Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) UGM melalui Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang (HIMAJE) menyelenggarakan acara Bunkasai 2025 bertema “Natsu no Bunkasai”, sebuah festival kebudayaan ala sekolah di Jepang yang dilaksanakan dalam dua hari. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara yang menghadirkan pengalaman budaya Jepang secara langsung melalui penampilan panggung, perlombaan, stand-stand interaktif, karaoke, hingga bazar, sehingga pengunjung dapat menikmati festival dengan suasana yang lebih imersif dan meriah.
Bunkasai dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 14–15 November 2025, bertempat di beberapa titik utama Fakultas Ilmu Budaya UGM, yakni Plaza Margono, Auditorium, dan Greenland. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan open gate di Greenland, dilanjutkan pembukaan serta sambutan, kemudian ditutup dengan penampilan panggung yang membangun atmosfer kemeriahan festival. Salah satu sorotan hari pertama adalah penampilan oleh HIKARI, yang menjadi pembuka rangkaian hiburan sekaligus menghidupkan suasana menjelang dibukanya bazar.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan lomba di Gedung Soegondo, kemudian dilanjutkan perlombaan seperti cerdas cermat, Mobile Legends, dan catur. Setelah itu, pengunjung juga dapat mengikuti lomba-lomba lain seperti pidato, dokkai (membaca teks Jepang), dan presentasi, yang menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang.
Pada sore hingga malam hari kedua, festival kembali dipusatkan di Greenland dengan suasana yang semakin meriah melalui pembukaan bazar dan pengumuman lomba, disusul dengan penampilan dari komunitas internal seperti HIGAKU dan DAIJI. Setelah sesi pameran dan mini games, kegiatan dilanjutkan dengan karaoke bersama sebagai penutup yang paling ditunggu, sekaligus memperkuat kesan bahwa Bunkasai adalah ruang ekspresi dan kebersamaan.
Acara Bunkasai 2025 menunjukkan bagaimana mahasiswa BKJ UGM tidak hanya mempelajari bahasa dan budaya Jepang dalam ruang kelas, tetapi juga mampu menghidupkannya dalam bentuk festival yang terbuka, interaktif, dan kolaboratif. Melalui kombinasi performa, kompetisi, bazar, dan aktivitas kreatif, Bunkasai menjadi salah satu kegiatan yang menunjukkan kuatnya dinamika komunitas mahasiswa BKJ UGM, sekaligus menjadi media pengenalan budaya Jepang yang lebih dekat dan menyenangkan bagi khalayak yang lebih luas.
[Sastra Jepang, Barra Taura Nursaid]

