Pada 3 September 2026, Prof. Tania Li dari National University of Singapore membagikan pengalamannya mengenai proses penulisan dalam kuliah umum Departemen Antropologi UGM bertajuk “Figuring Out Master Narrative in Writing Project” di Auditorium gedung Poerbatjaraka FIB UGM. Sesi yang berlangsung selama 120 menit ini mengajak peserta berefleksi atas metode penulisan sekaligus mengevaluasi berbagai hambatan yang kerap muncul. Sesi dibuka dengan latihan interaktif ketika peserta diminta menceritakan proyek tulisan yang sedang dikerjakan kepada rekan di sebelahnya. Kebingungan saat menyampaikan cerita tersebut justru menjadi petunjuk awal bahwa narasi yang hendak disampaikan belum terformulasi dengan jernih.
Prof. Tania menjelaskan bahwa sebuah proyek penulisan yang berhasil selalu berlandaskan pada narasi utama atau pesan kunci yang jelas. Meski demikian, merumuskan pesan tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri. Narasi yang kuat umumnya menyimpan teka-teki mendasar di intinya, yang memikat pembaca dengan janji untuk membedah hal-hal yang belum terjelaskan. Dalam konteks ini, teori berperan penting untuk mengurai teka-teki tersebut sekaligus menempatkan tulisan dalam lanskap literatur yang lebih luas tanpa mengabaikan fokus pada konteks spesifik penelitian. Selain itu, penceritaan yang efektif akan menghidupkan argumen dan menjaga keterikatan pembaca. Pada akhirnya, memahami serta membayangkan target pembaca menjadi langkah kunci dalam menyusun narasi yang utuh dan memikat.
Penulis: Daiva Keefe Kalimasadha

