• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 2
Arsip:

Rilis Berita

Menjaga Tradisi Batik Yogyakarta melalui Karya Aji Setyowijaya, Alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

Rilis Berita Senin, 3 Agustus 2026

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah dalam pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra, maupun budaya Jawa. Salah satunya ialah Aji Setyowijaya, alumni angkatan 2008 yang kini menekuni dunia batik sebagai pengrajin batik khas Yogyakarta.

Tim Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa berkesempatan mengunjungi sekaligus mewawancarai Aji Setyowijaya, selanjutnya ditulis sebagai Mas Aji, secara langsung pada Selasa, 21 Juli 2026. Alumni angkatan 2008 yang juga merupakan penerima beasiswa Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) atau Yayasan Keluarga Hasyim Djojohadikusumo (YKHD) tersebut menceritakan bahwa ketertarikannya terhadap batik bermula dari kekagumannya pada kain-kain batik peninggalan. Ia mengaku sering menjumpai kain batik lama yang memiliki kualitas dan keindahan tinggi, tetapi kondisinya sudah rapuh sehingga tidak lagi layak digunakan. “Saya dulu senang ketika melihat kain batik peninggalan. Kainnya bagus dan ingin dipakai, tetapi sudah rawan. Akhirnya, saya termotivasi untuk mencoba mereproduksi kain batik yang sudah tua. Hal itu ditambah dengan waktu berkuliah saya sedang senang menggunakan rasukan atau pakaian Jawa,” ungkapnya.

Ketertarikan tersebut mendorongnya mulai belajar membatik pada 2009. Dirinya mempelajari berbagai teknik membatik dengan mengamati dan belajar secara langsung di sejumlah sentra batik di Yogyakarta. Pada masa awal tersebut, Mas Aji memfokuskan diri untuk memahami pakem dan teknik batik tradisi Yogyakarta sebagai fondasi utama sebelum mengembangkan karyanya sendiri.

Berbekal pemahaman tersebut, pada sekitar 2013 hingga 2015, Mas Aji mulai memproduksi batik antik, yang juga dikenal sebagai batik kama atau batik lawasan. Menurutnya, pada masa itu masyarakat maupun kolektor memberikan apresiasi yang tinggi terhadap batik lawasan karena dianggap berasal dari puluhan tahun silam. “Pada tahun tersebut, dalam perdagangan, orang lebih mengapresiasi batik antik atau kama atau lawasan dengan asumsi batik itu dari 50–70 tahun yang lalu,” jelasnya.

Namun, pengalaman tersebut justru memunculkan kegelisahan dalam dirinya. Menurut Mas Aji, batik tidak semestinya hanya dipandang sebagai karya klasik yang berhenti pada proses reproduksi masa lalu. Batik juga perlu terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya. Berangkat dari pemikiran tersebut, ia mulai menghadirkan identitas pribadinya dalam setiap karya yang dibuat serta memperluas eksplorasi di luar gaya batik khas Yogyakarta.

Sejalan dengan semangat tersebut, sejak 2018 Mas Aji mulai mendalami teknik pewarna alami (natural dye) untuk batik pakem tradisi Yogyakarta. Baginya, mempelajari pewarna alami bukan sekadar menghasilkan ragam warna yang berbeda, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memahami kembali pengetahuan teknis yang telah diwariskan oleh para pembatik terdahulu.

Dalam proses berkarya, Mas Aji tidak bekerja seorang diri. Ia berkolaborasi dengan rekannya, Yahya Adi Sutikno, yang berfokus pada proses perancangan desain, sementara Mas Aji lebih banyak menangani proses produksi. Kolaborasi tersebut memungkinkan keduanya menghasilkan berbagai karya batik dengan pendekatan yang saling melengkapi.

Berbagai karya batik telah dihasilkan, mulai dari sample pieces ragam motif batik dalam satu kain yang terdiri atas 27, 260, hingga 480 contoh motif, karya-karya batik replikasi, batik lawasan, hingga batik hasil transformasi, alih media, dan berbagai bentuk batik kreasi. Tidak hanya pada kain batik, eksplorasi tersebut juga diterapkan pada berbagai media tekstil lain, seperti sarung dan media kain lainnya.

