Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Departemen Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sesi Kolokium dengan menghadirkan Clara Siagian, Ph.D. ia adalah seorang peneliti pascadoktoral di University College London (UCL) sekaligus peneliti di Pusat Kajian Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (PUSKAPA). Diskusi ilmiah yang berlangsung ini mengangkat tajuk “Rumah yang Dibangun Negara: Rusunawa dan Kewargaan Kota”.
Dalam pemaparannya, Clara Siagian menyoroti dinamika kompleks di balik penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) oleh pemerintah di berbagai wilayah di Jakarta. Bagi para penghuninya, pengalaman tinggal di rusunawa menjadi ruang politik yang nyata. Kehidupan sehari-hari di perumahan vertikal ini diwarnai oleh proses negosiasi relasi yang terus-menerus antara warga dan otoritas negara. Clara menekankan bahwa mengubah cara pandang warga terhadap perumahan serta cara negara menyediakan fasilitas tersebut secara langsung akan mengubah bentuk relasi sosial-politik antara masyarakat dan negara. Penyediaan pemukiman publik seperti Rusunawa tidak sekadar berfungsi sebagai solusi hunian fisik, melainkan juga dimanfaatkan oleh negara sebagai instrumen pedagogi politik untuk menanamkan norma serta standar kewargaan kota yang ideal. Melalui regulasi dan tata kelola perumahan publik tersebut, negara berupaya membingkai cara pandang serta perilaku masyarakat perkotaan.
Sesi kolokium ini diakhiri dengan diskusi interaktif bersama para mahasiswa Antropologi UGM mengenai tantangan metodologis yang dihadapi Clara serta konsep kewargaan perkotaan dan kebijakan perumahan sosial di Indonesia ke depan.
Penulis: Humas Antropologi
