• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • SDGs 10: Berkurangnya kesenjangan
Arsip:

SDGs 10: Berkurangnya kesenjangan

Orasi Sastra Membahas Biopuitika, Alam, Algoritma, dan Masa Depan Humaniora

Rilis Berita Kamis, 20 Agustus 2026

Yogyakarta— Rangkaian Kemah Sastra bersama Alam-Semesta yang diselenggarakan Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) di Pondok A. Salam, Kalimasada, menghadirkan sesi Orasi Sastra pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.30 tersebut menghadirkan dua pembicara dari lingkungan akademik FIB UGM, yakni Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan, mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora FIB UGM, dan Rini Febriani Hauri, mahasiswa Magister Sastra FIB UGM.

Orasi Sastra menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Kemah Sastra karena menghadirkan ruang refleksi mengenai sastra, hubungan manusia dengan alam, perkembangan teknologi, serta masa depan humaniora.

Dalam orasi pertama bertajuk “Menyingkap Denyut Teks: Biopuitika dan Krisis Batas Manusia-Alam dalam Sastra,” Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan mengangkat gagasan biopuitika (biopoetics) sebagai perspektif untuk membaca hubungan antara kehidupan, manusia, alam, dan karya sastra.

Secara umum, biopuitika atau biopoetics merupakan pendekatan interdisipliner yang mempertemukan ilmu biologi atau ilmu tentang kehidupan dengan puitika, sastra, seni, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif. Pendekatan ini membuka kemungkinan untuk melihat karya sastra tidak semata-mata sebagai produk bahasa dan kebudayaan, tetapi juga sebagai bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai kehidupan dan relasi manusia dengan dunia biologis di sekitarnya.

Dalam orasinya, Lutfi memberikan contoh menarik tentang tendon Achilles, bagian penting dari tubuh manusia yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Istilah Achilles tersebut berasal dari Achilles, tokoh dalam mitologi Yunani yang terkenal melalui karya epik Iliad karya Homer. Contoh tersebut menunjukkan bagaimana bahasa dan pengetahuan manusia kerap menyimpan jejak sastra dan mitologi 

Dalam konteks tersebut, biopuitika menjadi relevan ketika batas antara manusia dan alam semakin dipertanyakan. Sastra dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi bagaimana manusia memahami kehidupan, bagaimana alam direpresentasikan, serta bagaimana hubungan manusia dengan makhluk hidup lainnya dibentuk melalui bahasa, imajinasi, dan pengalaman.

Tema “Menyingkap Denyut Teks” membawa sastra ke wilayah yang lebih luas, dengan mempertemukan kajian tekstual dengan persoalan kehidupan dan lingkungan. Biopuitika memungkinkan sastra berdialog dengan ilmu pengetahuan sekaligus mempertanyakan kembali posisi manusia sebagai bagian dari ekosistem kehidupan, bukan sebagai entitas yang sepenuhnya terpisah dari alam.

Sementara itu, Rini Febriani Hauri menyampaikan orasi bertajuk “Membaca Sastra di Era Algoritma: Pengalaman, Penafsiran, dan Masa Depan Humaniora.” Melalui tema tersebut, Rini mengajak peserta mempertimbangkan kembali pengalaman membaca sastra di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.

Dalam orasinya, Rini mengutip Franz Kafka:

“Buku harus menjadi kapak untuk memecahkan lautan beku di dalam diri kita.”

Kutipan tersebut menjadi pijakan reflektif untuk melihat membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, membaca adalah pengalaman yang dapat menggugah, mengusik, bahkan mengubah cara seseorang memahami dirinya dan dunia.

Di tengah budaya digital yang bergerak serba cepat, ketika informasi datang tanpa henti dan algoritma turut menentukan apa yang kita lihat dan baca, Rini mengajak peserta untuk membaca dengan pelan. Ajakan tersebut menjadi semacam jeda sekaligus bentuk perlawanan terhadap dorongan untuk terus bergerak cepat, berpindah dari satu informasi ke informasi lain, dan segera memberikan penilaian.

Membaca secara perlahan memberi ruang bagi pembaca untuk membiarkan teks bekerja dalam dirinya. Dengan demikian, pembaca memiliki kesempatan untuk menikmati bahasa, menangkap lapisan makna, mempertanyakan pengalaman, serta menemukan kemungkinan penafsiran yang mungkin terlewat dalam pembacaan yang tergesa-gesa.

Dalam konteks era algoritma, pengalaman membaca menjadi semakin penting. Ketika teknologi mampu memproduksi, menyebarkan, dan mengolah teks dalam jumlah yang nyaris tak terbatas, kemampuan manusia untuk membaca, merasakan, menafsirkan, dan menemukan makna menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan.

