Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kuliah Perdana Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu (26/8). Acara yang berlangsung di Auditorium Gd. R. Soegondo FIB UGM ini dihadiri oleh sekitar 250 mahasiswa baru program magister dan doktor dengan mengusung tema “Metode dan Etika Penelitian dalam Ilmu-ilmu Humaniora”. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Ibu Ningrum yang menekankan pentingnya adaptasi akademik dan integritas tinggi bagi para peneliti muda.
Hadir sebagai narasumber utama, Guru Besar sekaligus Dosen Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM, Prof. Dr. Drs. Sajarwa, M.Hum. Dalam pemaparannya, Prof. Sajarwa menggarisbawahi bahwa tidak ada penelitian yang bereputasi tanpa dimulai dari adanya research gap. Beliau mengupas tuntas orisinalitas riset melalui tiga area utama (kuantitas, kualitas, dan limitation) serta empat jenis kesenjangan literatur yang meliputi aspek konseptual, waktu, kelompok populasi, dan metodologis. Mahasiswa pun diwajibkan untuk memperluas literasi dan membaca referensi secara mendalam sebelum mulai merumuskan ide riset.
Untuk menemukan celah tersebut, mahasiswa diarahkan untuk aktif memetakan literatur melalui basis data ilmiah bereputasi global seperti Scopus, ScienceDirect, DOAJ, JSTOR, hingga Google Scholar. Selain menelaah artikel ilmiah, mahasiswa juga didorong peka terhadap alasan empiris di lapangan—seperti isu ancaman kemanusiaan, kebutuhan problem-solving, fakta historis, aktualitas, kondisi ekstrem, hingga penyimpangan sosial—sebagai pemantik utama penelitian.
Di akhir sesi materi, Prof. Sajarwa memberikan wejangan penting terkait metode kerja penulisan ilmiah di tingkat pascasarjana. Beliau mengimbau para mahasiswa untuk menanggalkan ego individu dan mulai membangun tradisi akademik yang solid. “Kalau nulis jangan sendiri, tetapi berkelompok,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi dan diskusi dengan peer group demi menghasilkan luaran riset yang komprehensif dan berdampak luas.
[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]
