Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) memasuki usia ke-80 tahun pada 2026. Perjalanan delapan dekade ini menjadi momentum refleksi sekaligus harapan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu humaniora. Mengusung tema “Delapan Dekade Membangun Peradaban”, peringatan Dies Natalis tahun ini menegaskan komitmen FIB UGM dalam memperkuat peran humaniora dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, inklusif, dan berbudaya.
Usia 80 tahun menjadi simbol perjalanan panjang yang tidak hanya dipenuhi berbagai capaian akademik, tetapi juga tantangan yang berhasil dilalui bersama oleh civitas akademika. Selama delapan dekade, FIB UGM terus berkembang sebagai salah satu pilar utama pengembangan ilmu-ilmu humaniora di Indonesia. Berbagai capaian penting telah diraih, mulai dari peningkatan peringkat dalam QS World University Rankings, pemeringkatan EduRank di bidang sastra, capaian akreditasi program studi, hingga kontribusi dalam publikasi dan pemberitaan yang mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals.
Dari sisi kualitas pendidikan, FIB UGM menunjukkan pencapaian yang membanggakan. Pada tahun 2025, dari total 21 program studi di lingkungan FIB UGM, sebanyak 20 program studi telah memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT, sementara Program Studi Magister Pengkajian Amerika memperoleh akreditasi Unggul dari LAMSPAK. Selain itu, sejumlah program studi juga meraih pengakuan internasional melalui akreditasi lembaga global. Sebanyak 10 program studi sarjana dan 2 program studi magister terakreditasi oleh ACQUIN dengan peringkat Unconditional, lima program studi sarjana dan satu program studi magister memperoleh sertifikasi internasional dari AUN-QA, serta Program Studi Sastra Prancis dan Magister Linguistik meraih akreditasi dari FIBAA dengan peringkat Unconditional.
Prestasi FIB UGM juga terlihat dalam pemeringkatan internasional. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject, Program Studi Antropologi, Arkeologi, dan Sastra Inggris berhasil meraih peringkat pertama secara nasional dengan posisi global di rentang 101–170 dan 151–200 dunia. Selain itu, bidang Modern Languages, Arts and Humanities, serta Linguistics juga berhasil masuk dalam daftar QS WUR. Di sisi lain, pada tahun 2025 lembaga pemeringkat EduRank menempatkan bidang sastra FIB UGM pada peringkat pertama dari 68 institusi penyelenggara pendidikan sastra di Indonesia. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Departemen Bahasa dan Sastra yang menjadi motor pengembangan bidang sastra di FIB UGM.
Komitmen terhadap internasionalisasi pendidikan juga terus diperkuat melalui berbagai program mobilitas mahasiswa. FIB UGM secara aktif mendorong program Student Exchange dan Fast Track untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 31 mahasiswa mengikuti program Fast Track 2024–2025, 28 mahasiswa mengikuti program pertukaran ke universitas lain di dalam negeri, 16 mahasiswa berpartisipasi dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2025–2026, serta 64 mahasiswa mengikuti program Student Exchange Internasional pada periode 2024–2026.
Melalui berbagai capaian tersebut, FIB UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Perjalanan delapan dekade ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi FIB UGM untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban melalui ilmu-ilmu humaniora, sekaligus mendukung agenda pembangunan global melalui implementasi SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dalam penguatan riset, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik internasional.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
