Jadwal Ujian Akhir Program Sarjana dan Pascasarjana Semester Gasal T.A. 2025/2026
Yogyakarta, 26 November 2025 – Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FIB UGM telah melaksanakan kegiatan student visit ke kantor Tribun Network Jogja pada hari Rabu, 26 November 2025. Student visit merupakan program kerja Kementerian Relasi Publik dan Organisasi (RPO) LEM FIB UGM sebagai rangkaian penutup kolaborasi yang bertujuan untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, serta kontribusi langsung mahasiswa dalam dunia media dan komunikasi. Kegiatan student visit ini diselenggarakan di Ruang C kantor Tribun Network Jogja yang yang berlokasi di Jl. Ringroad Barat No 11, Nusupan, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tribun Network Jogja atau lebih dikenal sebagai TribunJogja.Com merupakan salah satu surat kabar daerah yang beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan merupakan anak perusahaan dari Grup Kompas Gramedia. Perusahaan ini beroperasi di sektor media massa sebagai bagian dari jaringan Tribun Network.
Kunjungan ke Tribun Network Jogja berlangsung pada pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan sambutan pembukaan dari perwakilan LEM FIB UGM yang kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi materi oleh Manajer Digital Tribun Jogja, Bapak Ikrob Didik Irawan. Materi yang disampaikan mencakup topik website, Search Engine Optimization (SEO), Google Analytics, pengelolaan media sosial, pembuatan creative content, serta strategi branding. Kegiatan selanjutnya berupa tur lingkungan kerja yang mencakup ruang kerja dan area santai hingga guang berisi mesin cetak koran impor.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teoritis industri media, tetapi juga menjadi sarana praktik langsung melalui tur lingkungan kerja yang memberikan gambaran nyata tentang operasional Tribun Network Jogja. LEM FIB UGM berharap kegiatan ini terus berdampak positif sebagai wujud komitmen mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan industri media dan komunikasi, sekaligus menjadi agenda kolaboratif yang berkelanjutan di masa depan.
Keberhasilan student visit ini memperkuat posisi LEM FIB UGM sebagai unit yang proaktif dalam membangun relasi eksternal dan pengembangan kompetensi mahasiswa di berbagai lini, mulai dari komunikasi digital hingga eksplorasi industri kreatif. LEM FIB UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Tribun Network Jogja, khususnya Bapak Ikrob Didik Irawan atas kerjasamanya serta kepada seluruh peserta yang telah memberikan partisipasi aktif. Kehadiran dan antusiasme seluruh elemen adalah kunci sukses pelaksanaan kegiatan Pengenalan Industri Media ini.
Student visit ini secara nyata turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui sesi pemaparan materi mengenai website, SEO, Google Analytics, media sosial, creative content, dan branding; SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan yang membutuhkan tanpa memandang status sosial ekonomi; serta SDG 17 (Partnerships for The Goal) melalui kolaborasi yang efektif antara mahasiswa LEM FIB UGM dengan Tribun Network Jogja.
Penulis: Gracia Nofidelia Joherman
Yogyakarta, 29 November 2025 – Upaya memperkuat ekosistem studi Korea di Indonesia memasuki babak baru dengan digelarnya Seminar INAKOS bertema Peran INAKOS dalam Mengokohkan Studi Korea di Indonesia pada Sabtu, 29 November 2025 di Auditorium Gedung Soegondo FIB UGM. Diselenggarakan oleh The International Association for Korean Studies in Indonesia (INAKOS) bersama Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UGM serta Korea Foundation, kegiatan ini menjadi momentum penting bangkitnya kembali INAKOS sebagai pusat kolaborasi akademik dan pengembangan penelitian Korean Studies di Indonesia.
Dalam sambutan pembuka, Dekan FIB UGM, Prof. Setiadi, menyampaikan komitmen fakultas dalam mendukung ekosistem kajian Asia Timur yang lebih kuat.
“Kami siapkan infrastruktur yang memadai untuk membangun kajian-kajian Asia Timur. Gedung sebelah yang kami bangun ini, betul-betul kami dedikasikan untuk pusat-pusat kajian dan salah satunya adalah Inakos. Kami ingin semua pusat kajian di FIB terintegrasi dalam sebuah lingkungan multidisiplin dan transdisiplin,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Direktur Korea Foundation, Lee Sanghoon, yang menegaskan peran strategis INAKOS sebagai penghubung hubungan akademik Indonesia–Korea.
“Korea Foundation mendukung penuh upaya Inakos dalam menghidupkan kembali ruang dan dialog bagi para akademisi yang memiliki minat mendalam terhadap Korea. Kami percaya Inakos akan memainkan peran penting sebagai jembatan memperkuat Korean Studies di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Duta Besar Korea untuk Indonesia, Park Soo-deok menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi lintas negara melalui riset dan dialog ilmiah.
“Indonesia dan Korea memiliki perjalanan panjang dalam kerja sama budaya dan pendidikan. Melalui penelitian, pertukaran akademik, dan dialog ilmiah seperti hari ini, kedua negara terus membangun jembatan pemahaman yang semakin kokoh,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden INAKOS 2025, Suray Agung Nugroho, memaparkan arah strategis organisasi yang kembali diaktifkan. Ia menegaskan bahwa INAKOS hadir sebagai rumah, ruang, dan payung ilmiah untuk menyatukan akademisi dan pemerhati Korea di Indonesia serta menguatkan riset kolaboratif dan berkelanjutan.
Setelah sesi sambutan, hadirin disuguhkan penampilan Tari Kipas Korea hasil kolaborasi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UGM. Acara kemudian berlanjut pada penyampaian materi oleh akademisi dari UGM, UI, UPI, dan Universitas Nasional.
Sesi seminar pertama disampaikan Rostinue dari Universitas Indonesia. Ia memaparkan peran akademisi studi Korea sebagai jembatan akademik dan kultural yang menopang kualitas interaksi bilateral Indonesia–Korea. Pemateri selanjutnya, Ashanti Widyana dari Universitas Pendidikan Indonesia, menyampaikan tren penelitian Program Studi Pendidikan Bahasa Korea UPI pada 2020–2025, khususnya dalam penguatan riset linguistik terapan, kajian budaya, dan integrasi hasil riset dalam praktik pendidikan.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Desitha Dwi Asriani dari Fisipol UGM yang membahas modifikasi tubuh dan performativitas gender pada perempuan dan laki-laki muda Asia dalam perspektif komparatif Indonesia–Korea. Pemaparan berikutnya disampaikan Rurani Adinda dari Universitas Nasional mengenai pembedaan makna idiom anggota tubuh bagian kepala dalam bahasa Korea dan Indonesia. Sesi ditutup oleh Achmad Rio, Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UGM, dengan materi terkait analisis pola terjemahan ending adnominal deon-eass-does menggunakan korpus paralel Korea–Indonesia.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal memperluas jejaring ilmiah Korean Studies di Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam kerja sama budaya, sosial, dan pendidikan antara Indonesia dan Korea. Dengan kolaborasi yang terus ditingkatkan, ruang dialog terbuka semakin luas untuk melahirkan gagasan dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu memperkuat akses pengetahuan dan peluang pertukaran akademik yang berkontribusi pada pembangunan manusia dan masa depan yang lebih inklusif serta berkelanjutan bagi kedua negara.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]
Yogyakarta, 29 November 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada mencatat capaian impresif pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada (PORSENIGAMA) 2025. Berdasarkan rekapitulasi resmi, kontingen FIB berhasil meraih juara pada berbagai cabang olahraga dan seni, baik kategori individu maupun beregu, yang menunjukkan kekuatan kompetitif mahasiswa dalam bidang non-akademik.
