Dinamika interaksi antarbudaya besar di Indonesia dapat dilacak hingga awal abad ke-5 masehi, saat kebudayaan India mulai memasuki kepulauan Nusantara. Interaksi dengan kebudayaan India ini menjadi dasar dari munculnya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia, mulai dari Tarumanegara hingga Majapahit. Periode ini meninggalkan beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat hingga kini berupa candi-candi yang tersebar di wilayah Nusantara, khususnya pulau Jawa. Selain kebudayaan India, kebudayaan Indonesia juga dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan yang datang setelahnya, seperti kebudayaan Islam dan Eropa. Interaksi antara kebudayaan asli di Nusantara dan kebudayaan-kebudayaan luar telah mewarnai perjalanan peradaban Nusantara. Hal ini mengemuka dalam kuliah terbatas yang disampaikan oleh Dr. Mimi Savitri, M.A. dari Departemen Arkeologi di hadapan 24 mahasiswa dan dosen International University (INTI) Malaysia, yang melakukan kunjungan ke kampus Fakultas Ilmu Budaya UGM pada hari Kamis, 19 Oktober 2017. Selain untuk mengikuti kuliah terbatas mengenai kebudayaan Indonesia, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mempererat kerja sama antar kedua institusi.(popiirawan)
Rilis Berita
Sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi, upaya menerbitkan dan mendiseminasi hasil-hasil penelitian agar dapat diakses publik dan komunitas akademik global sudah menjadi keniscayaan di kalangan akademisi. Hal ini disadari oleh Fakultas Ilmu Budaya UGM untuk memfasilitasi para tenaga pendidik untuk menerbitkan artikel dan hasil-hasil penelitian dalam jurnal internasional bereputasi.
Dalam rangka memfasilitasi para dosen dalam mengakses kesempatan penulisan di jurnal internasional bereputasi, Fakultas Ilmu Budaya UGM mengadakan “Writing Workshop for Article Publication in the International Journals” yang menghadirkan Dr. Maitrii Aung-Thwin, Editor Journal of South East Asian Studies dari National University of Singapre (NUS), dan Dr. Mulaika Hijjas, Editor jurnal Indonesia and Malay World dari School of Oriental and African Studies, London. Workshop ini merupakan tahap akhir dari serangkaian workshop dalam rangka menerbitkan artikel para dosen FIB UGM yang diharapkan dapat terbit pada jurnal internasional bereputasi.(popiirawan)
Boyolali – Pada 11 Oktober 2017, Sastra Jepang FIB UGM menggelar kunjungan industri ke PT Bengawan Solo Garment Indonesia (PT BSGI), sebuah perusahaan garmen yang bertempat di Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 14 orang mahasiswa Sastra Jepang UGM 2014. Dua orang dosen Sastra Jepang yakni Bapak Stedi Wardoyo, dan bapak Mulyadi juga turut mendampingi dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan mahasiswa dengan dunia kerja terutama dalam industri garmen yang ada di pulau Jawa. Setelah terakhir diadakan dua tahun lalu, kegiatan ini dilaksanakan kembali tahun ini dan diharapkan dapat terus berjalan tiap tahunnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 ini dimulai dengan diberikannya sambutan oleh Yamawaki Yutaka selaku Financial Manager PT BSGI. Kemudian diberikan penjelasan mengenai industri tersebut oleh Ibu Yuni, selaku Staff PT BSGI. Dalam sesi selanjutnya, yakni diskusi, nampak jelas antusiasme mahasiswa lewat pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
Kemudian, mahasiswa diajak mengelilingi dan melihat proses pembuatan garmen di pabrik bersama staff. Di akhjr pertemuan dengan pihak PT BGSI, mahasiswa dan dosen berkesempatan bertemu dengan direktur PT BGSI, Yoji Mori.
“Semoga kunjungan ini dapat berguna kedepannya. Kami dengan tangan terbuka menerima teman-teman mahasiswa sekalian ketika telah lulus nanti.” ujar beliau.
Semoga dengan adanya program seperti ini, mahasiswa semakin dapat mengembangkan potensi diri dan memahami jenjang berkarir di berbagai bidang.(Fitria N.)
Sleman, FIB UGM- Tepat pukul 15.00 di gedung Soegondo lt.4, digelarlah ‘Directed Workshop: Pembentukan TIM PKM FIB UGM’. Workshop kali ini merupakan kelanjutan dari acara sebelumnya, yakni sosialisasi sekaligus bincang PKM pada Sabtu, 23 September di Auditorium FIB UGM. Tak kurang dari 50 anak hadir dalam workshop kali ini, yang juga dihadiri oleh dosen sekaligus staff PKM Center FIB UGM, yakni JSE Yuwono, M.Sc, Aprilia Firmonasari, S.S, M.Hum, DEA, Adieyatna Fajri, S.S, M.A dan Hayatul Cholsy, S.S, M.Hum. Dr. Nur Saktiningrum selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan pun hadir untuk mendorong para mahasiswa agar semakin kreatif dan melihat secara langsung geliat penelitian yang dilakukan mahasiswa FIB.
Antusiasme mahasiswa terlihat cukup jelas saat sesi pengumpulan judul penelitian dan nama anggota kelompok yang kemudian diikuti dengan FGD antar tema. Kurang lebih pada akhirnya terbentuk sekitar hampir 20 tim dengan judul yang variatif dan unik. Tak hanya mahasiswa FIB yang antusias dan turut meramaikan workshop sore itu, hadir pula beberapa anak dari prodi lain, seperti dari Geografi, Psikologi dan Kehutanan. Mahasiswa-mahasiswa ini ikut masuk ke dalam tim yang digagas oleh mahasiswa FIB demi mewujudkan penelitian yang interdisipliner dan bermanfaat bagi banyak bidang.(tyassanti)
Sleman, FIB UGM- Program Studi Arkeologi UGM baru saja menyelenggarakan perayaan lustrum ke-XI pada Jumat-Sabtu, 22-23 September lalu. Gelaran lustrum selama dua hari ini diisi oleh beberapa rangkaian acara, seperti donor darah, bazar oleh alumni dan mahasiswa, seminar Arkeo Entrepeneur serta ditutup dengan Malam Temu Kangen, ‘Arkeologi Berbagi Kenangan’.
Jika ditilik kembali, perjalanan selama 55 tahun tentu bukan perjalanan yang singkat, setidaknya telah mencapai separuh abad lebih meluluskan banyak alumni yang berkiprah di mana-mana. Beberapa dari alumni pun turut menyemarakkan rangkaian acara lustrum, mulai dari donor darah, mengisi stand bazar dan juga sebagai narasumber seminar.
Tema Arkeo Entrepeneur-pun dilipih karena banyak alumni yang mengembangkan kariernya sendiri dan sukses, sehingga hal ini sangat menarik untuk dibagikan kepada kalangan mahasiswa arkeologi maupun alumni yang baru saja lulus (fresh graduate) sehingga memiliki pandangan baru terhadap dunia kerja pada bidang arkeologi. Adapun narasumber pada seminar ini adalah Prof. Harry Widianto selaku Direktur Cagar Budaya dan Permuseuman, Dyah Kalsitorini, penulis skenario film Nyai Ahmad Dahlan, Rully Andriadi dari Dinas Kebudayaan DIY dan M. Panji Kusumah yang aktif berkecimpung sebagai konsultan pariwisata budaya.
Rangkaian acara selama dua hari ditutup dengan acara temu kangen alumni lintas angkatan, mulai dari angkatan-angkatan awal yang diwakili dengan kehadiran Mohammad Romli (Direktur Utama harian Kedaulatan Rakyat) dan Prof. Inajati Adrisijanti (guru besar FIB) hingga alumni angkatan 2008. Acara ini turut diramaikan pula oleh penampilan dari mahasiswa, dosen serta alumni, dan ditutup dengan organ tunggal yang meleburkan semua alumni serta mahasiswa dalam alunan musik yang mengajak untuk bergoyang bersama.(tyassanti )
