Rangkaian pelaksanaan 2nd American Studies International Conference di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) terus berlanjut. Konferensi yang diselenggarakan oleh Program Studi American Studies pada 10–11 September 2024 ini mengusung tema besar “Global America: Exploring Flows, Borders, and Transnational Exchanges” guna melihat Amerika dalam lintas batas dan pertukaran global.
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, konferensi multidisiplin ini tidak hanya membedah bahasa atau budaya populer Amerika semata, melainkan juga dinamika politik, teknologi, sastra, hingga lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan melalui ragam subtema acara—seperti American Literature, American Transnational Culture, Film and Media Studies, hingga Digital Lives—termasuk sorotan utama mengenai ekologi politik dan keberadaan infrastruktur fisik lanskap digital global yang dipaparkan oleh Anna M. Gade (University of Wisconsin-Madison).
Pengaruh Amerika dalam Tata Kelola dan Ruang Kota
Melanjutkan fokus pada keterkaitan antara paradigma global dan kondisi lokal, konferensi ini juga menyoroti gagasan mengenai Transnational “American” Paradigms. Diskusi ini mengajak peserta melihat pergeseran cara pandang terhadap Amerika: dari sekadar pembuat produk budaya menjadi penyedia berbagai paradigma pembangunan yang bekerja di balik sistem kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penataan kota, pengaturan ruang publik, dan aktivitas ekonomi.
Implementasi gagasan tersebut salah satunya tercermin dalam kajian bertajuk “Street Vending and Urban Spatial Politics in Solo City, Indonesia: American Paradigms, Urban Landscapes, and the Politics of Informality.” Riset ini memperlihatkan bagaimana persoalan pedagang kaki lima (PKL) serta dinamika ruang perkotaan di Solo dapat dibaca melalui perspektif American Studies. Dalam konteks tersebut, kota diposisikan sebagai ruang interaksi antara regulasi, tata ruang, dan kepentingan ekonomi lokal.
Melalui keseluruhan rangkaian pembahasan ini, konferensi menegaskan bahwa Amerika dapat dipahami sebagai bagian dari sistem transnasional yang bergerak melintasi batas negara. Konferensi ini membuktikan peran American Studies sebagai wadah akademis untuk membaca hubungan antara Amerika dan berbagai perubahan sosial di berbagai belahan dunia.
[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]
