Ciamis, 25 April 2026 — Departemen Studi Antarbudaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Kuliah Pakar di Universitas Islam Darussalam pada tanggal 25–26 April 2026. Acara ini mempertemukan para dosen, mahasiswa, dan komunitas pesantren dalam sebuah suasana yang memadukan diskusi akademik dengan interaksi sehari-hari.
Kunjungan ini juga melanjutkan hubungan yang sudah terjalin antara kedua institusi, khususnya melalui Prof. Dr. K.H. Fadlil Munawwar Manshur. Dalam sambutannya, beliau menggambarkan program ini lebih dari sekadar agenda akademik formal. Baginya, kegiatan ini merupakan bentuk silaturahim, di mana ilmu dibagikan dengan cara yang lebih personal dan terbuka.
Delegasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Aris Munandar, yang berbicara tentang peran Pengkajian Amerika (American Studies) dalam membaca pengaruh global. Ia menyoroti bahwa pengaruh tersebut tidak selalu datang dalam bentuk yang langsung atau kasat mata. Dalam banyak kasus, pengaruh ini muncul melalui kebiasaan sehari-hari seperti penulisan akademik, sistem publikasi, dan standar yang secara bertahap diikuti oleh para akademisi.
Oleh karena itu, menurutnya, program studi Pengkajian Amerika memainkan peran penting dalam membantu akademisi untuk secara kritis mengenali dan menavigasi pengaruh-pengaruh halus tersebut, yang sering kali muncul melalui kebiasaan dalam penulisan akademik, sistem publikasi, dan standar keilmuan.
Beberapa pembicara kemudian mempresentasikan topik mereka dalam sesi-sesi paralel. Dr. Mahmudah membahas feminisme dalam sastra Arab dan posisinya dalam pendidikan Islam. Dr. Amin Basuki berfokus pada bagaimana pola akademik Amerika dapat dilihat pada jurnal-jurnal terindeks SINTA, terutama dalam cara artikel disusun dan dievaluasi. Dr. Muhammad Zakki Masykur berbicara tentang bahasa Arab dan karya-karya ulama Jawa yang menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap aktif dalam produksi pengetahuan. Sementara itu, Dr. Stedi Wardoyo menjelaskan bagaimana moralitas dalam masyarakat Jepang sering kali tumbuh dari kehidupan keluarga dan kebiasaan sosial, tidak hanya dari agama.
Di luar sesi formal, program ini juga mencakup kegiatan bersama seperti mengikuti majelis Shalawat Burdah bersama komunitas pesantren. Momen-momen seperti ini membuat kunjungan terasa lebih cair dan akrab. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga tentang membangun hubungan.
Sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi, Universitas Islam Darussalam juga menawarkan ruang untuk kolaborasi di masa depan, khususnya dalam pendidikan karakter. Program ini, dengan cara yang sederhana, menunjukkan bahwa kerja sama akademik dapat tumbuh melalui pertemuan, perbincangan, dan kebersamaan.
