Prestasi internasional kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. M Deni Maulana, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih Juara I dalam ajang Korean Culture International Poetry Contest Jeonbuk 3 yang diselenggarakan di Jeonju, Korea Selatan, pada 28–29 November 2025.
Kompetisi pembacaan puisi Korea bertaraf internasional ini diikuti oleh 48 peserta dari 16 negara yang berasal dari latar belakang akademik dan budaya yang beragam. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Jeonbuk Foreign Language Support Volunteer Association bekerja sama dengan Jeonju Jeonbuk City Government serta Department of Culture and Tourism, dengan tujuan memperkenalkan sastra Korea kepada masyarakat global sekaligus memperkuat pertukaran budaya melalui puisi.
Capaian M Deni Maulana menjadi semakin istimewa karena diraih saat yang bersangkutan tengah mengikuti program Student Exchange Double Major di Jeonbuk National University melalui skema Global Korean Scholarship Outstanding Student. Dalam kompetisi tersebut, Deni membawakan puisi Korea berjudul 빈방 karya Kim Jae-jin, sebuah karya bernuansa reflektif yang menuntut kepekaan emosi serta penguasaan bahasa Korea yang baik.
Rangkaian kompetisi berlangsung melalui tahapan seleksi dan penilaian yang ketat oleh dewan juri profesional. Aspek penilaian meliputi ketepatan pelafalan bahasa Korea, penguasaan intonasi, ekspresi pembacaan, serta kedalaman pemahaman terhadap makna puisi. Melalui pembacaan yang ekspresif dan terkontrol, Deni dinilai mampu menyampaikan pesan puisi secara mendalam kepada audiens lintas budaya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih oleh M Deni Maulana dari Indonesia. Posisi Juara II ditempati oleh Sanya Koirala dari Nepal, sementara Juara III diraih oleh Kato Minenhle dari Afrika Selatan. Penyelenggara menyampaikan bahwa kualitas penampilan para finalis menunjukkan tingginya apresiasi generasi muda internasional terhadap sastra Korea.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Deni, tetapi juga mencerminkan peran aktif mahasiswa Indonesia dalam membangun dialog budaya di tingkat global. Melalui sastra sebagai medium ekspresi, partisipasi mahasiswa dalam ajang internasional semacam ini turut memperkuat nilai saling pengertian, keberagaman, dan kerja sama antarbangsa yang relevan dengan upaya membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
Narasumber: M. Deni Maulana
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]
