Yogyakarta, 7 April 2026 – Program Studi Sastra Arab kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman linguistik mahasiswa melalui kolaborasi akademik dengan dosen Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Mengangkat tema penguatan retorika Arab, kegiatan ini menghadirkan sudut pandang baru dalam memahami keindahan bahasa melalui pendekatan stilistika.
Kegiatan diawali oleh Hayyi’ Rosyada selaku Ketua Kelas yang memandu jalannya acara dari awal hingga akhir. Suasana pembukaan berlangsung hangat melalui sambutan yang disampaikan oleh Dr. Zulfa Purnamawati selaku dosen pengampu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada Dr. Amin sebagai pemateri utama. Dr. Zulfa juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber serta partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kuliah tamu semacam ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang, khususnya melalui kolaborasi antara UiTM dan UGM. Menurutnya, sinergi akademik lintas institusi menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperdalam pemahaman keilmuan.
Memasuki sesi inti, Haris Arfa selaku moderator membuka jalannya diskusi dengan memperkenalkan Dr. Amin sebagai pemateri utama. Dr. Mohamad Nor Amin bin Samsun Baharun merupakan Senior Lecturer (DS13) di Akademi Pengajian Bahasa, Universiti Teknologi MARA (UiTM), tepatnya pada Department of Arabic Studies yang berlokasi di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Dalam bidang keilmuannya, beliau memiliki fokus pada kajian bahasa Arab, khususnya dalam aspek retorika dan linguistik.
Dalam pemaparannya, Dr. Amin mengulas konsep tasybih atau analogi dalam retorika (Balaghah) Arab secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa tasybih merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang memiliki kesamaan sifat guna memperkuat makna. Materi disampaikan secara sistematis dengan menguraikan berbagai jenis tasybih yang kerap menjadi tantangan bagi pembelajar, sehingga peserta dapat memahami konsep tersebut secara lebih terstruktur. Tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, Dr. Amin juga mengaitkan penjelasannya dengan contoh-contoh konkret yang diambil dari Al-Qur’an serta literatur keislaman. Pendekatan ini membantu peserta memahami penerapan tasybih secara lebih kontekstual dan aplikatif.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta mendorong pengembangan kajian retorika Arab yang lebih mendalam di masa mendatang.
[Sastra Arab, Indana Zulfa Maulida]
