• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • SDGs 4: Quality Education
  • SDGs 4: Quality Education
  • hal. 26
Arsip:

SDGs 4: Quality Education

Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum. Raih Gelar Doktor Bidang Kajian Linguistik

Rilis Berita Selasa, 4 Februari 2025

Yogyakarta, 3/2/2025 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada menggelar sidang terbuka program doktor pada Senin, 3 Februari 2025 di Ruang Multimedia Gedung Margono lantai 2. Pada kesempatan kali ini, Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum., Mahasiswa Program Studi S3 Ilmu-Ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dengan bidang kajian linguistik yang juga merupakan dosen di Program Studi  Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang, mengangkat disertasi dengan topik “Analisis Wacana Humor Etnik di Indonesia: Studi terhadap Delapan Kelompok Etnik”.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum. bertujuan untuk menganalisis wacana humor etnik di Indonesia dengan mendeskripsikan jenis, bentuk, struktur, dan penggunaan bahasanya, serta menjelaskan ideologi dan fungsi sosialnya dalam masyarakat multikultural. Beliau mengungkapkan bahwa upaya untuk mengungkap makna ideologis suatu humor tidaklah sederhana karena bagaimana humor membentuk pengetahuan, sikap, dan praktik sosial suatu masyarakat dapat berbeda satu sama lain bergantung pada preferensi personal dan pengaruh lingkungan atau konteks lainnya.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. sebagai pimpinan sidang. Sidang digelar dengan sesi uji disertasi di mana terdapat berbagai pertanyaan dari setiap promotor yang hadir dalam sidang tersebut. Salah satu promotor, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A., mengawali sesi uji disertasi dengan pertanyaan terkait adanya humor yang diibaratkan sebagai pisau bermata dua di mana humor dapat membawa keceriaan, tetapi juga dapat membawa kesedihan hingga kemurkaan apabila penerima humor merasa sakit hati atas humor yang ditujukan kepada dirinya.

Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, dalam disertasinya, Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum. mengungkapkan bahwa para pencipta dan pengguna humor hendaknya lebih jeli dalam menciptakan dan menggunakan humor agar tidak semakin memperkuat nilai-nilai yang tidak adil, misalnya marginalisasi dan diskriminasi. Sebaliknya, para pencipta dan pengguna humor dapat menggunakan humor etnik untuk membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa multietnik yang harus saling menghormati.

Dalam keputusan akhir sidang, Surahmat, S.Pd., M.Hum. resmi menyandang gelar doktor dalam bidang kajian lingustik Program Studi S3 Ilmu-Ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Selamat kepada Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum.! Semoga dengan penelitiannya dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk pengembangan ilmu pengetahuan terhadap kajian humor dan linguistik

[Humas FIB UGM, Muhammad Ebid El Hakim]

Kuliah Metodologi dengan Professor Sabine Troeger

HEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Kamis, 10 Oktober 2024

Departemen Antropologi Universitas Gadjah Mada mengundang Professor Emeritus Sabine Troeger dari Universitas Bonn untuk mengampu mata kuliah metodologi penelitian. Beliau merupakan pengajar sekaligus praktisi dengan pengalaman puluhan tahun dalam studi pembangunan dan perubahan iklim. Salah satu kontribusi pentingnya adalah keterlibatan dalam penyusunan dan pelaksanaan program-program Badan Kerjasama Internasional Jerman (GIZ) di Afrika dan Asia. Perkuliahan ini berlangsung selama 14 pertemuan pada bulan September 2024, diikuti oleh mahasiswa sarjana dan pascasarjana Antropologi. Kuliah umum ini juga berfungsi sebagai pembekalan bagi mahasiswa S1 yang terpilih mengikuti Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024.

Mahasiswa mendapat kesempatan untuk mendalami pengaplikasian metode pemberdayaan masyarakat (Participatory Methods), yang sering digunakan dalam program-program pemberdayaan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan beberapa alat seperti diagram venn, diagram laba-laba, dan matriks kesejahteraan untuk memahami penggunaannya dalam pengumpulan data lapangan. Pada paruh kedua perkuliahan, mahasiswa juga mempresentasikan referensi dari pemikir seperti Jurgen Habermas, Foucault, dan Robert Chambers guna menunjang penerapan teori dalam penelitian masing-masing.

