Yogyakarta, 03 Maret 2026 – Kreativitas mahasiswa kembali mewarnai peringatan Dies Natalis ke-80 Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Gadjah Mada. Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Wanita Perkasa Bijaksana, menghadirkan karya inovatif berupa buku pop-up berjudul “8 Dekade Membangun Peradaban” yang menampilkan perjalanan sejarah FIB UGM dalam bentuk visual yang interaktif.
Buku pop-up tersebut dibuat sebagai upaya menghadirkan sejarah Fakultas Ilmu Budaya secara lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui pendekatan visual, karya ini menyajikan perjalanan panjang FIB UGM sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini. Format pop-up dipilih karena mampu menghadirkan elemen tiga dimensi yang membuat pembaca dapat merasakan pengalaman membaca sejarah secara lebih hidup dan interaktif.
Dalam buku tersebut, Wanita Perkasa Bijaksana menyeleksi sejumlah peristiwa penting serta penanda sejarah yang menggambarkan dinamika perkembangan Fakultas Ilmu Budaya. Peristiwa-peristiwa tersebut dipresentasikan melalui ilustrasi visual yang dirancang secara kreatif, sehingga mampu merepresentasikan transformasi institusi, capaian akademik, serta kontribusi FIB UGM dalam pengembangan ilmu humaniora.
Kehadiran buku pop-up ini tidak hanya menjadi karya artistik, tetapi juga sarana edukasi yang memperkenalkan sejarah fakultas kepada mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat luas. Melalui media visual yang inovatif, sejarah yang sebelumnya disampaikan secara tekstual dapat dipahami dengan cara yang lebih komunikatif dan menarik.
Inisiatif kreatif ini juga sejalan dengan semangat pengembangan pendidikan yang inklusif dan inovatif, sekaligus mendukung implementasi United Nations Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4: Quality Education, yang mendorong akses terhadap pembelajaran berkualitas melalui metode yang kreatif, serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui upaya pelestarian dan penyebaran pengetahuan budaya serta sejarah institusi.
Melalui karya buku pop-up “8 Dekade Membangun Peradaban”, mahasiswa FIB UGM menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi medium penting dalam merawat memori institusi sekaligus menyampaikan nilai-nilai sejarah kepada generasi berikutnya dengan cara yang lebih inovatif dan inspiratif.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
