Program Magister Kajian Amerika dengan bangga mengucapkan selamat kepada tiga mahasiswanya, Evelyn Sekar Rossary, Glory Emanuelle, dan Mbulan Liyu Andadari, atas keberhasilan mereka mempresentasikan poster penelitian dalam The 17th Asian Conference on the Social Sciences (ACSS2026) yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada 9–13 Mei 2026.
Diselenggarakan oleh IAFOR (The International Academic Forum), ACSS2026 merupakan salah satu konferensi internasional yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi
dari berbagai institusi di seluruh dunia untuk bertukar gagasan mengenai keberagaman interkultural. Pada tahun ini, konferensi tersebut menerima lebih dari 800 proposal presentasi dari 77 negara, termasuk Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, India, Taiwan, Jepang, dan Singapura.
Salah satu presentasi yang diterima adalah poster penelitian karya Evelyn, Glory, dan Liyu yang berjudul “Negotiating Gender and Embodiment: Mpreg as a Queer Narrative Seen Through a Feminist Lens.” Penelitian ini mengkaji representasi kehamilan laki-laki (male pregnancy atau mpreg) dalam komunitas pengguna X di Indonesia serta menelaah bagaimana narasi tersebut dimaknai melalui perspektif feminis. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai respons terhadap narasi mpreg, mulai dari bentuk perlawanan feminis terhadap ekspektasi gender tradisional hingga pemanfaatannya sebagai sarana hiburan dan ekspresi kreatif dalam komunitas daring.
Presentasi mereka menarik perhatian yang besar dari para peserta konferensi. Banyak peserta yang menunjukkan ketertarikan terhadap topik tersebut dan mengapresiasi kesempatan untuk mempelajari isu yang masih jarang dibahas secara terbuka di Indonesia. Selama sesi presentasi, mereka menerima berbagai pertanyaan yang mendalam, masukan yang konstruktif, serta tanggapan positif dari sesama peneliti.
Bagi Evelyn, Glory, dan Liyu, keikutsertaan dalam ACSS2026 bukan hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Konferensi ini juga memberikan kesempatan berharga untuk berinteraksi dengan akademisi dari beragam latar belakang budaya dan keilmuan, bertukar gagasan, serta membangun jejaring akademik internasional. Mereka juga menikmati diskusi mengenai isu-isu gender, identitas, dan representasi yang mempertemukan berbagai perspektif dan pandangan budaya dari peserta yang berasal dari berbagai negara.
Penulis: S2 Pengkajian Amerika
