Menurutnya, kemampuan bahasa Arab tidak terbatas pada bahasa Arab fusha, tetapi juga perlu mencakup bahasa Arab amiyah yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Ia mendorong mahasiswa untuk mulai menguasai amiyah, khususnya amiyah Saudi bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang haji dan umrah. Penguasaan amiyah dinilai dapat membantu seseorang berkomunikasi lebih dekat dengan masyarakat Arab sekaligus memahami konteks budaya dan keseharian mereka.
Selain bidang haji dan umrah, Kuwat juga memaparkan sejumlah prospek karier yang dapat dikembangkan oleh lulusan Sastra Arab, di antaranya diplomasi, bisnis dan perdagangan, hospitality, penerjemahan, digital media, serta pendidikan atau Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
“Bangun identitas, bukan hanya target,” tutur Kuwat.
Melalui perkuliahan ini, mahasiswa Sastra Arab diharapkan tidak hanya mampu memetakan impian dan prospek karier masa depan, tetapi juga memahami kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh dari pemateri diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mulai mengambil langkah nyata, membangun habit produktif, dan mengeksekusi tujuan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar menjadi abstraksi dalam pikiran.
Penulis: Hashifa Zara Ahfiyani