Kedua orasi tersebut mempertemukan dua persoalan penting dalam kehidupan sastra kontemporer: hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan teknologi. Di satu sisi, biopuitika mengajak peserta memikirkan kembali batas antara manusia dan dunia kehidupan. Di sisi lain, pembahasan tentang sastra di era algoritma mengajak peserta mempertimbangkan perubahan pengalaman membaca dan menafsirkan karya ketika teknologi semakin hadir dalam kehidupan manusia.

Pertemuan kedua tema tersebut memperluas ruang perbincangan Kemah Sastra. Sastra tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan membaca dan menulis karya, tetapi juga sebagai ruang untuk memahami perubahan dunia, mempertanyakan batas-batas kemanusiaan, dan memikirkan kembali masa depan hubungan manusia dengan alam serta teknologi.

Pelaksanaan Orasi Sastra pada malam hari juga menjadi bagian dari suasana khas Kemah Sastra. Setelah menjalani kegiatan sore dan menikmati suasana alam Kalimasada, peserta berkumpul untuk mendengarkan gagasan, berdiskusi, serta berbagi perspektif mengenai sastra dan berbagai persoalan kehidupan.

Kemah Sastra tidak hanya menawarkan pengalaman berkemah dan berkumpul, tetapi juga menghadirkan ruang intelektual yang mempertemukan karya, gagasan, alam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman manusia dalam satu rangkaian kegiatan.

Penulis: Khotibul Umam

Bekali Mahasiswa Baru, Sastra Arab UGM Kenalkan Kehidupan Akademik dan Peluang Pengembangan Diri

Rilis Berita Selasa, 18 Agustus 2026

YOGYAKARTA, 11 Agustus 2026 – Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sosialisasi mahasiswa baru Sastra Arab 2026 sebagai bagian dari pengenalan lingkungan akademik dan kehidupan perkuliahan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat program studi, memahami sistem akademik, serta mendapatkan gambaran mengenai berbagai peluang pengembangan diri selama menempuh studi di Sastra Arab UGM. Kegiatan diawali dengan pemaparan Dr. Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum. selaku Ketua Program Studi Sastra Arab. Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan dan sistem akademik program studi, termasuk gambaran perkuliahan, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), serta berbagai hal yang perlu dipahami mahasiswa pada awal masa studi. Penjelasan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk mulai mengenali alur perkuliahan sekaligus menyesuaikan diri dengan kehidupan akademik di perguruan tinggi.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman bersama Garin Arivian, S.S. alumni Sastra Arab UGM angkatan 2020 yang saat ini melanjutkan studi jenjang magister di Swedia. Garin membagikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa, termasuk keterlibatannya sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) dan Ketua Kampung Budaya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa baru bahwa masa perkuliahan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, baik di bidang akademik maupun non akademik. Dalam sesi tersebut, Garin juga mendorong mahasiswa baru untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang datang selama kuliah. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menunggu merasa benar-benar siap untuk mengambil peluang. Mengikuti organisasi, kompetisi, kegiatan kampus, maupun pengalaman di luar perkuliahan dapat menjadi proses untuk mengenali kemampuan dan minat diri. Pengalamannya melanjutkan studi ke luar negeri juga menunjukkan bahwa pengalaman yang dibangun sejak masa kuliah dapat menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dalam pertemuan bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA), yaitu Dr. Arief Ma’nawi, S.S., M.Hum., Dr. Hamdan, S.S., M.A., Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dan Dr. Tohir Mustofa, S.S., M.A. Dalam sesi ini, mahasiswa baru bertemu langsung dengan dosen yang akan mendampingi perjalanan akademik mereka selama menempuh studi di Sastra Arab UGM. Selain menjadi ruang sapa menyapa, pertemuan ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkomunikasi lebih dekat dengan DPA dan mengenal bagaimana pendampingan akademik akan berjalan selama masa perkuliahan.

Melalui rangkaian sosialisasi ini, mahasiswa baru memperoleh bekal awal untuk mengenal lingkungan Sastra Arab UGM dari berbagai sisi. Mulai dari pemahaman mengenai sistem akademik, cerita dan pengalaman alumni, hingga perkenalan dengan DPA, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan sekaligus lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan untuk belajar dan berkembang selama masa studi.

 

Penulis : Indana Zulfa Maulida

 

 

HIMAJE Peduli: Salurkan Donasi kepada Panti Asuhan Griya Yatim & Dhuafa Yogyakarta

Rilis Berita Selasa, 11 Agustus 2026

Himpunan Mahasiswa Jepang (HIMAJE) Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Gadjah Mada melalui program kerja HIMAPI (HIMAJE Peduli) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan donasi kepada Panti Asuhan Griya Yatim & Dhuafa Cabang Yogyakarta pada 1 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus program kerja rutin HIMAJE yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Sebelumnya, program ini dikenal dengan nama YUGIUKH (Yuk Berbagi untuk Khalayak) sebelum dikembangkan menjadi HIMAPI untuk memperluas bentuk kegiatan sosial yang dapat dilaksanakan.

