YOGYAKARTA – Memasuki semester kelima, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024 mulai mempersiapkan langkah akademik dan karier mereka. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan bersama Ketua Program Studi sekaligus Dosen Pembimbing Akademik, Dr. Zulfa Purnamawati, yang membahas rencana studi, tugas akhir, hingga peluang magang.
Pertemuan diawali dengan diskusi mengenai perkembangan studi dan rencana yang mulai disusun mahasiswa. Sejumlah mahasiswa telah memiliki ketertarikan pada bidang sastra, linguistik, maupun penerjemahan, sementara sebagian lainnya masih mempertimbangkan pilihan untuk tugas akhir. Dr. Zulfa turut memberikan arahan terkait perencanaan studi, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Kurikulum 2021 dan Kurikulum 2026.
Selain membahas perkuliahan, mahasiswa diajak melihat semester kelima sebagai waktu yang tepat untuk mulai mencari pengalaman di luar kelas. Salah satunya melalui magang. Sultan, yang pernah menjalani magang di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Direktorat Protokol, membagikan pengalamannya selama berada di lingkungan kerja tersebut. Ia menceritakan proses yang dilalui sebelum mendapatkan posisi magang hingga berbagai tugas yang dikerjakan, termasuk membantu persiapan kegiatan kenegaraan dan kunjungan diplomatik. Dari pengalamannya, Sultan menekankan pentingnya mempersiapkan diri, mulai dari kelengkapan dokumen hingga kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi.
Pembahasan kemudian berkembang pada peluang yang lebih luas bersama Garin Arivian, Alumni Sastra Arab 2020. Ia mengajak mahasiswa melihat bahwa kemampuan bahasa Arab tidak hanya dapat diarahkan pada satu bidang pekerjaan. Diplomasi, organisasi internasional, penelitian dan think tank, media, hingga sektor swasta merupakan beberapa bidang yang dapat dijajaki oleh lulusan Sastra Arab. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai menentukan bidang yang ingin dicoba dan menyiapkan kemampuan yang mendukungnya. Garin juga berbagi mengenai pentingnya memiliki CV yang rapi, profil LinkedIn, portofolio tulisan, serta kemampuan bahasa Inggris untuk membuka peluang di tingkat internasional.
Tidak hanya peluang di Indonesia, mahasiswa juga berdiskusi mengenai kesempatan magang dan program jangka pendek di luar negeri. Beberapa mahasiswa tertarik mencari pengalaman di kedutaan maupun lembaga penelitian internasional. Garin turut menawarkan bantuan bagi mahasiswa yang ingin mencari peluang tersebut, khususnya yang berkaitan dengan lembaga penelitian dan think tank. Dalam prosesnya, mahasiswa tetap diarahkan untuk berkonsultasi dengan program studi dan DPA agar kesempatan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan akademik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi mahasiswa Sastra Arab UGM angkatan 2024 untuk mulai melihat hubungan antara perkuliahan, tugas akhir, pengalaman magang, dan rencana karier. Semester kelima tidak hanya menjadi soal memenuhi SKS, tetapi juga waktu untuk mencoba berbagai pengalaman dan mulai menentukan arah yang ingin ditempuh setelah lulus.
Penulis : Indana Zulfa Maulida
