Yogyakarta, 29 September 2026—Terlaksana seminar proposal tesis pascasarjana program studi Antropologi Budaya yang bertepatan di gedung Soegondo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada pukul 13.00-15.00. Terdapat 6 orang mahasiswa yang mempresentasikan proposal dan dikelompokkan berdasarkan tema “Capturing Lives” dengan Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi, S.Ant., M.A., Ph.D. sebagai dosen koordinator seminar kluster ini.
Tesis yang dibawakan para mahasiswa cukup beragam mencakup berbagai wilayah di nusantara. Mulai dari yang terdekat berlokasi di Yogyakarta, “Walking Ethnography atas Temporalitas Bau di Pasar Induk Giwangan,” “Transformasi Komunitas Pemulung Makaryo Adi Ngayogyakarta ke Koperasi Pengolah Sampah Makaryo Adi Katon: Studi Kasus Kelompok Dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah di Kawasan TPST Piyungan,” serta “Evaluasi Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Desa Wisata melalui Pendekatan Empowerment Evaluation: Studi di Padukuhan Nganggring, Sleman”. Lalu bergeser ke Pulau Kalimantan, terdapat penelitian yang bertajuk “Jalan Panjang dan Berangin: Pendekatan Sensory Verite dalam Pembuatan Film Dokumenter Penyintas Eks-Tapol di Pulau Buru” dan “Bertemu yang Tak Terlihat: Roh dan Ritual Besiak melalui Dokumenter Sensory Verite,” kemudian terdapat yang berlokasi di Pulau Lombok yaitu, “Institusionalisasi Adat: Peran Majelis Emban Adat (MANDAT) dalam Kompromi Ekologis di Desa Bayan, Lombok Utara”.
Sebagaimana seminar proposal tesis merupakan langkah awal penelitian, para mahasiswa kemudian masih memiliki perjalanan yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. Usai terlaksana seminar proposal tesis, selanjutnya para mahasiswa akan mengkaji bahan penelitian secara lebih mendalam dan diberikan arahan oleh dosen pembimbing yang sudah dipilih.
Penulis: Syafina Kamilya