Dalam pelaksanaannya, HIMAJE membuka penggalangan donasi yang melibatkan sivitas akademika maupun masyarakat umum. Donasi yang terkumpul berupa dana sebesar Rp1.450.000 serta berbagai barang, di antaranya buku dari Paguyuban Karya Salemba Empat UGM dan perlengkapan alat tulis. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan sembako, alat tulis, serta dukungan operasional bagi panti asuhan. Penyaluran donasi diwakili oleh pengurus Komisariat Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) bersama Pengurus Harian HIMAJE.

Melalui kegiatan HIMAPI, HIMAJE berharap dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di kalangan mahasiswa, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Ke depan, HIMAJE berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan bakti sosial dalam berbagai bentuk dengan jangkauan yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

Penulis: Barra Taura Nursaid

Kuliah Seru Kejepangan (KSK): Yang Terlihat dan Tak Terlihat: ‘Membaca’ Budaya Jepang Lewat Visual

Rilis Berita Selasa, 11 Agustus 2026

Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang (HIMAJE), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan bernama Kuliah Seru Kejepangan (KSK) pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 09.30 sampai dengan 11.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Gedung Soegondo FIB lantai 4, terbuka untuk umum dan dihadiri oleh mahasiswa baik dari internal prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang maupun mahasiswa di luar Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Sebagai narasumber utama, HIMAJE mengundang Ibu Lili Febriyani, S.S., M.Si., salah satu dosen di program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang FIB UGM.

Materi yang disampaikan adalah “Yang Terlihat dan Tak Terlihat: ‘Membaca’ Budaya Jepang Lewat Visual”, yang diawali dengan menampilkan beberapa foto riil di Jepang. Foto ini memantik diskusi awal dan penyampaian opini oleh peserta yang hadir, tentang apa yang mereka lihat dalam foto. Diskusi dilanjutkan dengan ‘pembacaan’ mendalam tentang apa yang tidak terlihat, yang tersembunyi di balik foto-foto tersebut. Selain menampilkan foto, narasumber mengajak peserta untuk ‘membaca’ budaya Jepang melalui penggalan video dorama, CM (iklan promosi produk), cover majalah, dan lain-lain. Materi yang disampaikan oleh narasumber terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya tentang homogenitas dan konformitas Jepang, perubahan budaya makan di Jepang, dan pergeseran nilai maskulinitas yang ditampilkan melalui beberapa media.

Kuliah Seru Kejepangan (KSK) ini menjadi salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang (HIMAJE) divisi DIKASTRAT, dengan harapan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa hingga masyarakat umum terkait studi kejepangan dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini juga tidak dipungut biaya demi menjangkau khalayak banyak.

Penulis: Heni Putri Lestari
Editor: Lili Febriyani, S.S., M.Si.

Mahasiswa Doktoral Ilmu-Ilmu Humaniora UGM Raih Peringkat Pertama Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026: Menggugat Antroposentrisme melalui Narasi Post-Human

Rilis Berita Jumat, 31 Juli 2026

JAKARTA – Sebuah capaian prestisius kembali ditorehkan oleh akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di kancah nasional. Fitrilya Anjarsari, mahasiswa program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora UGM, resmi dinobatkan sebagai Pemenang Pertama dalam Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara “Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026” yang berlangsung khidmat di Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada 23 Juli 2026.

Fitrilya berhasil mengungguli 141 naskah lainnya yang lolos seleksi administrasi melalui esainya yang bertajuk “Keruntuhan Manusia sebagai Pusat: Kecenderungan Post-Human dalam Estetika Sastra Indonesia Mutakhir”. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga merefleksikan kedalaman tradisi intelektual dan ketajaman analisis kritis yang dibina di lingkungan program doktoral UGM.

Penyelenggaraan sayembara tahun ini mengusung tema besar “Jalan Panjang Sastra Indonesia”. Ketua Komite Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiarsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konsisten untuk membangun ekosistem pemikiran dan tradisi keilmuan yang sehat. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2007, sayembara ini telah menjadi ruang regenerasi penting bagi lahirnya kritikus-kritikus baru yang mampu memberikan perspektif segar terhadap perkembangan kesusastraan.

Dalam sambutannya, Ketua Harian DKJ, Bambang Prihadi, menekankan bahwa kritik sastra berfungsi sebagai jembatan agar karya seni dapat dipercakapkan dan diapresiasi secara lebih mendalam oleh masyarakat luas. Senada dengan hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UPPKJ TIM), Harry Sanjaya, menyatakan bahwa tradisi kritik yang hidup adalah fondasi bagi kemajuan kebudayaan bangsa.

