Stefani Adelia Tiurma Mukti dari Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Fadel Ilham Dzulkarnain dari Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meluncurkan inovasi pelestarian cagar budaya. Dalam konferensi akademik lintas disiplin iCAST-SS 2026 yang diselenggarakan di Surabaya pada 9–10 Oktober 2026, mereka mempresentasikan penelitian berjudul “From Prediction to Preservation: An Explainable AI and WebGIS Framework for Simulated Archaeological Heritage Conservation in Trowulan, Indonesia.” Studi ini berfokus pada kawasan situs Trowulan, Jawa Timur, yang memiliki signifikansi historis sangat tinggi sebagai pusat peninggalan Kerajaan Majapahit, untuk dirancang kerangka kerja konservasinya secara digital berbasis simulasi.
Penelitian interdisipliner ini memadukan kekuatan Explainable AI (XAI) dan WebGIS untuk mentransformasi metode analisis arkeologi tradisional menjadi pemodelan spasial digital yang transparan dan akurat. Integrasi Explainable AI memungkinkan peneliti serta pemangku kepentingan memahami alasan di balik prediksi AI secara logis dan terukur, sementara platform WebGIS berfungsi menyajikan visualisasi data geografis tersebut secara terintegrasi dan mudah diakses oleh publik. Pendekatan ini secara efektif menyatukan keahlian pemetaan konteks historis dari sudut pandang arkeologi dengan keunggulan pemrosesan data komputasional dari ranah teknologi multimedia, sehingga menghasilkan analisis potensi arkeologis yang lebih sistematis.
Meskipun saat ini masih berada dalam taraf uji coba simulatif, kerangka kerja ini membuka peluang besar bagi modernisasi manajemen cagar budaya di Indonesia. Hasil inovasi ini diharapkan dapat dilanjutkan ke tahap validasi lapangan dan penyempurnaan algoritma agar dapat diterapkan secara langsung dalam mendukung pengambilan keputusan strategis oleh lembaga pelestarian sejarah. Melalui partisipasi di forum iCAST-SS 2026, Stefani dan Fadel membuktikan bahwa kolaborasi lintas bidang antara ilmu humaniora dan teknologi informasi merupakan langkah krusial dalam menjawab tantangan pelestarian warisan budaya di era digital.
Penulis : Muhammad Irsyad
Pemilik Foto : Stefani Adelia Tiurma Mukti
