Program Studi Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat capaian akademik menonjol pada Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Selasa (21/1/2026). Salah satu lulusannya, Iftinan Rose Putri Safana, berhasil meraih predikat lulusan tercepat dengan masa studi 1 tahun 8 bulan 8 hari.
Wisuda pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya periode ini mengukuhkan 46 wisudawan dan wisudawati, terdiri atas 38 lulusan program magister dan 8 lulusan program doktor. Dari jumlah lulusan magister tersebut, 21 orang meraih predikat cumlaude, dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77.
Capaian Iftinan sebagai lulusan tercepat mencerminkan konsistensi akademik, perencanaan studi yang matang, serta efektivitas proses pembelajaran dan pendampingan di Program Studi Magister Sastra. Penyelesaian studi dalam waktu kurang dari dua tahun tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pascasarjana dapat ditempuh secara optimal tanpa mengesampingkan mutu akademik.
Dalam sambutannya pada kegiatan Mangayubagya Wisudawan/Wisudawati di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum. menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang kritis dan bertanggung jawab secara sosial. Ia mengutip pemikiran Paulo Freire bahwa tugas pendidikan adalah mencetak manusia yang kelak menjadi agen perubahan.
“Education does not change the world. Education changes people. People change the world. Pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya, termasuk di Magister Sastra, diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kepekaan intelektual dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Prestasi akademik pada tingkat magister juga ditunjukkan melalui capaian IPK tertinggi, yang diraih oleh Hanina Naura Fadila, lulusan Program Studi Antropologi, dengan IPK 3,93. Dalam sambutannya sebagai perwakilan mahasiswa magister, Hanina mengajak para lulusan untuk memaknai karya akademik sebagai wujud tanggung jawab intelektual.
Capaian lulusan Magister Sastra pada wisuda ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pendidikan berkualitas, melalui penyelenggaraan pendidikan pascasarjana yang unggul, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
Penulis: Khotibul Umam
