Ciamis, 25 April 2026 – Dua dosen dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Departemen Antarbudaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Stedi Wardoyo, S.S., M.A. dan Dr. Sri Pangastoeti, M.Hum., menjadi pemateri dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan di Universitas Islam Darussalam (Unida) dan Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis.
Kegiatan yang mengangkat tema “Agama dan Moralitas dalam Masyarakat Jepang” tersebut berlangsung di Ruang Sidang 208 Universitas Islam Darussalam pukul 10.34 hingga 12.11 WIB dan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta pelajar dari Universitas Islam Darussalam dan Pondok Pesantren Darussalam.
Dalam pemaparannya, Dr. Stedi Wardoyo dan Dr. Sri Pangastoeti mengkomparasikan nilai-nilai keagamaan di Indonesia, khususnya Islam, dengan nilai-nilai moral berbasis sosial di Jepang, seperti pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Keduanya juga mengajak audiens untuk merefleksikan perbedaan antara kedua sistem moralitas tersebut, terutama pada tataran praktik kehidupan sehari-hari.
Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 37 menit tersebut menyoroti adanya persamaan antara kedua moralitas pada level konsep, namun menunjukkan disparitas dalam penerapannya di kehidupan sosial. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan, khususnya terkait berbagai kasus nyata yang menunjukkan kesenjangan antara nilai moral dan praktik sosial, seperti pencurian, korupsi, dan persoalan sosial lainnya.
Bersama para peserta, narasumber juga mendiskusikan dampak serta keberlanjutan persoalan yang muncul akibat ketidaksesuaian antara moralitas dan praktik sosial tersebut. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema lintas budaya yang diangkat.
Kegiatan PkM ini menjadi bentuk nyata kontribusi UGM dalam menyebarluaskan wawasan lintas budaya kepada sivitas akademika, pelajar, dan masyarakat di daerah. Dr. Stedi Wardoyo menyampaikan harapannya agar perbandingan tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi audiens dalam memahami moralitas individu secara lebih mendalam. Sementara itu, Dr. Sri Pangastoeti berharap agar pemahaman mengenai moralitas tidak berhenti pada tataran personal, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi membawa dampak positif bagi individu, keluarga, bangsa, dan negara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada kedua pemateri oleh pihak Universitas Islam Darussalam dan Pondok Pesantren Darussalam sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan wawasan yang telah dibagikan.
Penulis: Ahmad Affandy Ainurridho Zulkifli
Editor: Barra Taura Nursaid