Selain berkecimpung dalam pembuatan kain batik, Mas Aji juga aktif dalam Perkumpulan Wastra Indonesia, sebuah komunitas yang menghimpun para pegiat dan pencinta wastra Nusantara. Dedikasinya terhadap batik juga diwujudkan melalui kontribusinya dalam buku Pesona Padu Padan Wastra Indonesia sebagai kontributor busana yang menampilkan penggunaan batik tradisi Yogyakarta.

Di balik seluruh proses kreatif tersebut, Mas Aji menilai bahwa salah satu aspek yang perlu terus dijaga dalam dunia batik adalah pengetahuan teknis. Menurutnya, pembahasan mengenai batik selama ini lebih banyak berfokus pada makna filosofis, simbol, dan nilai budaya, sementara pengetahuan mengenai teknik membatik justru berpotensi hilang apabila tidak didokumentasikan dan diwariskan. “Menurut saya, ranah tersebut (filosofi) tidak mudah hilang karena literaturnya sudah banyak. Tetapi, kalau soal teknis, itu bisa hilang. Misalnya, motif parang itu mau dibuat dari mana, arahnya dari mana. Ada cara dan metodenya.” Bagi Mas Aji, menjaga pengetahuan teknis sama pentingnya dengan menjaga nilai filosofis batik karena keduanya merupakan satu kesatuan yang membentuk tradisi membatik.

Menjelang akhir wawancara, Mas Aji juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa agar tidak takut mencoba berbagai peluang di luar ruang kelas. “Masalah besar dikecilkan, dan masalah kecil diabaikan. Jangan ragu atau takut untuk mencoba dan bereksplorasi. Jangan juga menutup wawasan hanya pada perkuliahan saja.”

Perjalanan Mas Aji Setyowijaya menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai bahasa, sastra, dan budaya Jawa tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui praktik pelestarian budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui dedikasinya dalam mempelajari teknik membatik, mereproduksi batik tradisi, mengembangkan inovasi berbasis pakem, serta terus mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru dalam dunia wastra, Mas Aji membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Bagi para mahadaya yang ingin mengenal lebih dekat karya maupun aktivitas Mas Aji, dapat mengunjungi akun Instagram @setyowijaya dan Facebook Batik Setyowijaya. Melalui kedua media sosial tersebut, Mas Aji membagikan berbagai proses kreatif, hasil karya, serta aktivitasnya dalam melestarikan dan mengembangkan seni batik.

 

Penulis : Haryo Untoro

UGM dan UiTM Malaysia Perkuat Kajian Bahasa Arab melalui Diskusi Daring

Rilis Berita Jumat, 31 Juli 2026

Yogyakarta – Diskusi akademik yang dilaksanakan secara daring oleh UGM dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia ini kembali menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap kajian bahasa dan sastra Arab. Dipandu oleh  Dr. Nur Kholid, M.P dosen Sastra Arab Universitas Gadjah Mada, kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi interaktif yang membahas metafora dan analisis linguistik, dalam pertemuan daring tersebut membahas konsep musyabbah dan musyabbah bih, khususnya mengenai bagaimana makna dibangun melalui bentuk perbandingan, baik yang disampaikan secara eksplisit maupun implisit. Materi secara sistematis disampaikan oleh Dr. Kholid melalui analisis berbagai contoh, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami struktur bahasa, tetapi juga mampu menangkap makna dan kedalaman interpretasi yang terkandung di dalam teks.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa diajak menelaah bersama berbagai ilustrasi metafora, seperti perbandingan tentara dengan singa dalam pertempuran, air mata dengan mutiara, hingga musim semi yang dianalogikan sebagai bentuk kebahagiaan manusia. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa dapat memahami bagaimana bahasa Arab digunakan untuk menghadirkan makna secara lebih hidup, mendalam, dan kontekstual. Selain membahas metafora, diskusi juga berkembang pada interpretasi makna kata dalam bahasa Arab. Beragam sudut pandang yang muncul selama sesi berlangsung menunjukkan bahwa analisis bahasa tidak bersifat tunggal, melainkan terbuka terhadap berbagai pendekatan dan penafsiran. Pendekatan ini membantu peserta memperluas wawasan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kajian linguistik dan sastra Arab.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperkaya pemahaman terhadap kajian bahasa Arab serta mendorong pengembangan kemampuan analisis linguistik secara mendalam.

Penulis: Indana Zulfa

Departemen Arkeologi UGM Kirim Tujuh Mahasiswa untuk Mengikuti PATI 2026 

Rilis Berita Jumat, 31 Juli 2026

Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada kembali mengirimkan tujuh mahasiswa untuk mengikuti Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) bersama enam program studi arkeologi di Indonesia. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 27 Juli–8 Agustus 2026 di Desa Manyarejo, Kawasan Cagar Budaya Manusia Purba Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini menjadi salah satu wadah pembelajaran lapangan sekaligus kolaborasi penelitian bagi mahasiswa arkeologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Mahasiswa yang mewakili Departemen Arkeologi UGM dalam PATI 2026 yaitu Agatha Kiara Christy dan Muhammad Miftah Syafiq pada bidang Arkeologi Murni, Zeldera Tahani Sifa, Helena Ken Grace Natalie, dan Galih Nugroho pada bidang Museum, serta Nur Sulistyaningsih dan Sarah Jasmine Kahiking pada bidang Konservasi. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa akan didampingi oleh Dr. Mahirta, M.A., Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A., dan Sektiadi, S.S., M.A. sebagai dosen pendamping dari Departemen Arkeologi UGM.

Mengusung tema “Menggali Horison Budaya Masa Lalu Sangiran”, PATI 2026 akan berfokus pada kegiatan ekskavasi penyelamatan, konservasi, serta pengembangan model museum terbuka dan pengelolaan situs berbasis masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan, memperluas jejaring dengan mahasiswa arkeologi dari berbagai perguruan tinggi, serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam penelitian maupun pelestarian warisan budaya Indonesia.

Penulis : Muhammad Irsyad
Pemilik Foto : Evelyn Warasti

Mahasiswa Doktoral Ilmu-Ilmu Humaniora UGM Raih Peringkat Pertama Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026: Menggugat Antroposentrisme melalui Narasi Post-Human

Rilis Berita Jumat, 31 Juli 2026

JAKARTA – Sebuah capaian prestisius kembali ditorehkan oleh akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di kancah nasional. Fitrilya Anjarsari, mahasiswa program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora UGM, resmi dinobatkan sebagai Pemenang Pertama dalam Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara “Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026” yang berlangsung khidmat di Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada 23 Juli 2026.

Fitrilya berhasil mengungguli 141 naskah lainnya yang lolos seleksi administrasi melalui esainya yang bertajuk “Keruntuhan Manusia sebagai Pusat: Kecenderungan Post-Human dalam Estetika Sastra Indonesia Mutakhir”. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga merefleksikan kedalaman tradisi intelektual dan ketajaman analisis kritis yang dibina di lingkungan program doktoral UGM.

Penyelenggaraan sayembara tahun ini mengusung tema besar “Jalan Panjang Sastra Indonesia”. Ketua Komite Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiarsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konsisten untuk membangun ekosistem pemikiran dan tradisi keilmuan yang sehat. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2007, sayembara ini telah menjadi ruang regenerasi penting bagi lahirnya kritikus-kritikus baru yang mampu memberikan perspektif segar terhadap perkembangan kesusastraan.

Dalam sambutannya, Ketua Harian DKJ, Bambang Prihadi, menekankan bahwa kritik sastra berfungsi sebagai jembatan agar karya seni dapat dipercakapkan dan diapresiasi secara lebih mendalam oleh masyarakat luas. Senada dengan hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UPPKJ TIM), Harry Sanjaya, menyatakan bahwa tradisi kritik yang hidup adalah fondasi bagi kemajuan kebudayaan bangsa.

Naskah yang disusun oleh Fitrilya Anjarsari menarik perhatian dewan juri karena keberaniannya menyentuh diskursus post-humanisme dalam sastra Indonesia pasca-tahun 2000. Dalam pertanggungjawaban dewan juri yang dibacakan oleh Areispine Dymussaga Miraviori dan Asep Subhan, karya Fitrilya dinilai mampu melampaui pembacaan konvensional yang biasanya berfokus pada subjek manusia.

Fitrilya menggunakan referensi-referensi mutakhir untuk membedah empat karya sastra sebagai objek materialnya, yaitu:

  1. O (2016) karya Eka Kurniawan;
  2. Semua Ikan di Langit (2017) karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie;
  3. Aroma Karsa (2018) karya Dee Lestari;
  4. Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (2017) karya Intan Paramaditha.

Dalam analisisnya, Fitrilya menunjukkan bagaimana unsur-unsur non-manusia dalam novel-novel tersebut tidak lagi sekadar menjadi latar atau pelengkap, melainkan bertransformasi menjadi penggerak cerita yang memiliki agensi (tubuh material maupun non-material). Penulis secara jeli menjahit tautan antara basis teori dan objek formal dengan bahasa yang sederhana namun tetap memiliki struktur ilmiah yang tertib melalui pembagian subbab yang memperkuat keterbacaan secara holistik.

Proses penjurian dilakukan secara “pembacaan buta” (blind reading), di mana juri menilai naskah tanpa mengetahui identitas maupun asal daerah penulisnya. Hal ini menjamin objektivitas dalam menentukan pemenang berdasarkan aspek kepengrajinan, keterbacaan, dan kebaruan argumen.

Meskipun dinobatkan sebagai yang terbaik, dewan juri tetap memberikan catatan kritis sebagai bagian dari tradisi akademik yang sehat. Juri menyoroti bagian awal naskah Fitrilya di mana ia menyodorkan aneka kecenderungan humanistik dalam pembacaan karya sastra mutakhir sebagai basis argumennya. Menurut juri, bagian ini kurang memberikan contoh kasus yang konkret, sehingga muncul ruang keraguan apakah kecenderungan tersebut benar-benar terjadi dalam ekosistem kritik saat ini atau sekadar imajinasi penulis.

Namun, kekurangan tersebut tertutupi oleh ketajaman Fitrilya dalam menarik unsur-unsur naratif ke dalam pembacaan kontekstual yang sangat meyakinkan. Juri menyimpulkan bahwa naskah Fitrilya merupakan karya yang sangat luwes dan menunjukkan kemampuan seorang pembaca ahli dalam memetakan arah baru estetika sastra Indonesia.

Kemenangan Fitrilya Anjarsari di posisi pertama, diikuti oleh Cindy Wijaya (Juara 2) dan Ridwanul Hakim Authonul Muther (Juara 3), menunjukkan dominasi generasi muda dalam panggung kritik sastra nasional. Bambang Prihadi mencatat bahwa mayoritas peserta sayembara kali ini berasal dari kalangan milenial dan Gen Z, yang membuktikan bahwa daya kritis anak muda Indonesia tetap terjaga.

Sebagai mahasiswa program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora UGM, pencapaian Fitrilya menjadi bukti nyata kontribusi akademisi kampus dalam memberikan arah baru bagi studi sastra di luar menara gading universitas. Esai ini nantinya akan dipublikasikan di tengara.id, sebuah situs website kritik sastra milik Komite Sastra DKJ, agar dapat diakses secara luas oleh publik dan peneliti lainnya.

Acara malam penganugerahan ini ditutup dengan harapan agar para pemenang terus menularkan semangat berpikir kritis. Dengan kemenangan ini, Fitrilya Anjarsari tidak hanya membawa pulang penghargaan material, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kritikus masa depan yang siap mengawal “Jalan Panjang Sastra Indonesia” dengan perspektif akademik yang tajam dan relevan.

Penulis: Islahuddin Ibrahim

Sumber dokumentasi:

https://www.youtube.com/live/sJnTES3fXr8?si=ySQ6Kf1tXQDfXq-W 

Memperkuat Tata Kelola Akademik dan Inklusivitas: Hearing Departemen Antropologi Budaya UGM 2026 

Rilis Berita Kamis, 30 Juli 2026

Pada Kamis, 18 Juni 2026, Keluarga Mahasiswa Antropologi (KEMANT) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Hearing Department Antropologi Budaya yang bertempat di Ruang 201 Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Yogyakarta. Forum dialog tahunan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini dipandu oleh  selaku pembawa acara dan Dionysius Nugroho Danumurti sebagai moderator, serta dihadiri oleh perwakilan mahasiswa lintas angkatan dan jajaran dosen seperti Agung Wicaksono, Sita Hidayah, Agus Indiyanto, Mubarika Dyah Fitri Nugraheni, Suzie Handajani, Atik Triratnawati, dan Elan Lazuardi. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai wadah komunikatif untuk menyerap, mengkaji, dan merespons berbagai aspirasi kritis mahasiswa, mulai dari aspek akademis, pengelolaan kurikulum, tata kelola organisasi kemahasiswaan, hingga ketersediaan sarana prasarana penunjang di lingkungan kampus.

Melalui penayangan salindia aspirasi yang telah dihimpun sebelumnya, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu krusial yang dihadapi dalam proses pembelajaran sehari-hari. Beberapa poin utama yang diangkat mencakup beban tugas perkuliahan tingkat awal yang dirasa kurang proporsional, persoalan kuota mata kuliah pada sistem War KRS yang mengesampingkan mahasiswa internal antropologi, kejelasan fungsi serta responsivitas asisten dosen, hingga kebutuhan transparansi penilaian hasil belajar. Menanggapi hal tersebut, pihak departemen menyambut positif dan berkomitmen menjadikan poin-poin masukan tertulis ini sebagai landasan resmi untuk mendesak perbaikan kebijakan di tingkat fakultas maupun pusat. Di samping isu pembelajaran di kelas, departemen juga memaparkan pertimbangan strategis di balik penyesuaian jadwal pelaksanaan Tugas Lapangan Terpadu (TPL) ke pertengahan tahun, yang difokuskan sebagai langkah mitigasi risiko bencana alam dan cuaca ekstrem yang kerap mengintai lokasi penelitian pada akhir tahun.

Selain ranah akademis, ruang diskusi turut menyoroti aspek sarana prasarana fisik serta tata kelola internal organisasi. Mahasiswa menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas gedung bagi penyandang disabilitas, penataan ruang kelas agar lebih leluasa untuk kegiatan diskusi, ketersediaan ruang publik yang aman dan nyaman, hingga optimalisasi fasilitas tempat ibadah di lingkungan fakultas. Sementara itu, pengurus KEMANT memanfaatkan momentum ini untuk memaparkan bentuk transparansi pengelolaan keuangan kas organisasi serta pembaruan mekanisme pemilihan kepemimpinan agar berlangsung lebih demokratis, terbuka, dan akuntabel bagi seluruh anggotanya.

Pelaksanaan forum partisipatif ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks pembangunan pendidikan tinggi. Pertama, dialog ini mendukung secara langsung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, penyesuaian kurikulum yang adil, serta perbaikan sarana pendidikan yang kondusif. Kedua, penekanan terhadap penyediaan fasilitas kampus yang ramah disabilitas dan aksesibel bagi semua pihak mencerminkan upaya nyata dalam mendukung SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Terakhir, forum hearing ini menjadi wujud konkret penegakan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan membangun sistem tata kelola institusi pendidikan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi seluruh civitas akademika.

Penulis: Zayyan Faadia Ayutty

1234…314

Rilis Berita

  • Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Profesional, Prodi S1 Arkeologi UGM Sukses Gelar “Career Path & Career Readiness Series 2026”
  • Menikmati Surabaya, Catatan Perjalanan Mahasiswi NCCU Taiwan 
  • Mahasiswa Magister Sastra UGM Teliti Sistem Numerik Abajadun dalam Tradisi Manuskrip Melayu dan Jawa di SEMALU IV 2026
  • Kisah Dua Wisudawan Magister Sastra FIB UGM: Menempuh Jalur Berbeda, Meraih Prestasi Bersama
  • Memaknai Hutan di Tengah Krisis Iklim: Prof. Pujo Semedi Tampil Sebagai Pembicara di Universitas Freiburg, Jerman

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju