• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • SDGs 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • SDGs 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • hal. 2
Arsip:

SDGs 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan

FIB UGM Ajak Pemuda Lestarikan Budaya lewat Lomba Sungging Wayang

HEADLINERilis Berita Selasa, 26 Mei 2026

Yogyakarta, 21 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menyelenggarakan Gadjah Mada Wayang Festival 2026 pada 21 hingga 23 Mei 2026. Festival ini menghadirkan perlombaan sungging wayang kulit dan mewarnai wayang karton sebagai langkah nyata institusi pendidikan dalam melestarikan kebudayaan Nusantara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program EQUITY LPDP RI sekaligus wujud perayaan Dies Natalis ke-80 FIB UGM. Pada tahun ini, Gadjah Mada Wayang Festival mengusung tema besar bertajuk “Kita. Butuh. Wayang.”. Tema tersebut membawa pesan penting mengenai upaya membangun sinergi seimbang antara ruang pikir akademik kampus dengan denyut nadi para perajin wayang di Dusun Butuh, Desa Sidowarno, Kabupaten Klaten.

Perlombaan dimulai serentak pada pukul 09.30 WIB. Lomba sungging wayang kulit menyasar siswa tingkat menengah atas, mahasiswa, dan masyarakat umum dari berbagai wilayah dengan batas usia maksimal 25 tahun. Panitia menyiapkan tokoh wayang Gathutkaca Gaya Surakarta sebagai media utama. Peserta memiliki waktu lima setengah jam untuk menyelesaikan karya mereka secara individu. Mereka dibebaskan untuk menentukan gaya sunggingan sesuai preferensi masing-masing, seperti gaya Surakarta atau Yogyakarta.

Bersamaan dengan agenda tersebut, panitia mengadakan lomba mewarnai wayang karton secara tatap muka di Pusaka Jawa UGM. Kompetisi ini diperuntukkan khusus bagi pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Para peserta mendapatkan waktu pengerjaan selama tiga jam. Seluruh hasil karya dari kedua lomba akan dikembalikan dan menjadi hak milik peserta sepenuhnya setelah pengumuman pemenang.

Penilaian kedua lomba berlangsung dalam satu tahap penjurian. Aspek utama yang menjadi dasar penilaian dewan juri meliputi teknik mewarnai, komposisi warna, kerapian dan kebersihan, serta tingkat kreativitas peserta.

Upaya pelestarian kesenian wayang ini menjadi jembatan penting untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap melekat pada identitas generasi muda. Kolaborasi erat antara institusi pendidikan tinggi dan perajin desa membuktikan bahwa perlindungan terhadap tradisi selalu berjalan beriringan dengan pemberdayaan komunitas serta penguatan ekonomi lokal di masa depan.

[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

Matragama: Merawat Komunitas Sastra di Bumi Seribu Candi

Rilis Berita Rabu, 20 Mei 2026

Yogyakarta, 16 Mei 2026 –  Di Pondok A. Salam Kalimasada, Pakem, Sleman, Yogyakarta, babak baru Matragama menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjelma ruang berkumpul bagi orang-orang yang percaya bahwa sastra masih perlu dirawat bersama. Sejak pukul 18.00 WIB, satu demi satu orang datang membawa suara, cerita, tawa, dan ingatan. Mereka duduk beralaskan tikar dalam udara malam yang dingin, sementara cahaya redup di sudut pondok membuat percakapan terasa lebih intim. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Matragama dari berbagai angkatan, mahasiswa S-3 Ilmu-Ilmu Humaniora, serta tamu undangan dari Kajian Budaya Timur Tengah, Pengkajian Amerika, Linguistik, Sejarah, Antropologi, dan berbagai kalangan di Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Sejak berdiri pada 2022 di bawah kepemimpinan Billy, Matragama terus bergerak melalui estafet generasi. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Awan pada generasi kedua, hingga kini memasuki babak baru bersama Brian sebagai nahkoda generasi ketiga. Malam  itu menjadi penanda bahwa estafet tersebut belum berhenti. Di tengah dinginnya udara Pakem dan hangat percakapan yang mulai tumbuh, Matragama seperti sedang menemukan kembali nyalanya.

