Klaten – Mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM), Azka Dihya Khaliffa, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Dalam kegiatan tersebut, Azka menjalankan salah satu program “Boneka Dakwah Ramah Lingkungan: Storytelling Kisah Nabi Berbasis Pemanfaatan Limbah Kain Perca untuk Anak TPQ” yang menggabungkan pembelajaran agama, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik bagi anak-anak TPQ. Limbah kain perca yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi boneka tokoh dalam kisah para nabi. Boneka tersebut kemudian digunakan sebagai media storytelling untuk membantu anak-anak mengikuti cerita dengan lebih mudah dan membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif.
Dalam pelaksanaannya, Azka menggunakan materi kisah para nabi yang bersumber dari literatur keislaman, termasuk sumber berbahasa Arab. Meskipun program tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan bidang Sastra Arab, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tetap digunakan, terutama dalam memahami literatur Arab dan menyiapkan materi keislaman yang disampaikan kepada anak-anak. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara bagi Azka untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam kegiatan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selama KKN, Azka juga mendapatkan pengalaman dalam berinteraksi langsung dengan anak-anak, pemuda, dan masyarakat desa. Ia belajar memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat sebelum menyusun kegiatan, sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, dan beradaptasi dengan situasi di lapangan. Menurutnya, salah satu hal yang paling berkesan adalah melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan dan bagaimana benda yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui program ini, Azka berharap kegiatan sederhana berbasis kreativitas dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi Azka, pengalaman KKN menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui program yang besar, tetapi dapat dimulai dari pemanfaatan potensi yang ada dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Penulis: Indana Zulfa Maulida
