Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, M Deni Maulana, berhasil meraih penghargaan tertinggi Daesang (대상) dalam ajang Global Inbound Start Up Idea Competition yang diselenggarakan di Korea Selatan. Prestasi ini diraih melalui gagasan start up edukatif berbasis bahasa dan budaya yang dinilai inovatif, kontekstual, dan aplikatif dalam menjawab kebutuhan mahasiswa internasional.
Kompetisi berskala global tersebut diikuti oleh 45 peserta dari 20 perguruan tinggi berbagai negara dan diselenggarakan oleh Jeonbuk National University, Jeonbuk State, serta Global Innovation Start up Center (GISC). Rangkaian kegiatan berlangsung pada 13 November 2025 hingga 3 Desember 2025 dan dilaksanakan secara langsung di The May Hotel Jeonju, Jeonbuk State, Korea Selatan. Seluruh tahapan meliputi pengajuan ide, presentasi konsep, pendampingan mentor, hingga penilaian akhir oleh dewan juri profesional.
Dalam forum internasional tersebut, Deni tampil sebagai representasi mahasiswa Indonesia yang mampu bersaing secara konseptual dan strategis. Penghargaan Daesang diraih berkat ide start up bernama LinguaLoka yang mengangkat persoalan komunikasi lintas budaya, khususnya kesenjangan pemahaman bahasa dialek dan ragam tutur sehari-hari yang belum banyak terakomodasi dalam pembelajaran bahasa formal.
Berangkat dari latar belakang akademik Bahasa dan Sastra Indonesia serta ketertarikannya pada program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Deni merancang LinguaLoka sebagai aplikasi pembelajaran bahasa berbasis dialek lokal. Pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar di Korea Selatan dan keterlibatannya sebagai tutor bahasa Indonesia bagi mahasiswa Korea menjadi pijakan utama lahirnya ide tersebut. Melalui interaksi langsung, Deni menemukan bahwa pembelajar bahasa asing kerap mengalami kesulitan memahami bahasa dalam konteks percakapan sehari-hari, sementara pemahaman dialek justru menjadi kunci komunikasi sosial.
“Pembelajaran bahasa tidak cukup hanya mengandalkan struktur formal. Dialek dan konteks tutur sehari-hari memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang utuh,” ujar Deni Maulana.
Secara konseptual, LinguaLoka dikembangkan dengan sejumlah fitur utama, antara lain simulasi percakapan berbasis situasi nyata, fitur pertukaran bahasa antarpengguna, serta permainan edukatif tebak dialek. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa Indonesia dan Korea dalam mempelajari bahasa formal sekaligus mengenal dialek daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari di masing-masing negara.
Dewan juri menilai LinguaLoka memiliki nilai edukatif yang kuat, potensi pengembangan global, serta keberlanjutan sebagai start up berbasis pendidikan dan budaya. Latar belakang Deni sebagai mahasiswa humaniora dinilai memberikan keunggulan konseptual karena mampu mengintegrasikan kajian linguistik, pengalaman BIPA, dan kebutuhan riil mahasiswa internasional.
Capaian ini menegaskan bahwa mahasiswa bidang bahasa dan sastra memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi lintas disiplin yang relevan dengan tantangan global. Melalui pendekatan edukatif berbasis budaya, inovasi semacam ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman lintas bangsa dan mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang inklusif serta berkelanjutan di tingkat internasional.
Narasumber: M. Deni Maulana
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]
