Yogyakarta, 3 Maret 2025 – Paduan suara yang terdiri dari unsur mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memeriahkan acara Rapat Senat Terbuka DIes Natalis ke-80 FIB UGM dengan membawakan dua lagu populer Indonesia, “Ondel-Ondel” dan “Rumah Kita”. Penampilan ini menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus perayaan keragaman budaya melalui aransemen musik yang disiapkan secara khusus.
Pertunjukan tersebut diaransir sekaligus dipimpin oleh Muhammad Rasyid Ridho yang juga bertindak sebagai pelatih dan konduktor. Penampilan paduan suara ini didukung oleh sejumlah pemusik pengiring, yakni Riski Puluhulawa pada piano, Emilia Widya Pranasari pada viola, Sekar Arrum Sri Kinanthi pada biola, serta Fairuz Aufa Anza pada kendang.
Lagu pertama yang dibawakan adalah “Ondel-Ondel”, karya yang dipopulerkan oleh Benyamin Sueb pada tahun 1971. Lagu ini dikenal sebagai representasi keceriaan budaya masyarakat Betawi yang berkembang di tengah dinamika kota Jakarta. Melalui lirik yang sederhana dan penuh semangat, lagu tersebut menggambarkan ondel-ondel sebagai ikon budaya berupa boneka raksasa yang dahulu dipercaya sebagai simbol perlindungan masyarakat.
Seiring waktu, ondel-ondel tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan budaya Betawi. Lagu ini sekaligus mengingatkan pentingnya menghargai warisan tradisi dan menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Setelah itu, paduan suara membawakan lagu “Rumah Kita” yang dipopulerkan oleh Achmad Albar bersama grup band legendaris God Bless. Lagu yang dikenal luas sejak akhir 1980-an ini menyampaikan pesan hangat tentang makna rumah sebagai ruang kebersamaan.
Dalam konteks perayaan Dies Natalis FIB UGM, lagu tersebut dimaknai sebagai simbol kebersamaan sivitas akademika. Lingkungan kampus, khususnya di Universitas Gadjah Mada, dipandang sebagai rumah bersama tempat berbagai latar belakang bertemu untuk belajar, berkarya, dan membangun masa depan.
Penampilan paduan suara lintas unsur ini menambah semarak rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 Fakultas Ilmu Budaya. Melalui musik dan seni pertunjukan, pesan tentang pentingnya kebersamaan, penghargaan terhadap keberagaman, serta pelestarian budaya lokal dapat disampaikan dengan hangat kepada seluruh hadirin. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan akademik yang inklusif dan berkelanjutan.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

