Yogyakarta, 20 Juli 2026 — Pada Senin, 20 Juli 2026, Program Studi Pengkajian Amerika Fakultas Ilmu Budaya UGM menggelar kuliah umum bertajuk Amerika, Konflik di Timur Tengah, dan Implikasi Bagi Indonesia: Dinamika Geopolitik, Kepentingan Amerika, dan Peluang Strategis bagi Indonesia. Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Wajid Fauzi, M. PM. selaku pemateri. Saat ini ia merupakan mahasiswa S3 Pengkajian Amerika dan akan lulus pada 22 Juli mendatang. Ia juga merupakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk RI di Yaman (2012-2016) dan Suriah (2019-2025).
Kuliah umum ini mencakup pembahasan mengenai kawasan Timur Tengah sebagai salah satu kawasan yang telah menjadi pusat perhatian untuk dikaji politik internasionalnya, peran Amerika di sana, dan implikasi yang strategis bagi kepentingan Indonesia. Kuliah tamu dibuka oleh Dr. Achmad Munjid, M.A., Ph.D., selaku pengajar di Prodi Pengkajian Amerika. Ia menyampaikan bahwa menjadi hal penting bagi publik untuk menyadari betapa besarnya pengaruh konflik yang terjadi antara Amerika dengan Timur Tengah saat ini bagi Indonesia. Hal tersebut menjadi alasan pula mengapa kuliah umum ini digelar.
Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Wajid Fauzi. Ia mengajak partisipan untuk meninjau kembali Timur Tengah secara utuh, yang bukan hanya melalui perang dan konfliknya, melainkan juga lapisan-lapisan di baliknya. Terdapat jalur energi, jalur perdagangan, dan rivalitas kekuatan regional, dan persaingan negara-negara besar yang berkepentingan di wilayah tersebut.
Dr. Wajid Fauzi menyampaikan bahwa Timur Tengah bukan hanya sebagai wilayah konflik, melainkan sebagai ruang geopolitik tempat bertemunya kepentingan global, kontestasi kekuasaan, perebutan legitimasi internasional. “Geopolitik mengajarkan pada kita bahwa geografi bukan hanya bicara tentang letak suatu negara, atau wilayah suatu kawasan, tetapi faktor yang membentuk distribusi kekuasaan, kepentingan ekonomis, strategi militer, dan bahkan bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara lain terhadap wilayah tersebut,” tegasnya. Ia menyimpulkan bahwa dengan kata lain, geografi bukanlah suatu hal yang netral melainkan sumber keunggulan.
Konflik di Timur Tengah juga memiliki dampak bagi Indonesia, seperti terhadap politik luar negeri, perlindungan WNI, ketahanan energi, perdagangan, ketahanan pangan, dan keamanan nasional. Indonesia diharapkan tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif serta berperan sebagai bridge builder atau jembatan diplomasi dalam menjaga perdamaian internasional.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]




