Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), berkolaborasi dengan Program Studi Konservasi Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Yogyakarta, dan Technische Universität (TU) Wien, Austria, menyelenggarakan lokakarya “Dari Tugu hingga Panggung Krapyak: Bercerita tentang Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk Anak-Anak” pada 1–2 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 709, Gedung Soegondo, FIB UGM, ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai warisan budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta kepada anak-anak melalui cerita yang kreatif dan interaktif.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari keempat lembaga kolaborator, yaitu Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM; Dr. Prima Dona Hapsari, M.Hum., Ketua Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta; Nano Warsono, M.Sn., dari ISI Yogyakarta; Drs. Aryanto Hendro Suprantoro, Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta; serta Ulrike Herbig, Dipl.-Ing., Dr., dari TU Wien, Austria. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif sastra, seni, pengelolaan kawasan warisan budaya, dan kajian akademik untuk mengembangkan cara penyampaian nilai-nilai budaya yang sesuai dengan dunia anak.
Sumbu Filosofi Yogyakarta tidak hanya terdiri atas bangunan dan kawasan bersejarah, tetapi juga mengandung nilai filosofis serta pengetahuan budaya yang penting diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan bercerita, nilai-nilai tersebut diolah menjadi narasi yang lebih dekat dengan pengalaman anak. Tokoh, dongeng, wayang, lagu, dan permainan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu anak mengenal sekaligus memahami makna Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan cara yang menyenangkan.
Dalam lokakarya ini, mahasiswa bidang sastra anak dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM terlibat dalam pengembangan cerita dan praktik bercerita. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta berkontribusi melalui pengembangan properti dan media visual interaktif untuk mendukung penyampaian cerita. Kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan kreatif dalam memperkenalkan warisan budaya kepada anak-anak.
Rangkaian kegiatan berlanjut melalui pameran dalam agenda JWHF pada 29 September 2026 di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM turut bertugas mendampingi dan menjaga stan pameran sekaligus memperkenalkan Sumbu Filosofi Yogyakarta melalui cerita yang dilisankan secara langsung kepada pengunjung. Penyampaian cerita secara lisan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan nilai-nilai filosofis dan sejarah Sumbu Filosofi kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya melalui partisipasi generasi muda.
Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran budaya yang kreatif dan inklusif, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola kawasan warisan budaya.
Penulis: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia
