Bantul — Tim PKM-PM Litera Wayang berhasil menyelenggarakan puncak pengabdian berupa Pagelaran dan Pameran Wayang Kulit di SMKN 1 Kasihan, Bantul. Agenda ini menjadi ajang apresiasi atas inovasi pengolahan naskah sekaligus wadah unjuk bakat bagi para siswa Konsentrasi Keahlian Pedalangan setelah mengikuti seluruh rangkaian program.
Puncak acara ditandai dengan pementasan wayang kulit oleh empat dalang muda berbakat dari Konsentrasi Kejuruan Pedalangan SMKN 1 Kasihan. Mereka membawakan dua lakon utama, yakni Bima Kutu Walang Taga dan Gathotkaca Siyung. Kedua lakon tersebut merupakan hasil transformasi kreatif (alih wahana) dari manuskrip kuno Pakem Grĕntĕng yang disusun secara kolektif oleh para siswa selama pelaksanaan program.
Pementasan ini turut melibatkan peran aktif seluruh siswa kelas X dan XI Konsentrasi Keahlian Pedalangan sebagai pengiring karawitan dan penata panggung. Turut hadir menyaksikan pertunjukan tersebut Kepala SMKN 1 Kasihan, Ketua Konsentrasi Keahlian Pedalangan, jajaran dewan guru, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, serta puluhan siswa-siswi. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini karena pembelajaran seni berbasis pengolahan manuskrip kuno merupakan pengalaman perdana yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Selain pertunjukan seni, di sudut luar Arena Tertutup terdapat pameran dokumentasi dan keliterasian program. Pameran ini menyajikan dokumentasi visual dan foto proses kreatif siswa dari tahap bedah naskah, pembuatan wayang, hingga persiapan pentas. Pengunjung dapat mengakses juga materi pembelajaran berbasis QR Code untuk mempelajari alur alih wahana manuskrip secara interaktif.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata keberhasilan kolaborasi Tim PKM-PM Litera-Wayang dengan pihak mitra. Melalui luaran program PKM-PM ini, diharapkan metode alih wahana manuskrip kuno dapat melengkapi kurikulum pendidikan kejuruan secara berkelanjutan guna memperkuat kelestarian budaya dan daya cipta generasi muda.
Penulis: Najwa Aulya Aliff Na’im