Pada cabang atletik, FIB menorehkan tiga prestasi melalui I Putu Arya Ananda Adi Nugraha Santosa yang meraih Juara 3 Lari 1500 M Putra, Yustisia Raka Saputra sebagai Juara 1 Lompat Jauh Putra, serta Ahmad Mikail yang meraih Juara 3 Lari 200 M Putra. Di cabang orienteering, Rangga Rayhan Paristyo bersama Shang Narendra Paramarthadewa Suryaputra mencatat Juara 2 kategori Beregu Umum.
Prestasi gemilang juga ditorehkan tim Hockey Putra FIB yang berhasil merebut Juara 1. Tim beranggotakan Alif Yoga Pratama, Arjuna, Fadly Bayu Laksono, Jonathan Ephram Purnomo, Reihan Mandiri Wangsa, Rasendriya Evan Muhammad Walia, Ferdika Dwi Cahya, Firlan Maulana Sayogya, Ibrahim, Jonathan Kefas, Muhammad Farhan, dan Muhammad Thoriq Aziz. Selain itu, Rasendriya Evan Muhammad Walia memperoleh penghargaan Top Scorer.
Pada cabang judo, Wanita Perkasa Bijaksana meraih Juara 3 kategori +57 kg Putri dan Juara 2 kategori +57 kg Tachiwaza Putri, sementara Dewan Gusti Dinantaka meraih Juara 3 kategori +90 kg Tachiwaza Putra. Di cabang karate, Muhammad Faiz Darmawan meraih Juara 2 kategori Kata Perorangan Putra, disusul Human Irsyad Sabil sebagai Juara 3 kategori yang sama, serta Kevin Naufal Bagaskara (Juara 3 Kumite +60 kg Putra) dan Sarah Jasmine Kahiking (Juara 3 Kumite +55 kg Putri).
Pada cabang panahan, Affa Arif Hukmana Rahayu meraih Juara 2 Kualifikasi Individu Divisi Barebow Putra serta Juara 3 Eliminasi Individu pada divisi yang sama. FIB juga menguasai cabang pencak silat, melalui Labibah Haya Nurmaulidza sebagai Juara 1 Kelas C Putri dan Lakshita Pradnya Dayinta yang meraih Juara 1 kategori Seni Tunggal Putri.
Prestasi di bidang seni turut memperkuat posisi FIB. Alna Hafifah menjadi Juara 1 Baca Puisi, Najmah ‘Ulya Syahidah meraih Juara 1 Komik Strip, dan cabang monolog menyabet Juara Penyutradaraan Terbaik. Pada cabang naskah lakon, Berekhya Kiri Grace Syandana meraih Juara 3. Di cabang tari modern, tim FIB meraih Juara 1 melalui Azra Khansa Ahista Melody Putri Wijayanto, Fransisca Cindy Putri Tet Hun, Justin Liepangi, Kyla Ajizah Rahardhi, Nadia Nasywa Naila Pentha Calista, Nadira Renata Nur Setyaningrum, Nicola Shevarelia Bima Putri, Oryza Sativa Rosyadi, Salsabila Rizky Alifa Zul’am, dan Syaira Radhwa Aqila. Untuk tari tradisional, Alexandra Gendhis Danurdara, Arba’Athun Nisa Adhya Nur Baity, Audrey Gizella Islamey, Ermin Dhiva Nurhaliza, dan Hapsari Inez Kinasih meraih Juara 3 kategori beregu.
Pada cabang vokal keroncong, Muhammad Isa Dafa Hakam meraih Juara 1 Tunggal Putra, dan Dian Patmisari meraih Juara 2 Tunggal Putri.
Keberhasilan ini memperlihatkan kesungguhan mahasiswa FIB dalam mengembangkan potensi diri secara menyeluruh melalui kompetisi yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan fakultas, tetapi juga menunjukkan pentingnya dukungan dan fasilitas pengembangan minat serta bakat dalam lingkungan pendidikan tinggi, yang memberi dampak positif bagi perkembangan karakter dan daya saing generasi muda.
Foto: pixabay.com
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]



