Yogyakarta – Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Industri Kreatif dan Diplomasi Budaya antara Quebec (Kanada) dan Indonesia, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Asia Pacific Foundation of Canada. Kegiatan ini mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, praktisi kreatif, serta mahasiswa dari Kanada dan Asia Tenggara untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai penguatan kerja sama di bidang industri kreatif dan diplomasi budaya.
Konferensi ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Wening Udasmoro, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang kolaborasi internasional yang mampu mendorong pertukaran budaya, pengembangan inovasi, serta penguatan jejaring global.
Sementara itu, penutupan konferensi disampaikan oleh Dr. Alexandre Veilleux, yang menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kemitraan antara Kanada dan Indonesia melalui kolaborasi akademik, industri kreatif, dan pembangunan jaringan jangka panjang di kawasan Indo-Pasifik.
Konferensi menghadirkan dua sesi diskusi panel yang membahas berbagai perspektif mengenai pengembangan industri kreatif dan diplomasi budaya.
Pada Panel 1 bertajuk “The Strategic Value of Creative Industries and Cultural Diplomacy: A Government Lens”, hadir sebagai narasumber:
1. Guillermo Moyano, Director of Economic Affairs, Quebec Government Office in Singapore;
2. Dr. Leonard Hutabarat, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Republik Indonesia sekaligus mantan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Toronto;
3. Yurnelis Piliang, S.IP., M.P.A., Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diskusi dimoderatori oleh Dr. Agung Wicaksono dari Universitas Gadjah Mada.
Sementara itu, Panel 2 mengangkat tema “Creative Industry Innovation: Canada–Indonesia Business Insights” dengan menghadirkan:
1. Danny Tan, Managing Producer, Moment Factory Singapore Office;
2. Ivan Chen, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN);
3. Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.
Sesi ini dipandu oleh Yaxin Zhou dari Université de Montréal.
Selain menjadi forum dialog strategis, konferensi ini juga menjadi rangkaian pembuka bagi CERIUM Indo-Pacific Chair Summer School, sebuah program yang mempertemukan mahasiswa pascasarjana dari Kanada dan Asia Tenggara untuk belajar langsung dari para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang hubungan internasional dan industri kreatif. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Université de Montréal, Université Laval, dan Universitas Gadjah Mada.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Kanada dan Indonesia dalam pengembangan industri kreatif, inovasi, serta diplomasi budaya. Seluruh penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada Asia Pacific Foundation of Canada, CERIUM, khususnya Dr. Alexandre Veilleux, para narasumber, peserta, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ke depan, jejaring dan kolaborasi yang telah terbangun melalui konferensi ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi berbagai inisiatif bersama yang memberikan manfaat bagi kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan Kanada–Indonesia di kawasan Indo-Pasifik melalui kreativitas, inovasi, dan pertukaran budaya.
Penulis: Dewi Widyastuti
Foto: Muhammad Fahmi Rafsanjani