Meskipun perkuliahan dilaksanakan secara blok dengan beberapa pertemuan berturut-turut, antusiasme peserta tetap terjaga berkat metode pengajaran yang bervariasi dan mendorong partisipasi aktif. Professor Sabine Troeger mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengajar dan menyaksikan semangat mahasiswa dalam perkuliahan ini. Sebagai penutup, beliau mengundang para mahasiswa untuk makan malam bersama dan berbincang santai mengenai ketertarikan mereka dalam penelitian di masa depan. Harapannya, melalui kegiatan ini, pendidikan berkualitas sesuai dengan tujuan SDG 4 dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan SDG 17 dapat tercapai.

[Unit Humas FIB UGM, Penulis: Novilatul Ananda R, Penyunting: Aldiza]

Kemant Menyapa: Mengenalkan Antropologi kepada Generasi Baru

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGSSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Kamis, 10 Oktober 2024

Pada hari Rabu, 18 September 2024 yang lalu, divisi Hubungan Luar dari Keluarga Mahasiswa Antropologi (Kemant) melaksanakan program kerja Kemant Menyapa, yang melibatkan siswa-siswa dari berbagai SMA di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan program studi Antropologi Budaya kepada siswa-siswi SMA kelas 12 yang masih mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang perguruan tinggi tahun depan. Siswa-siswi yang mengikuti acara ini adalah campuran dari penjuruan IPS, Bahasa dan Budaya, serta MIPA. Terdapat hampir lima puluh pelajar yang hadir ke Auditorium Lantai 7 Gedung R. Soegondo untuk mengikuti promosi program studi ini. Para siswa-siswi ini berasal dari SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Negeri 9 Yogyakarta, SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Negeri 11 Yogyakarta, serta MA Negeri 2 Yogyakarta.

Rangkaian acara Kemant Menyapa ini dimulai dengan pengenalan tentang program studi Antropologi Budaya oleh anggota divisi Hubungan Luar (Hulu) Kemant. Para siswa-siswi mendapatkan pemaparan tentang apa saja yang akan dipelajari di jurusan Antropologi Budaya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Antropologi Budaya, serta kesempatan-kesempatan yang tersedia bagi para mahasiswa Antro. Ini mencakup kegiatan seperti riset tandem bersama universitas luar negeri, kegiatan penelitian lapangan, hingga program summer school yang juga berkolaborasi dengan universitas mancanegara. Para anggota Hulu Kemant juga menjelaskan lebih spesifik tentang divisi mereka di Kemant, termasuk program-program kerja yang dilaksanakan. Dengan demikian, para siswa-siswi peserta Kemant Menyapa juga dapat lebih mengenal organisasi Kemant.

Setelah penjelasan dari Kemant, sesi berikutnya diisi oleh Dr. Realisa D. Masardi, M.A.. Di awal, Mbak Lisa menjelaskan tentang apa sih itu ilmu Antropologi sebenarnya? Karena kebanyakan siswa-siswi yang mengikuti Kemant Menyapa tidak mendapatkan mata pelajaran antropologi di SMA, Mbak Lisa memulai penjelasan tentang antropologi dengan membandingkannya dengan sosiologi, yang lebih familiar dengan para siswa-siswi. Selain menjelaskan mengenai apa yang menjadi fokus dalam bidang ilmu antropologi, Mbak Lisa juga menjelaskan tentang metode-metode apa saja yang digunakan oleh antropolog, serta output apa yang dihasilkan oleh riset secara antropologis. Mbak Lisa juga menjelaskan peluang-peluang kerja yang dapat diraih oleh seorang lulusan Antropologi. 

Tak hanya itu, Mbak Lisa juga menceritakan pengalaman-pengalamannya selama menjadi seorang antropolog selama ini. Sebagai alumni Antropologi Budaya UGM juga semasa S1, Mbak Lisa bercerita tentang apa saja yang beliau lakukan saat masih mahasiswa. Melalui pendidikan di Antropologi UGM, Mbak Lisa kemudian mulai tertarik untuk mendalami isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan migrasi. Setelah menempuh pendidikan pascasarjana, beliau kembali ke UGM untuk menjadi pengajar. Mbak Lisa juga menceritakan pengalaman-pengalamannya selama riset, salah satunya dengan imigran-imigran semasa di Thailand.

Setelah itu, para siswa menonton picture story tentang kegiatan-kegiatan mahasiswa Antropologi Budaya. Selain riset-riset yang dijelaskan oleh Kemant di sesi sebelumnya, ditunjukkan juga sepak terjang Antropologi Budaya ketika acara Anthrofest, Wayang Antro, dan Berkawant, yang dilaksanakan dalam kurun waktu setahun belakangan. Para siswa-siswi juga bermain games yang mengukur seberapa dalam pemahaman mereka tentang pemaparan yang telah dilakukan selama acara berlangsung. Nampak terdapat siswa-siswi sangat penuh dengan semangat, nampaknya akan segera menyusul menjadi anggota mahasiswa Antropologi Budaya di tahun ajaran yang akan datang. Dengan diadakannya acara seperti Kemant Menyapa ini, diharapkan pemahaman siswa-siswi di tingkat SMA tentang antropologi akan meningkat, sehingga makin banyak yang berminat bergabung untuk belajar bersama di Antropologi UGM.