Ketua Matragama, Giandra Febrian Haidar, membuka acara dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan. Ia berbicara tentang. Dalam sambutannya, ada harapan agar sastra tidak hanya tinggal di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di ruang-ruang pertemuan, di malam-malam panjang, dan di antara manusia-manusia yang masih ingin mendengar satu sama lain.

Kaprodi Magister Sastra UGM, Prof. Aprinus Salam, turut hadir dan memberi sambutan hangat. Di hadapan mahasiswa dan para tamu undangan, beliau mengingatkan pentingnya berorganisasi dan berkomunitas sebagai bagian dari proses intelektual dan kebudayaan. Menurutnya, sastra tidak dapat hidup sendirian. Ia tumbuh melalui perjumpaan, percakapan, dan kerja bersama. Prof. Aprinus juga menyampaikan bahwa Pondok A. Salam Kalimasada dapat digunakan sebagai ruang kegiatan sastra dan kesenian lainnya, sebuah rumah terbuka bagi siapa saja yang ingin menjaga denyut kebudayaan agar tetap menyala.

Selepas pembukaan yang dipandu hangat oleh Pute sebagai pembawa acara, puisi demi puisi mulai dibacakan. Cerpen dihidupkan lewat suara. Di bawah tema Lilin-Lilin Kecil di Kaki Merapi, ada jeda-jeda hening yang terasa penuh, seolah setiap orang sedang memungut sesuatu dari dalam dirinya sendiri. Nama-nama tampil bergantian: M. Iqbal Saputra, Romzul Falah, Awabeen Samsuding, Ella Manikam, Nuzul Ilmiawan, Islahudin Muhammad, Khatibul Umam, dan beberapa tamu undangan. Mereka tidak hanya membaca puisi, tetapi juga membagikan kegelisahan dan pengalaman batin kepada para pendengar.

Sesekali suara jangkrik menyalip di antara pembacaan puisi. Beberapa pendengar menunduk diam saat puisi dibacakan. Lalu gerimis  turun pelan, seperti ikut menjaga malam agar tetap tenang dan hangat. Ketika gerimis mulai membesar, sebagian peserta perlahan bergeser ke teras dan bagian dalam pondok sambil tetap menyimak pembacaan. Kata-kata terus melayang di udara malam, bercampur dingin angin lereng Merapi serta aroma kopi dan kedelai rebus yang menguar dari pondok.

Di sela acara, M. Iqbal Saputra, panitia kegiatan dari divisi teknis, menyampaikan refleksinya tentang pentingnya malam apresiasi sastra semacam ini. Menurutnya, kegiatan seperti peluncuran Matragama merupakan sesuatu yang semestinya hadir di sela-sela peraduan zaman. Ia mengatakan bahwa puisi, bercerita, maupun sekadar berdiskusi adalah upaya untuk kembali menjadi manusia yang utuh, melihat kehidupan dari berbagai arah, lalu menentukan langkah, entah menulis, bertindak, atau mungkin sekadar tersenyum.

Salah satu momen paling menyita perhatian hadir melalui dramatic reading oleh Luthfi, mahasiswa S-3 Ilmu-Ilmu Humaniora UGM. Pembacaan dramatik itu membuat teks tidak lagi sekadar tulisan, melainkan tubuh yang bergerak, suara yang berdenyut, dan emosi yang hidup di depan mata. Para tamu undangan pun ikut larut dalam suasana yang intim namun penuh energi.

Di tengah malam apresiasi itu, Rini Febriani Hauri membacakan cerpen berjudul “Tiga Kematian Dayang Temulun” dengan suara yang tenang dan ritmis. Puncak acara berlangsung ketika cerpen Rini dibedah bersama. Diskusi dipandu oleh Giandra dengan pemateri Ricky Yudhistira Nasution, mahasiswa S-3 Ilmu-Ilmu Humaniora UGM. Cerpen yang meraih Juara II Internasional Piala HB Jassin 2025 itu dibicarakan melalui pendekatan realisme magis, sebuah lanskap ketika tubuh, tanah, pohon, kabut, dan ingatan hidup berdampingan tanpa sekat yang tegas antara nyata dan gaib. Pembahasan berlangsung hangat. Diskusi tersebut membongkar bagaimana sastra bekerja di dalam ingatan kolektif, mitos, tubuh, dan sejarah manusia. Para peserta menyimak dengan antusias, sebagian  hanya menatap diam, sebagian lain tenggelam dalam kemungkinan-kemungkinan tafsir.

Malam semakin larut, tetapi tidak ada yang benar-benar ingin segera beranjak. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, suasana berubah menjadi lebih cair. Sebagian bernyanyi bersama, sebagian lain mengobrol tanpa jarak, bercanda, dan tertawa panjang. Ada yang duduk melingkar sambil mendiskusikan buku dan sastra, ada pula yang sekadar menikmati malam sambil berbagi cerita hidup yang tidak selesai dalam forum resmi. Di situlah Matragama terasa benar-benar hidup. Bukan pada spanduk, susunan acara, atau formalitas peluncuran, melainkan pada perjumpaan dan percakapan yang terus menyala hingga larut malam.

Beberapa tamu undangan dari berbagai jurusan dan komunitas di Fakultas Ilmu Budaya UGM turut menyampaikan refleksi dan harapan bagi Matragama. Perwakilan dari Kajian Budaya Timur Tengah, Pengkajian Amerika, Linguistik, Sejarah, hingga Antropologi, berharap agar silaturahmi antarorganisasi tetap terjalin hangat. Mereka juga mendoakan agar Matragama dapat berumur panjang dan konsisten menjadi ruang bersama untuk merawat sastra, seni, dan kebudayaan.

Di kaki Merapi malam itu, sastra hadir seperti lilin-lilin kecil: tidak besar, tetapi cukup untuk menjaga hangat perjumpaan dan percakapan. Gerimis masih turun pelan ketika satu per satu orang mulai meninggalkan Pondok Kalimasada.

Penulis: Rini Febriani Hauri

Habiburrahman El Shirazy Kupas Proses Kreatif Kepenulisan dalam Bedah Buku Suluh Rindu dan Mini Workshop Kepenulisan di FIB UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta, 29 April 2026 – Departemen Keilmuan Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) sukses menggelar acara “ Bedah Buku ‘ Suluh Rindu’ dan Mini Workshop Kepenulisan “ yang menghadirkan sastrawan populer, Dr. phil Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A., di Auditorium Soegondo Fakultas Ilmu Budaya. Acara yang terbuka untuk umum ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta mengenai proses kreatif dalam kepenulisan, khususnya terkait bagaimana membangun ide dan pengalaman dalam kepenulisan kreatif serta pentingnya nilai moral dalam karya sastra.

Penulis yang kerap disapa Kang Abik tersebut menjelaskan bahwa ide menulis dapat muncul dari fenomena sederhana di sekitar. Pengamatan terhadap realitas sosial, budaya, maupun dinamika kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas. Ia mencontohkan proses kreatif dalam novel Suluh Rindu, yang berangkat dari fenomena desa-desa yang ditinggalkan generasi mudanya untuk merantau. Desa hanya kembali ramai pada momen tertentu, seperti hari raya. Fenomena tersebut kemudian dikembangkan menjadi kisah seorang tokoh yang merantau ke Mesir dan mengalami pergulatan batin ketika pulang ke kampung halaman, terutama saat berhadapan dengan wasiat sang ayah.

Habiburrahman juga menekankan pentingnya unsur dramatik dalam karya sastra. Menurutnya, cerita yang baik harus mampu menggugah emosi pembaca melalui konflik yang kuat dan penyelesaian yang memberi makna. Lebih dari sekadar hiburan, karya sastra memiliki tanggung jawab moral. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan keberadaban perlu hadir sebagai fondasi dalam sebuah karya. “Karya yang baik bukan hanya menarik dibaca, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran bagi pembacanya,” tuturnya.

Dalam sesi tanya jawab juga dibahas bahwa pengalaman dalam menulis tidak harus berasal dari diri sendiri. Penulis dapat memperoleh pengalaman dari membaca, mendengarkan cerita orang lain, serta mengamati lingkungan sekitar. Selain itu, batasan moral dalam kepenulisan bergantung pada sudut pandang dan tujuan masing-masing penulis, namun tetap perlu memperhatikan nilai budaya dan keberadaban. Acara diakhiri dengan penyerahan kenang kenangan yang diserahkan oleh Bapak Tohir Mustofa, S.S., M.A., dan Bapak Abdul Jawat Nur, M.Hum., serta diikuti sesi dokumentasi bersama. Antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini menunjukkan harapan agar forum serupa terus dihadirkan sebagai wadah belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bagi para penulis maupun penikmat karya sastra.

Penulis: Putri Azkia Nisfiatul Laili

Perkuat Transnational Research and Supervision Network, Departemen Antropologi Terlibat Lokakarya Internasional Bersama Universitas Münster Jerman

Rilis Berita Kamis, 30 April 2026

Yogyakarta, 24 April 2026 – Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam lokakarya internasional bertajuk “Contesting Knowledge Formations: Towards a Transnational Research and Supervision Network”. Forum yang diselenggarakan secara hibrida oleh Universitas Münster, Jerman, pada Jumat (24/4) ini mempertemukan peneliti dari Benua Eropa, Asia, dan Afrika. Agenda utama pertemuan ini adalah mentransformasi model supervisi doktoral konvensional menjadi jejaring transnasional yang lebih setara, kolaboratif, dan inklusif.

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Dorothea Schulz, Kepala Departemen Antropologi Sosial dan Budaya Universitas Münster, bersama Prof. Dr. Thomas Stodulka selaku penyelenggara dan inisiator program. Dalam sambutannya, mereka menekankan visi besar lokakarya untuk membangun jaringan supervisi yang berkeadilan bagi mahasiswa doktoral di seluruh dunia, melampaui sekat-sekat geografis dan institusional. Lokakarya dua hari ini adalah kegiatan awal dari jaringan ini, yang didanai oleh DFG melalui skema Cluster of Excellence yang melibatkan inisiator Universitas Munster, bersama akademisi dari Hekima University College (Dr. Norbert Litoing), Universitas Gadjah Mada (Prof. Pujo Semedi, Dr. Elan Lazuardi), National University of Singapore (Prof. Kelvin Low, Dr. Noorman Abdullah), dan University of Birmingham (Prof. Insa Nolte).

Segera setelah pembukaan, agenda berlanjut ke sesi PhD Roundtable yang berlangsung hingga pukul 13.00 waktu Jerman (CEST). Dalam sesi ini, para kandidat doktor dari 4 universitas mempresentasikan proyek riset mereka di hadapan moderator internasional, Dr. Victoria Kumala Sakti (Universitas Münster) dan Dr. Souleymane Diallo (Universitas Münster). Fokus diskusi tidak hanya tertuju pada temuan ilmiah, tetapi juga mengeksplorasi tantangan metodologis serta aspirasi terhadap model supervisi lintas negara yang lebih efektif. 

Dua mahasiswa doktoral FIB UGM, Batari Oja dan Mochammad Najmul Afad, turut memaparkan riset mereka dalam forum tersebut. Mbak Batari mempresentasikan risetnya yang berjudul “Reproducing Chinese-Indonesian Cultural Identity in Klenteng”, sementara Mas Afad memaparkan risetnya bertajuk “The Sinking of the North Coast of Java: A Historical Ethnography of the Relationship between Society and the Sea, 1800s–2020s”. Keduanya mendapat masukan dari akademisi dari kelima universitas yang terlibat untuk memperkuat disertasi mereka.

Memasuki sesi malam waktu Indonesia, diskusi berkembang semakin mendalam. Prof. Pujo Semedi dari Universitas Gadjah Mada memimpin sesi diskusi kelompok yang mengajak peserta merumuskan bentuk praktis dari supervisi internasional. Sesi ini mengeksplorasi solusi atas kendala jarak, disparitas institusional, hingga pemerataan akses terhadap sumber daya riset global.

Sesi ini sekaligus mengidentifikasi berbagai gagasan strategis untuk pengembangan jaringan supervisi bersama yang berkelanjutan. Para peserta menyepakati bahwa kolaborasi South–South–North memerlukan struktur dukungan yang tidak hanya kuat secara teknis, namun juga memiliki sensitivitas terhadap konteks lokal masing-masing peneliti.

Rangkaian hari pertama lokakarya ditutup pada pukul 18.00 waktu Jerman (CEST) oleh Prof Insa Nolte dari Universitas Birmingham melalui sesi refleksi dan pembagian agenda strategis bagi seluruh anggota jaringan. Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya ekosistem riset transnasional yang responsif terhadap tantangan dinamika pengetahuan di abad ke-21. 

Lokakarya ini menandai langkah penting dalam penguatan kapasitas peneliti muda Indonesia di level global. Keterlibatan aktif peneliti UGM diharapkan dapat memperkuat posisi akademisi Indonesia dalam diskursus dekolonisasi pengetahuan serta membangun kemitraan ilmiah yang setara antara negara-negara Global South dan Global North.

Penulis: Mochamad Najmul Afad
Foto: Mochamad Najmul Afad & Pujo Semedi

Pelantikan Alumni Arkeologi Tandai Kontribusi Nyata di Lingkungan Profesional

News Release Senin, 20 April 2026

Pada tanggal 2 April 2026, beberapa lulusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada jenjang sarjana dan magister dilantik oleh Menteri Kebudayaan menjadi pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Momentum ini menjadi bukti kontribusi nyata para lulusan arkeologi di bidang profesional, khususnya dalam pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan warisan budaya. Berikut nama-nama lulusan Arkeologi jenjang sarjana dan magister yang dilantik : 

  1. Pahadi, S.S. sebagai Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Hasil Pengawasan
  2. Anggoro Cahyadi, S.S., M.Kesos. sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Warisan Budaya
  3. Sukronedi, S.Si., M.A. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara
  4. Yanto H. M. Manurung, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Balai Kepala Pelestarian Kebudayaan Jambi
  5. Sri Sugiharta, S.S., M.P.A sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan
  6. Ni Ketut Wardani P. Dewi, M.Hum. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bangka Belitung
  7. Kuswanto, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung
  8. Swedhi Hananta, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Banten
  9. Desse Yussubrasta, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  10. Riris Purbasari, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
  11. Endah Budi Heryani, S.S., M.M. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur
  12. Iwan Setiawan Bimas, S.S., M.M sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah
  13. Manggar Sari Ayuati, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan
  14. Ahmad Hariri, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat
  15. Sinatrio Danuhadiningrat, S.S. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan
  16. Gatut Eko Nurcahyo, S.S. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tenggara
  17. Dody Wiranto, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku
  18. Winarto, S.S. sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya
  19. Azwar Sutihat, S.S., M.Hum. sebagai Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau
  20. Agus Sudaryadi, S.S. sebagai Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi
  21. Marlia Yuliyanti Rosyidah, S.Si., M.A. sebagai Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah
  22. Romi Hidayat, S.S. sebagai Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  23. Iswadi A. M., S.S., M.Hum. sebagai Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan

Melalui pelantikan tersebut diharapkan mampu mendorong para lulusan arkeologi untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama studi ke dalam kebijakan di lingkungan kementerian.

Penulis: Jovinka Aldinova Kiranamurti

1234…7

Rilis Berita

  • Gamasutra Hidupkan Kembali Alunan Karawitan Klasik di Festival Karawitan UGM 
  • Festival Internasional Berbahasa dan Budaya Indonesia (FIBBI): Sapa Nusantara dari berbagai Penjuru Dunia
  • FIB UGM Resmi Buka Program Summer School Bekerja Sama dengan NCCU Taiwan
  • Membaca Konflik Timur Tengah dari Perspektif Geopolitik dan Kepentingan Indonesia
  • FIB UGM Bekali Tenaga Kependidikan dengan Pelatihan Timbangan IoT 

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju