• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • SDGs 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan Yang Tangguh
Arsip:

SDGs 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan Yang Tangguh

Ceramah Pakar “Politik Bahasa” Memperkaya Wawasan tentang Dinamika Bahasa di Asia Tenggara

Rilis Berita Kamis, 17 September 2026

Program Studi Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ceramah Pakar dengan tema “Politik Bahasa” pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Soegondo, FIB UGM, ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan mengenai hubungan bahasa dengan dinamika sosial, politik, dan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Ceramah Pakar menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Jerôme Samuel dari Institut National des Langues Orientales, France menyampaikan materi berjudul “Politik Bahasa di Negara-Negara Asia Tenggara”. Dalam pemaparannya, pembahasan diarahkan pada dinamika kebijakan dan politik bahasa di berbagai negara Asia Tenggara serta bagaimana bahasa menempati posisi strategis dalam kehidupan masyarakat dan hubungan antarnegara di kawasan.

Narasumber kedua, Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S. dari Universitas Gadjah Mada, membawakan materi “Politik Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di ASEAN”. Topik tersebut memberikan perspektif mengenai posisi dan peran bahasa Indonesia dalam konteks regional, terutama dalam kaitannya dengan perkembangan ASEAN dan peluang bahasa Indonesia sebagai bahasa yang digunakan dalam komunikasi dan kerja sama di kawasan.

Diskusi dalam kegiatan ini dipandu oleh Dhisna Luklu’ul Fauzan, S.S., mahasiswa Magister Linguistik, sebagai moderator. Interaksi antara narasumber dan peserta menjadi bagian penting dalam memperkaya pembahasan serta membuka ruang untuk melihat persoalan politik bahasa dari berbagai perspektif.

Melalui Ceramah Pakar ini, Program Studi Magister Linguistik FIB UGM terus menghadirkan ruang akademik yang mendorong mahasiswa dan peserta untuk memahami bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial, politik, identitas, dan hubungan regional.

Program Studi Magister Linguistik FIB UGM menyampaikan terima kasih kepada para narasumber, moderator, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga Ceramah Pakar “Politik Bahasa” dapat memperluas wawasan serta mendorong diskusi dan kajian lebih lanjut mengenai politik bahasa di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

 

Penulis: Prodi Magister Linguistik

Mahasiswa Sastra Arab UGM Pelajari Bahasa Mandarin dan Budaya Taiwan lewat Summer Course

Rilis Berita Selasa, 15 September 2026

YOGYAKARTA – Belajar bahasa asing tidak selalu harus dimulai dari buku dan ruang kelas. Hal tersebut dirasakan Shang Narendra, mahasiswa Sastra Arab UGM angkatan 2022, yang menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Gadjah Mada dalam 2026 Mandarin Summer Camp Short Term Study Program di Taiwan. Program subsidi dari Kementerian Pendidikan Taiwan tersebut berlangsung di Da Yeh University (大葉大學), Changhua, Taiwan, pada 22 Juli–4 Agustus 2026.

Program yang diselenggarakan melalui Official Taiwan Education Center Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi di Taiwan ini mempertemukan mahasiswa internasional untuk mempelajari bahasa Mandarin sekaligus mengenal budaya Taiwan. Bagi Shang Narendra yang kerap disapa Adam, kesempatan tersebut berawal dari keinginannya untuk mempelajari bahasa asing langsung di lingkungan penuturnya. Sebagai mahasiswa Sastra Arab, ia terbiasa melihat bahasa tidak hanya dari struktur dan kosakata, tetapi juga dari budaya, masyarakat, dan konteks penggunaannya.

Selama program, peserta mengikuti kelas Mandarin pada pagi hari dan berbagai kegiatan budaya pada sore hari. Setibanya di Da Yeh University, peserta terlebih dahulu mengikuti Test of Chinese as a Foreign Language (TOCFL) untuk mengetahui kemampuan bahasa Mandarin dan menentukan penempatan kelas. Pembelajaran kemudian dilengkapi dengan kegiatan praktik, seperti memasak, kerajinan tangan, aroma therapy, fabric painting, kaligrafi tradisional Tiongkok, hingga membuat semprotan anti nyamuk khas Taiwan.

Pengalaman lintas budaya juga terasa dalam kehidupan sehari-hari di asrama. Peserta dari berbagai universitas dan negara tinggal bersama sehingga komunikasi berlangsung dalam bahasa yang beragam, terutama bahasa Inggris dan Mandarin. Adam bahkan sesekali menggunakan Google Translate ketika keterbatasan bahasa membuat percakapan terhenti. Ia juga berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal saat membeli kebutuhan sehari-hari. Dari situ, ia belajar bahwa keberanian berkomunikasi dan kemampuan beradaptasi sering kali sama pentingnya dengan penguasaan tata bahasa.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Adam adalah final project berupa roleplay bersama kelompok yang terdiri atas enam mahasiswa dari latar belakang berbeda. Dalam waktu yang relatif singkat, ia dan anggota kelompoknya harus menggunakan bahasa Mandarin untuk berdiskusi, membagi tugas, dan mempersiapkan penampilan. Program ini juga mengajak peserta mengunjungi Sun Moon Lake di Nantou, yang menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal sisi lain Taiwan di luar lingkungan kampus.

Bagi Adam, pengalaman belajar Mandarin di Taiwan turut mengubah cara pandangnya sebagai mahasiswa Sastra Arab. Ia semakin melihat bahwa pembelajaran bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya dan masyarakat yang menggunakannya. Pengalaman tersebut juga melatih kemampuan mendengar, berbicara, memahami konteks komunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Mempelajari bahasa lain justru memberinya perspektif baru untuk memahami bahasa Arab secara lebih luas, bukan sekadar melalui teori yang dipelajari di kelas.

Summer course tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi Adam untuk keluar dari zona nyaman. Ia menemukan bahwa mahasiswa Sastra Arab memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa dan budaya lain tanpa harus meninggalkan bidang yang sedang ditekuni. Dengan mengenal lebih banyak bahasa dan masyarakat, mahasiswa dapat membawa perspektif baru dalam memahami bahasa Arab sekaligus mempersiapkan diri untuk berinteraksi di lingkungan yang semakin lintas budaya.

 

Penulis: Indana Zulfa Maulida

 

 

Prof. Pujo dalam Workshop “Commodity, Plantation and Colonialism in Indonesia” di Munich, Jerman

Rilis Berita Senin, 14 September 2026

Workshop internasional “Commodity, Plantation and Colonialism in Indonesia: Current Research in Social, Economic and Architectural History” diselenggarakan pada 23–24 Juli 2026 di Pavillon 333, Architekturmuseum der Technische Universität München (TUM), Jerman. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian pameran “Nge-Téh / Tea Time: Architectures of Colonial Commodity Chain from Indonesia to Germany, 19th Century”, yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026.Workshop ono mempertemukan akademisi dari berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam sejarah komoditas, perkebunan dan kolonialisme. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dialog mencangkup sejarah arsitektur, sosial, ekonomi, budaya dari sisi historis, selama periode awal modern hingga kontemporer yang membentuk rantau komoditas teh dari Indonesia menuju Eropa. Melalui perspektif interdisipliner, workshop mengeksplorasi bagaimana sistem perkebunan kolonial tidak hanya membentuk lanskap fisik, tetapi juga menciptakan relasi sosial, ekonomi, dan budaya yang pengaruhnya masih terasa hingga saat ini.

Lokakarya ini diselenggarakan bersamaan dengan kunjungan Prof. Dr. Pujo Semedi yang dikenal sebagai Antropolog yang Menyejarah. Beliau didaulat untuk menjadi Keynote Speaker dan bercerita mengenai Perkebunan di Indonesia periode 1870-2020. Kontribusi beliau terhadap pengembangan ilmu pengetahuan menjadi contoh baik bagi para pembelajar. Melalui penelitian yang berakar pada pengalaman masyarakat lokal, pengetahuan mengenai sejarah kolonial Indonesia dapat diperkaya sekaligus diperkenalkan kepada publik internasional sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman yang lebih inklusif terhadap sejarah global.

Selain sesi diskusi diadakan juga pameran Nge-Téh / Tea Time. Pameran itu  mengangkat perjalanan teh sebagai komoditas kolonial, mulai dari perkebunan di Jawa Barat, proses pengolahan, distribusi melalui Batavia dan Hamburg, hingga konsumsi masyarakat di Jerman. Beragam arsip sejarah, foto, artefak perdagangan teh, karya seni keramik, serta film dokumenter dipamerkan untuk memperlihatkan keterkaitan Indonesia dengan jaringan perdagangan global. Pameran ini juga menegaskan bahwa meskipun Indonesia tidak pernah menjadi koloni Jerman, hubungan perdagangan teh menjadikan kedua wilayah terhubung dalam sistem ekonomi kolonial dunia.