Menyoroti Kembali Timor Timur: Bagaimana Mengajarkan Sejarah Timor Timur di Indonesia?

HEADLINEHEADLINERilis BeritaSDGs 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan Yang TangguhSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Kamis, 10 Oktober 2024

Departemen Sejarah UGM kembali menggelar kuliah umum bertajuk “Bagaimana Mengajarkan Sejarah Timor Timur di Indonesia” pada Selasa (9/10). Dalam kuliah ini, Prof. Dr. Asvi Marwan Adam, sejarawan dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bertindak sebagai pemateri utama. Tujuan dari kuliah umum ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang sejarah Timor Timur yang sering kali disampaikan secara terbatas atau bias. 

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Departemen Sejarah UGM, Dr. Abdul Wahid, yang menyampaikan bahwa tema ini menarik karena membahas mantan provinsi Indonesia yang jarang dikaji secara serius oleh akademisi maupun masyarakat umum. 

“Ini (Timor Timur) adalah tetangga dekat kita, namun sayangnya sangat sedikit orang Indonesia yang mengkaji sejarahnya secara mendalam,” ungkap Abdul Wahid.

Dalam sesi materi, Prof. Dr. Asvi Marwan Adam menyampaikan bahwa alasan mengapa beliau sangat tertarik dengan sejarah Timor Timur ini dimulai dari fakta bahwa sejarah Timor Timur hilang dalam pengajaran sejarah. 

“Dengan terpilihnya Prabowo sebagai presiden dan terpilihnya beberapa orang menteri yang pernah bertugas di Timor Timur. Apakah hal itu akan menjadi kendala di dalam penulisan sejarah di dalam pengajaran sejarah mengenai Timor Leste? Apakah sejarah yang ditulis atau diajarkan itu harus sesuai dengan mereka yang sekarang sedang berkuasa di Indonesia dalam arti kekerasan kekerasan sejarah itu akan ditutup apabila akan dilakukan oleh pihak militer Indonesia?”

Ia menegaskan bahwa menulis sejarah Timor Timur sangatlah kompleks, terutama karena berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi di sana. Hal ini tercermin dalam banyaknya karya film, buku, novel, dan memoar yang mengangkat topik tersebut. Materi yang disampaikan Prof. Asvi memicu diskusi yang sangat aktif, dengan audiens yang antusias mengajukan pertanyaan dalam dua sesi diskusi.

 

Melalui panel diskusi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pemahaman yang mendalam tentang sejarah Timor Timur sangat penting untuk disampaikan secara objektif dan terbuka dalam pendidikan di Indonesia. Memahami peristiwa-peristiwa sejarah di Timor Timur akan membantu masyarakat Indonesia melihat masa lalu dengan perspektif yang lebih luas dan memahami dampaknya terhadap hubungan regional serta isu kemanusiaan. Dengan mempelajari sejarah ini, generasi muda dapat lebih kritis terhadap intervensi politik dalam penulisan sejarah dan lebih menghargai pentingnya keadilan serta proses rekonsiliasi.

Panel diskusi selengkapnya dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=JOVgP2mM_yw&t=1319s

[Unit Humas FIB UGM: Aldiza, Foto: Adnan, Putu]

Juara Umum Berhasil Diraih oleh Universitas Gadjah Mada dalam Sarasehan Nusantara XI Imbasadi

Rilis BeritaSDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai TujuanSDGs 4: Pendidikan Berkualitas Senin, 3 Juni 2024

Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara umum dalam perhelatan Sarasehan Nusantara XI Imbasadi. Sarasehan Nusantara XI diselenggarakan di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja (STAH N Mpu Kuturan Singaraja) pada 17-19 Mei 2024 secara luring.  Acara yang berlangsung selama tiga hari ini mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika: Harmony in Diversity” dengan memuat berbagai acara, seperti berbagai perlombaan, seminar lontar, hingga pada puncak acara berupa malam penganugerahan dan pemilihan Putra dan Putri Imbasadi 2024.

Perlombaan yang diadakan selama Sarasehan Nusantara XI cukup beragam. Terdapat enam (6) perlombaan, antara lain Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN), pemilihan Putra dan Putri Imbasadi 2024, lomba tipografi nasional, lomba musikalisasi puisi, lomba poster kebudayaan, dan video dokumenter budaya.

Kontingen Universitas Gadjah Mada yang diwakili oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengirimkan delapan (8) mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Delapan (8) mahasiswa tersebut di antaranya  Bima Muslih Wicaksono (angkatan 2022) sebagai ketua delegasi, Haryo Untoro (angkatan 2022), Muhammad Siswoyo (angkatan 2022), Kintan Dewinta Putri (angkatan 2022), Ganes Larasati (angkatan 2023), Meifiri Arini Pitaloka (angkatan 2023), Muhamad Rafi Nur Fauzy (angkatan 2023), dan Rafif Wicaksono (angkatan 2023).

Setelah mengikuti serangkaian acara, delegasi Universitas Gadjah Mada membawa kabar gembira dengan mendapatkan beberapa nominasi juara dalam beberapa lomba, yaitu:

  • Juara 1 Lomba Poster Kebudayaan – Meifira Arini Pitaloka

Lomba Poster Kebudayaan menggambarkan keberagaman latar belakang masyarakat Indonesia, yaitu suku bangsa, agama, dan ras, yang hidup dengan harmonis.

  • Runner-up 1 Putri Imbasadi 2024 – Ganes Larasati

Pemilihan Putra dan Putri Imbasadi melalui seleksi yang ketat, mulai dari pemberkasan, uji minat bakat, public speaking, hingga tahap grand final. Setelah melalui rangkaian proses yang panjang, Ganes Larasati berpasangan dengan Reidha Prastya dari Universitas Sebelas Maret Prodi Sastra Daerah  diberi amanah sebagai Runner-up 2.

  • Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional – Haryo Untoro dan Muhammad Siswoyo

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang ditulis memuat judul Representasi Harmoni Jagat dalam Syair Drojogan Wayang Kulit Jawa Timuran Subgagrag Surabaya. Penelitian ini mengangkat objek material berupa syair Drojogan, sebuah suluk atau sulukan yang ditembangkan seorang dalang sebelum wayang kulit Jawa Timuran subgaya Surabaya ini dimulai. Pengungkapan gaya bahasa pada syair Drojogan yang memuat penggambaran dari sarana, media, dan pelaku pergelaran wayang kulit serta pelestariannya menjadi titik berat dari Karya Tulis Ilmiah ini.

  • Juara 3 Lomba Tipografi Nasional – Muhamad Rafi Nur Fauzy

Lomba Tipografi Nasional berupa lukisan rumah adat Jawa, yaitu Joglo, yang dihiasi dengan tulisan aksara Jawa yang indah dan presisi.

  • Juara Umum Sarasehan Nusantara XI – Universitas Gadjah Mada

Selain empat perlombaan di atas, Universitas Gadjah Mada dinobatkan sebagai juara umum dalam kegiatan Sarasehan Nusantara XI Imbasadi.

Tercapainya pencapaian tersebut tidak terlepas dari semangat mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, FIB, UGM, dalam mengangkat, mengapresiasi, melestarikan, dan menyemarakkan ragam budaya yang hidup di Indonesia dalam sebuah ikatan harmoni. Dengan penyelenggaraan Sarasehan Nusantara XI dan gelar juara yang diperoleh, diharapkan dapat memantik semangat para mahasiswa untuk terus menjaga dan mengangkat warisan budaya yang ada serta dapat mempererat jalinan relasi antar mahasiswa program studi sastra daerah se-Indonesia.

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada segenap pihak yang berperan serta dalam mendukung dan menyelenggarakan acara ini. Kami juga memohon dukungan dan doa restu agar kegiatan Temu Budaya Nusantara XXX yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Indonesia beragam, Imbasadi menyatukan 

Penulis: Haryo Untoro

1…2425262728…49

Rilis Berita

  • Soe Tjen Marching Hadir di FIB UGM, Novel “Dari Dalam Kubur” Picu Diskusi Hangat
  • Setu Sinau: Menghidupkan Kembali Aksara Jawa di Tengah Masyarakat
  • Perkuat Kompetensi, Sastra Arab UGM Buka Mata Kuliah Bahasa Arab Amiyah Saudi
  • Pameran “Pusaka Kata” Hadirkan Kolaborasi Lintas Ilmu untuk Menghidupkan Warisan Naskah Nusantara
  • Terbitan Baru Lembaran Antropologi: Seni, Pertunjukan dan Dekolonisasi Pengetahuan

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju