Fakultas Ilmu Budaya UGM menyelenggarakan Sidang Terbuka Program Doktor Linguistik untuk promovenda Intan Pradita pada Rabu 23 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Multimedia, Gedung Margono FIB UGM, pada pukul 09.00–11.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran akademisi serta undangan.
Dalam sidang tersebut, Intan Pradita mempresentasikan riset doktoralnya yang berjudul “Keberterimaan Kolokasi Leksikal dalam Artikel Penelitian Berbahasa Inggris oleh Akademisi Indonesia dan Anglo-Amerika: Sebuah Studi Komparatif Berbasis Korpus.”
Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya penggunaan bahasa Inggris sebagai English as a Lingua Franca (ELF) dalam publikasi ilmiah internasional. Penggunaan kolokasi leksikal—yakni kombinasi kata yang lazim berdampingan—menjadi aspek krusial dalam penulisan akademik. Riset ini secara khusus menyoroti keberterimaan kolokasi yang ditulis oleh akademisi non-penutur asli (non-Anglophone), mengingat suatu kombinasi kata dapat memenuhi kriteria tata bahasa (grammar), namun belum tentu dipersepsikan alami atau lazim dalam wacana akademik global.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif berbasis korpus dengan menganalisis lebih dari 250 ribu token kata dari artikel ilmiah bidang English Language Teaching (ELT). Data dihimpun dari dua sumber utama:
Korpus PRAYA: Terdiri dari 32 artikel ilmiah karya akademisi Indonesia.
Korpus PRANA: Terdiri dari 31 artikel ilmiah karya akademisi Anglo-Amerika.
Fokus analisis diarahkan pada empat jenis pola kolokasi yang paling dominan dalam penulisan akademik, yaitu Adverb + Verb, Adverb + Adjective, Verb + Noun, serta Adjective + Noun.
Melalui hasil kajiannya, Intan menguraikan pola, fungsi, dan makna kolokasi leksikal yang digunakan oleh kedua kelompok akademisi. Penelitian ini menegaskan bahwa variasi kolokasi yang digunakan oleh akademisi Indonesia tetap memiliki keberterimaan secara fungsional dalam wacana akademik internasional. Hasil riset ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kajian linguistik, penulisan artikel ilmiah, serta pemahaman atas keragaman bahasa Inggris akademik.
Pelaksanaan sidang terbuka ini berjalan dengan lancar di bawah bimbingan Dr. Adi Sutrisno, M.A. selaku promotor dan Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A. selaku kopromotor, sekaligus menjadi bagian dari komitmen FIB UGM dalam mendukung pencapaian akademik dan riset berkualitas di tingkat doktoral.
[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]