Naskah yang disusun oleh Fitrilya Anjarsari menarik perhatian dewan juri karena keberaniannya menyentuh diskursus post-humanisme dalam sastra Indonesia pasca-tahun 2000. Dalam pertanggungjawaban dewan juri yang dibacakan oleh Areispine Dymussaga Miraviori dan Asep Subhan, karya Fitrilya dinilai mampu melampaui pembacaan konvensional yang biasanya berfokus pada subjek manusia.

Fitrilya menggunakan referensi-referensi mutakhir untuk membedah empat karya sastra sebagai objek materialnya, yaitu:

  1. O (2016) karya Eka Kurniawan;
  2. Semua Ikan di Langit (2017) karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie;
  3. Aroma Karsa (2018) karya Dee Lestari;
  4. Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (2017) karya Intan Paramaditha.

Dalam analisisnya, Fitrilya menunjukkan bagaimana unsur-unsur non-manusia dalam novel-novel tersebut tidak lagi sekadar menjadi latar atau pelengkap, melainkan bertransformasi menjadi penggerak cerita yang memiliki agensi (tubuh material maupun non-material). Penulis secara jeli menjahit tautan antara basis teori dan objek formal dengan bahasa yang sederhana namun tetap memiliki struktur ilmiah yang tertib melalui pembagian subbab yang memperkuat keterbacaan secara holistik.

Proses penjurian dilakukan secara “pembacaan buta” (blind reading), di mana juri menilai naskah tanpa mengetahui identitas maupun asal daerah penulisnya. Hal ini menjamin objektivitas dalam menentukan pemenang berdasarkan aspek kepengrajinan, keterbacaan, dan kebaruan argumen.

Meskipun dinobatkan sebagai yang terbaik, dewan juri tetap memberikan catatan kritis sebagai bagian dari tradisi akademik yang sehat. Juri menyoroti bagian awal naskah Fitrilya di mana ia menyodorkan aneka kecenderungan humanistik dalam pembacaan karya sastra mutakhir sebagai basis argumennya. Menurut juri, bagian ini kurang memberikan contoh kasus yang konkret, sehingga muncul ruang keraguan apakah kecenderungan tersebut benar-benar terjadi dalam ekosistem kritik saat ini atau sekadar imajinasi penulis.

Namun, kekurangan tersebut tertutupi oleh ketajaman Fitrilya dalam menarik unsur-unsur naratif ke dalam pembacaan kontekstual yang sangat meyakinkan. Juri menyimpulkan bahwa naskah Fitrilya merupakan karya yang sangat luwes dan menunjukkan kemampuan seorang pembaca ahli dalam memetakan arah baru estetika sastra Indonesia.

Kemenangan Fitrilya Anjarsari di posisi pertama, diikuti oleh Cindy Wijaya (Juara 2) dan Ridwanul Hakim Authonul Muther (Juara 3), menunjukkan dominasi generasi muda dalam panggung kritik sastra nasional. Bambang Prihadi mencatat bahwa mayoritas peserta sayembara kali ini berasal dari kalangan milenial dan Gen Z, yang membuktikan bahwa daya kritis anak muda Indonesia tetap terjaga.

Sebagai mahasiswa program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora UGM, pencapaian Fitrilya menjadi bukti nyata kontribusi akademisi kampus dalam memberikan arah baru bagi studi sastra di luar menara gading universitas. Esai ini nantinya akan dipublikasikan di tengara.id, sebuah situs website kritik sastra milik Komite Sastra DKJ, agar dapat diakses secara luas oleh publik dan peneliti lainnya.

Acara malam penganugerahan ini ditutup dengan harapan agar para pemenang terus menularkan semangat berpikir kritis. Dengan kemenangan ini, Fitrilya Anjarsari tidak hanya membawa pulang penghargaan material, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kritikus masa depan yang siap mengawal “Jalan Panjang Sastra Indonesia” dengan perspektif akademik yang tajam dan relevan.

Penulis: Islahuddin Ibrahim

Sumber dokumentasi:

https://www.youtube.com/live/sJnTES3fXr8?si=ySQ6Kf1tXQDfXq-W 

123…28

Rilis Berita

  • Magister Linguistik UGM Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di SMAN 1 Depok
  • Kuliah Perdana Pascasarjana FIB UGM: Prof. Sajarwa Tekankan Kolaborasi dan Research Gap
  • Kunjungan Keiko Kawana ke Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UGM
  • Mengenal Program Studi dan Kurikulum Baru bagi Mahasiswa Tahun Ajaran 2026
  • Program Pengabdian kepada Masyarakat tentang Kesantunan Bermedia Sosial di Kalangan Remaja Memasuki Tahap Kedua di SMA Negeri 1 Depok

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju