2nd American Studies International Conference kembali berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) pada 10–11 September 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh Program Studi American Studies ini mengangkat tema “Global America: Exploring Flows, Borders, and Transnational Exchanges”. Sederhananya, tema tersebut melihat Amerika dalam hubungannya dengan arus, batas, dan pertukaran yang melintasi negara.
Pada konferensi ini, American Studies tidak hanya dipahami sebagai kajian mengenai bahasa Inggris atau budaya Amerika. Bidang ini merupakan kajian multidisipliner yang dapat mencakup budaya, masyarakat, politik, teknologi, sastra, lingkungan, serta hubungan Amerika dengan dunia. Hal tersebut terlihat dari beragam subtema yang dibahas dalam konferensi, mulai dari American Literature, American Transnational Culture, Politics in the US, Film and Media Studies, hingga Digital Lives and Virtual Realities.
Tema “Global America: Exploring Flows, Borders, and Transnational Exchanges” juga menunjukkan adanya pertukaran yang melampaui batas negara. Salah satu contohnya yaitu gagasan yang berkembang di Amerika dapat berpindah ke negara lain, kemudian diterapkan atau diadaptasi sesuai dengan kondisi lokal. Dalam konteks tersebut, Amerika tidak hanya dilihat sebagai sebuah negara, tetapi juga sebagai bagian dari berbagai proses global yang melibatkan budaya, migrasi, media digital, lingkungan, dan berbagai bentuk pertukaran lainnya.
Salah satu presenter, Anna M. Gade dari University of Wisconsin Madison, Amerika Serikat, membawakan presentasi berjudul “What Does a Data Center Look Like? American Studies and Political Ecology of a Global Digital Landscape.” Presentasi tersebut membahas data center sebagai bagian dari lanskap digital global. Data center menunjukkan bahwa dunia digital sebenarnya memiliki infrastruktur fisik. Di balik layanan digital terdapat berbagai komponen seperti server, listrik, sistem pendingin, bangunan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Melalui berbagai pembahasan tersebut, konferensi ini menunjukkan bahwa kajian tentang Amerika tidak hanya terpaku pada budaya atau kehidupan masyarakat Amerika, tetapi juga bisa melihat bagaimana berbagai gagasan dan fenomena yang berkaitan dengan Amerika berhubungan dengan dunia. Dengan demikian, American Studies menjadi ruang untuk memahami Amerika dari berbagai perspektif dan melihat bagaimana hubungan tersebut terus berkembang dalam konteks global.
[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]