Workshop ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam kajian sejarah kolonial, antropologi, arsitektur, dan studi kawasan Asia Tenggara. Diskusi yang berkembang tidak hanya menyoroti masa lalu kolonial, tetapi juga mendorong refleksi kritis mengenai keberlanjutan, keadilan historis, serta pentingnya menghadirkan perspektif masyarakat lokal dalam memahami sejarah komoditas global.

Penulis: Dewi Widyastuti

Dokumentasi: Prof. Pujo Semedi

Malam Inisiasi Magister Sastra: Dari Puisi hingga Teatrikal 

Rilis Berita Senin, 14 September 2026

SLEMAN— Malam Inisiasi mahasiswa baru Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menjadi ruang perjumpaan yang tidak sekadar memperkenalkan kehidupan akademik, tetapi juga menghadirkan ekspresi seni yang spontan, personal, dan sarat makna.

Mengusung tema “Antara Kata dan Kita: Sebuah Cerita yang Ditulis Bersama”, kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 di Pondok A. Salam, Kalimasada, Sleman, tersebut diikuti mahasiswa baru Magister Sastra semester genap Tahun Akademik 2026/2027.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua Program Studi Magister Sastra, Prof. Dr. Aprinus Salam, S.S., M.Hum.. Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan materi mengenai filosofi dan nilai-nilai ke-UGM-an yang disampaikan Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D. of Arts.

Kegiatan juga memperkenalkan sejumlah agenda akademik Magister Sastra, di antaranya Academic Student Networking (ASN) dan International Dissemination.

Namun, salah satu bagian yang paling menonjol dalam malam inisiasi tersebut adalah penampilan seni mahasiswa. Beragam bentuk ekspresi ditampilkan dengan pendekatan sederhana, tanpa kesan pertunjukan yang terikat oleh kemewahan panggung maupun fasilitas pertunjukan formal.

Alya tampil membawakan lagu “Rayuan Perempuan Gila” dari Nadin Amizah. Deni menghadirkan musikalisasi puisi yang ditulisnya sendiri. Sementara itu, Chaca menyampaikan cerita personal melalui storytelling dalam bahasa Inggris.

Fajri kemudian membacakan puisi, disusul Eloi yang menampilkan pertunjukan tari. Sebagai penutup, Adit, Nurdin, Riki, dan Veto menghadirkan pertunjukan teatrikal yang mengangkat beragam persoalan, mulai dari isu lingkungan hingga politik. Pertunjukan tersebut dipadukan dengan lantunan syair yang menguatkan suasana dan pesan yang disampaikan. 

Keragaman penampilan tersebut memperlihatkan bahwa sastra dan seni tidak hanya hadir melalui karya tertulis, tetapi juga melalui tubuh, suara, musik, gerak, dan pengalaman personal. Para mahasiswa menjadikan panggung sederhana sebagai ruang untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan gagasan.

Dalam tulisannya soal acara ini, Aprinus menyebut seni radikal sebagai praktik kesenian yang tidak berorientasi pada posisi politik maupun ekonomi. Seni, dalam pengertian tersebut, hadir sebagai ekspresi bebas dengan semangat persahabatan.

Ciri lainnya adalah tidak adanya sirkulasi uang dalam praktik kesenian. Seniman tidak dibayar dan penonton tidak membayar. Kegiatan seni berlangsung bukan untuk mengakumulasi keuntungan, tapi sebagai bentuk ekspresi.

Menurut Aprinus, seni juga dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap solidaritas komunitas. Kesenian menjadi cara untuk memperlihatkan rasa persaudaraan, kasih sayang terhadap sesama, sekaligus menunjukkan kepribadian seseorang.

“Keberanian untuk membebaskan diri dari itu adalah bentuk dari radikalisasi kehidupan itu sendiri,” tulisnya.

Ia juga mengkritik kecenderungan masyarakat yang menempatkan kesenian dalam ruang-ruang khusus yang administratif dan fasilitatif. Dalam kondisi tersebut, seni yang pada mulanya dapat menjadi bentuk perlawanan justru berpotensi berubah menjadi tontonan komersial dan komoditas.

Karena itu, bagi Aprinus, seni radikal yang “nol rupiah” merupakan bentuk resistensi yang otentik. Puisi, prosa, dan sastra dapat hadir tanpa kooptasi, motif, maupun kepentingan tertentu. Yang tersisa adalah pengalaman estetik, kekaguman, dan ketertegunan.

Pengalaman tersebut ia temukan dalam penampilan mahasiswa Magister Sastra FIB UGM pada malam inisiasi 28 Agustus 2026.

Bagi Aprinus, kemampuan menampilkan pertunjukan tentu membutuhkan latihan. Namun, ada bagian tertentu dari seni yang tidak dapat diperoleh hanya melalui latihan teknis.

