Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada merayakan kebersamaan lewat agenda tahunan Hari Keluarga yang digelar meriah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Agenda tahunan ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FIB, jajaran dosen dan tenaga kependidikan beserta keluarga masing-masing, mahasiswa, hingga para dosen purna tugas. Hari Keluarga menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh elemen sivitas akademika FIB UGM.
Pagi hari diawali dengan kegiatan Culture Run yang terbagi dalam tiga kategori lintasan, yakni 8K, 5K, dan heritage walk 3K. Kibaran bendera start diresmikan langsung oleh Dekan FIB UGM, Prof. Setiadi, M.A., Ph.D., yang menandai Culture Run di sekitar kawasan kampus UGM.
Kemeriahan tak berhenti di garis finish. Setelah melepas penat dari rute lari, seluruh peserta diajak bergerak bersama lewat penampilan flashmob Cakra Budaya yang ditarikan oleh para peserta. Suasana panggung juga dimeriahkan oleh hiburan nyanyian dari Paramadaya serta penampilan dari Sastro Moeni yang sukses menghibur para audiens.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi makan siang bersama yang hangat, menciptakan ruang bertukar sapa antargenerasi. Sebagai penutup yang paling dinanti, panitia membagikan ragam doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengumuman pemenang FIBBI (Festival Internasional Berbahasa dan Budaya Indonesia). Ada 5 kategori lomba yang diselenggarakan yakni lomba esai, lomba pantun, lomba foto, lomba video, dan lomba cerita lucu. Lomba ini diikuti oleh 76 peserta dari 21 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia, yakni Timor Leste, Taiwan, Kenya, Papua Nugini, Sudan, Madagaskar, Mesir, Tiongkok, Gambia, Pakistan, Australia, Jepang, Vanuatu, Nigeria, Amerika Serikat, Guinea Bissau, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Rusia, hingga Azerbaijan.
Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FIB UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Lewat kegiatan olahraga lari dan jalan sehat, acara ini berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Rangkaian pentas seni budaya mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui pemeliharaan warisan budaya, serta ruang kumpul lintas generasi ini menguatkan kemitraan internal sesuai SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]



