Yogyakarta, 22 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pertemuan evaluasi program pertukaran mahasiswa. Program ini merupakan hasil kerjasama antara FIB UGM dengan mitra universitas nasional (PMM) dan internasional. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Multimedia ini dilaksanakan sehubungan dengan akan berakhirnya KBM Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni. Forum ini juga mengundang para mahasiswa pertukaran pelajar nasional dan internasional, termasuk mahasiswa jenjang magister dan doktoral khusus untuk mahasiswa internasional.
Para peserta program pertukaran pada tahun akademik ini berasal dari berbagai universitas mitra di dalam dan luar negeri. Mahasiswa internasional tercatat berasal dari Kokushikan University, Hankuk University of Foreign Studies, National Chengchi University, University of Naples L’Orientale, Universiti Brunei Darussalam, Palacky University Olomouc, Kobe University, dan Daito Bunka University. Dari jenjang pascasarjana internasional, hadir mahasiswa dari program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora, Doktor Antropologi, Magister Antropologi, Magister Linguistik, Magister Arkeologi, serta Magister Sastra. Sementara itu, mahasiswa tingkat nasional berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Udayana, dan Universitas Andalas.
Dalam sambutannya, Prof. Setiadi menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta selama menempuh studi. Beliau menegaskan keunggulan akademis dan lingkungan sosial di lingkungan fakultas yang mendukung proses belajar mahasiswa.
“FIB menjadi pilihan yang tepat bagi teman-teman sekalian, terutama mahasiswa Internasional. Karena selain memiliki berbagai jurusan yang mata kuliahnya boleh diambil walaupun tidak linier, FIB juga memiliki beragam kegiatan kemahasiswaan (BSO) yang dapat diikuti untuk saling mengenal latar belakang dan kebudayaan satu sama lain,” tutur Prof. Setiadi.
Pada sesi utama pertemuan, beberapa mahasiswa menyampaikan evaluasi, kesan, dan pesan mereka. Perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas mitra tersebut membagikan pengalaman berharga, masukan untuk perbaikan program, serta kesan positif yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan pertukaran dan berkuliah di FIB UGM.
Pertemuan evaluasi ini menjadi langkah krusial dalam menjaga sekaligus meningkatkan mutu kualitas program pertukaran pelajar di masa mendatang. Melalui penguatan kemitraan akademis lintas negara dan daerah, FIB UGM terus berupaya menciptakan ruang belajar yang adaptif serta mendukung pemerataan akses pendidikan bermutu yang menghargai keberagaman budaya global.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]


