Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM terus berkomitmen mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan melalui berbagai program penghematan energi yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Upaya ini menjadi bagian dari implementasi prinsip kampus hijau serta dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan aksi terhadap perubahan iklim.
Sebagai institusi pendidikan yang memiliki aktivitas akademik, penelitian, dan layanan yang berlangsung setiap hari, kebutuhan energi di lingkungan fakultas cukup tinggi. Oleh karena itu, FIB UGM secara bertahap melakukan berbagai langkah efisiensi energi, baik melalui pemanfaatan teknologi hemat energi maupun perubahan perilaku warga kampus dalam menggunakan energi secara bijak.
Saat ini, fasilitas penerangan di lingkungan FIB UGM didukung oleh 1.716 unit lampu, di mana 1.311 unit atau sekitar 76 persen telah menggunakan teknologi LED yang lebih hemat energi dan memiliki usia pakai lebih panjang dibandingkan lampu konvensional. Penggunaan lampu LED menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi konsumsi listrik tanpa mengurangi kualitas pencahayaan di ruang belajar maupun area pelayanan.
Selain itu, FIB UGM memiliki 309 unit pendingin ruangan (AC) yang digunakan untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar dan aktivitas perkantoran. Dari jumlah tersebut, 220 unit AC telah menggunakan teknologi hemat energi, sehingga mampu menekan penggunaan listrik sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan kerja dan pembelajaran.
Tidak hanya melalui penggantian peralatan yang lebih efisien, FIB UGM juga menggalakkan berbagai kampanye penghematan energi kepada seluruh sivitas akademika. Beberapa langkah sederhana yang terus disosialisasikan antara lain:
- Mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan.
- Mematikan AC ketika ruangan kosong atau setelah kegiatan selesai.
- Mengatur suhu AC pada tingkat yang efisien dan nyaman.
- Memanfaatkan pencahayaan alami pada siang hari.
- Mematikan komputer, proyektor, dan perangkat elektronik lainnya setelah digunakan.
- Memasang stiker dan media edukasi hemat energi di ruang kerja, ruang kelas, serta area publik sebagai pengingat bagi pengguna gedung.
Melalui pemasangan stiker dan kampanye edukasi tersebut, FIB UGM berharap tercipta budaya hemat energi yang menjadi kebiasaan sehari-hari seluruh warga kampus. Kesadaran individu dinilai memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas program konservasi energi yang telah dijalankan.
Komitmen FIB UGM terhadap energi berkelanjutan juga diwujudkan melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang 56 kWp yang mampu menghasilkan energi sekitar 322 kWh per hari. Pemanfaatan energi surya ini menjadi langkah nyata fakultas dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil sekaligus menurunkan emisi karbon dari aktivitas operasional kampus.