“Yang tidak bisa dilatih adalah menghadirkan ruh, karakter pribadi, dan rasa yang dalam,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi atas penampilan mahasiswa baru Magister Sastra. Di tengah suasana inisiasi yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik barunya, seni hadir sebagai ruang untuk menunjukkan karakter, pengalaman, keberanian berekspresi, dan solidaritas.

Malam inisiasi pun tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Melalui penampilan sederhana yang lahir dari para mahasiswa sendiri, malam tersebut menjadi semacam panggung bersama di mana kata, tubuh, suara, dan gagasan bertemu dalam sebuah cerita yang benar-benar ditulis bersama.

Penulis: Khotibul Umam

Program Pengabdian kepada Masyarakat tentang Kesantunan Bermedia Sosial di Kalangan Remaja Memasuki Tahap Kedua di SMA Negeri 1 Depok

Rilis Berita Jumat, 28 Agustus 2026

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Santun Bermedia Sosial di Kalangan Remaja” yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) kembali berlanjut ke tahap kedua. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Depok, Sleman, sebagai bagian dari rangkaian edukasi bagi siswa mengenai pentingnya menerapkan kesantunan dalam berkomunikasi di ruang digital.

Setelah pada tahap pertama para siswa memperoleh materi mengenai santun bermedia sosial dan mengikuti dinamika kelompok, tahap kedua difokuskan pada presentasi hasil karya setiap kelompok. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menerapkan pemahaman yang telah diperoleh sebelumnya melalui karya kreatif yang berkaitan dengan tema kesantunan bermedia sosial.

Dalam kegiatan presentasi, masing-masing kelompok menampilkan hasil karya yang telah mereka susun sebelumnya. Karya-karya tersebut dikemas dalam berbagai bentuk, di antaranya flyer dan konten video yang mengangkat pesan-pesan mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan bertanggung jawab. Melalui karya tersebut, para siswa menyampaikan berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan remaja di media sosial serta menunjukkan bagaimana bahasa dan perilaku yang santun dapat diterapkan dalam interaksi digital.

Presentasi hasil karya tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi sarana bagi mereka untuk berdiskusi dan merefleksikan kembali kebiasaan berkomunikasi di media sosial. Kegiatan ini mendorong siswa untuk memahami bahwa penggunaan media sosial tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membuat atau membagikan konten, tetapi juga dengan bagaimana seseorang mempertimbangkan pilihan bahasa, sikap, serta dampak komunikasinya terhadap orang lain.

Selain presentasi karya, pada tahap kedua ini para siswa juga mengikuti posttest sebagai bagian dari evaluasi rangkaian kegiatan PkM. Posttest diberikan setelah siswa mengikuti seluruh rangkaian materi dan aktivitas untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai kesantunan bermedia sosial setelah memperoleh pembelajaran dan pengalaman langsung selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan PkM “Santun Bermedia Sosial di Kalangan Remaja” diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa SMA Negeri 1 Depok, khususnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya berbahasa dan berperilaku secara santun di ruang digital. Melalui pendekatan yang memadukan materi, aktivitas kelompok, kreativitas, dan evaluasi, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kesantunan bermedia sosial, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme dan kreativitas para siswa dalam menghasilkan serta mempresentasikan karya menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan ini. Kolaborasi antara Program Studi Magister Linguistik FIB UGM dan SMA Negeri 1 Depok juga diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi berbahasa dan kesadaran bermedia sosial di kalangan remaja.

Dengan berakhirnya tahap kedua ini, rangkaian PkM “Santun Bermedia Sosial di Kalangan Remaja” menjadi sebuah ruang bersama bagi akademisi dan siswa untuk belajar bahwa kesantunan tidak hanya penting dalam komunikasi tatap muka, tetapi juga perlu hadir dalam setiap interaksi di ruang digital.

Penulis: Magister Linguistik

123…50

Rilis Berita

  • Dari Habit ke Karier: Mahasiswa Sastra Arab Kenali Peluang Kewirausahaan Berbasis Kearaban 
  • Sambut Calon Mahasiswa, FIB UGM Terima Kunjungan 120 Siswa SMAN 2 Kota Blitar
  • Ceramah Pakar “Politik Bahasa” Memperkaya Wawasan tentang Dinamika Bahasa di Asia Tenggara
  • Menemukan Benang Merah dalam Karya Tulis bersama Prof. Tania Li
  • Prof. Putu Sampaikan Pidato Valediktori dan Luncurkan 3 Buku Usai 43 Tahun Mengabdi di FIB UGM

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju