Jurnal Deskripsi Bahasa (DB) yang dikelola oleh Program Studi Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meraih peringkat akreditasi SINTA 3 pada tahun 2026. Pencapaian ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) setelah melalui proses penilaian reakreditasi secara komprehensif sejak Maret 2025.
Jurnal yang terbit perdana pada tahun 2018 ini sebelumnya berada di peringkat SINTA 4 sejak tahun 2023. Saat ini, Jurnal DB dipimpin oleh Prof. Dr. Sajarwa, M.Hum. selaku Chief Editor. Kenaikan peringkat akreditasi ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas tata kelola jurnal, konsistensi publikasi, serta kontribusi ilmiah yang semakin diakui di tingkat nasional.
Bersamaan dengan pencapaian tersebut, Jurnal DB juga telah merilis terbitan terbarunya. “Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Deskripsi Bahasa Volume 9, Nomor 1 Tahun 2026 telah terbit secara daring dan menyajikan artikel penelitian kredibel mengenai studi linguistik,” ungkap tim redaksi Jurnal DB dalam keterangan resminya. Edisi ini memuat lima artikel penelitian yang dapat diakses secara terbuka dan gratis oleh publik.
Publikasi ilmiah ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret dan Oktober. Fokus kajian jurnal mencakup linguistik struktural, linguistik sosial, serta linguistik terapan yang meliputi linguistik forensik, penerjemahan, pengajaran bahasa, dan psikolinguistik. Pembaca maupun calon penulis dapat melihat cakupan lengkap keilmuan jurnal ini melalui laman resmi di tautan journal.ugm.ac.id/v3/db.
Untuk publikasi mendatang, Jurnal DB yang diterbitkan bekerja sama dengan Forum Linguistik ini tengah membuka penerimaan naskah untuk Volume 9, Nomor 2 yang akan rilis pada Oktober 2026. Jurnal ini mengenakan biaya pemrosesan artikel sebesar Rp679.592 yang berlaku setelah artikel dinyatakan diterima. Pengelola jurnal secara khusus menyediakan opsi pembebasan biaya bagi penulis yang memiliki keterbatasan pendanaan dengan melampirkan alasan dan bukti terkait.
Peningkatan akreditasi dan kebijakan akses terbuka ini menegaskan komitmen institusi dalam menyediakan literatur berkualitas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini secara berkelanjutan mendukung perluasan akses ilmu pengetahuan secara adil, sekaligus mendorong lahirnya penelitian inovatif yang bermanfaat bagi penyelesaian berbagai permasalahan bahasa di tengah masyarakat.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

