Yogyakarta, 30 Maret 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Muhammad Deni Maulana, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat fakultas tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diumumkan secara daring melalui platform Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada. Penetapan ini didasarkan pada hasil rekapitulasi serta rapat penentuan Mahasiswa Berprestasi tingkat fakultas di lingkungan UGM tahun 2026.
Dalam proses seleksi, para peserta dinilai melalui berbagai aspek komprehensif. Penilaian meliputi proposal gagasan kreatif, kemampuan berbahasa Inggris, serta portofolio yang mencakup delapan indikator utama, yakni prestasi atau kompetisi, capaian pengakuan, penghargaan, pengalaman organisasi, hasil karya, pengabdian kepada masyarakat, serta aktivitas kewirausahaan. Seluruh aspek ini menjadi tolok ukur dalam menilai kualitas akademik maupun non-akademik mahasiswa.
Pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026, Muhammad Deni Maulana mengangkat topik mengenai inklusivitas dalam pendidikan sastra. Ia mengusung gagasan berjudul “Transformatif-Inklusif: Rekonstruksi Kurikulum Bahasa dan Sastra Berbasis Puisi untuk Memperkuat Pendidikan Literasi Teman Tuli di Sekolah Luar Biasa.” Gagasan ini berangkat dari realitas bahwa kurikulum konvensional di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih cenderung bersifat tekstual-linier dan berorientasi fonemik, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan belajar Teman Tuli yang mengandalkan pendekatan visual-kinestetik serta menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Melalui optimalisasi puisi sebagai medium pembelajaran, ia menawarkan pendekatan yang lebih inklusif dan adaptif dalam meningkatkan literasi bagi penyandang disabilitas.
Selain gagasan inovatifnya, Deni juga membagikan motivasi kepada mahasiswa lain. Ia menekankan bahwa setiap kesempatan merupakan peluang berharga yang tidak selalu datang dua kali, sehingga perlu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak menunggu sempurna untuk memulai, melainkan terus mencoba, konsisten, dan percaya bahwa setiap usaha kecil akan membawa dampak besar di masa depan. Menurutnya, bidang apa pun yang ditekuni memiliki potensi kontribusi yang besar jika digali dengan kesungguhan.
Keberhasilan Deni tidak hanya mencerminkan dedikasi dan kerja keras pribadi, tetapi juga menunjukkan kualitas pendidikan di FIB UGM dalam mencetak mahasiswa yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi di berbagai bidang.
Prestasi ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan dan kesiapan karier di masa depan.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]



