Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pionir Kampung Budaya pada Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian Pionir Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pengenalan lingkungan fakultas bagi Mahadaya 2026 sekaligus memperkenalkan berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di FIB UGM.
Salah satu kegiatan yang turut mewarnai pembukaan Pionir Kampung Budaya 2026 adalah penampilan Gamelan Sastra Nusantara (Gamasutra). Sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang tergabung dalam Gamasutra berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui penampilan karawitan. Gamasutra merupakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap seni karawitan serta ingin mempelajari dan mengembangkan kemampuan dalam memainkan gamelan.
Alunan gamelan Gamasutra mengiringi pembukaan Pionir Kampung Budaya 2026 dan menyambut kedatangan para Mahadaya. Penampilan tersebut juga mengiringi kehadiran Ketua Pionir Kampung Budaya 2026, Presiden Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) 2026, Dekan FIB UGM beserta jajaran, serta para ketua program studi di lingkungan FIB UGM. Kehadiran Gamasutra menjadi bagian dari rangkaian acara yang memperkenalkan kehidupan fakultas kepada mahasiswa baru melalui pengalaman seni dan budaya.
Penampilan Gamasutra berlanjut pada prosesi peresmian Pionir Kampung Budaya 2026. Keterlibatan mahasiswa dalam prosesi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyambutan mahasiswa baru tidak hanya berlangsung melalui pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas seni dan budaya di lingkungan fakultas.
Bagi Gamasutra, keterlibatan dalam Pionir Kampung Budaya menjadi salah satu ruang untuk mempraktikkan kemampuan karawitan sekaligus memperkenalkan seni gamelan kepada mahasiswa baru. Sementara bagi Mahadaya 2026, penampilan tersebut menjadi bagian dari pengalaman awal dalam mengenal kehidupan kemahasiswaan di FIB UGM, termasuk berbagai wadah pengembangan minat dan kegiatan seni yang dapat diikuti selama masa studi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FIB UGM dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, keterampilan, dan pengalaman berkesenian. Sebagai lingkungan akademik yang mempelajari bahasa, sastra, dan budaya, FIB UGM memandang kegiatan seni dan budaya sebagai bagian yang dapat melengkapi pengalaman pendidikan mahasiswa di luar pembelajaran di ruang kelas. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui pengembangan pengalaman dan potensi mahasiswa serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan fakultas.
Melalui Pionir Kampung Budaya 2026, keterlibatan Gamasutra mempertemukan proses pengenalan mahasiswa baru dengan praktik seni yang dijalankan oleh mahasiswa FIB UGM. Bagi Mahadaya 2026, pengalaman tersebut menjadi bagian dari awal perjalanan mereka dalam mengenal lingkungan fakultas, termasuk ruang-ruang yang memungkinkan mereka untuk belajar, berkarya, dan terlibat dalam kehidupan kemahasiswaan di FIB UGM.
Penulis : Haryo Untoro
Editor : Haryo Untoro


