Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional (LKTIN) diadakan oleh BEM FIP UNESA
Tahapannya dari pengumpulan abstrak, pengumpulan full paper, dan presentasi Dari ratusan peserta, ada 10 besar yg lolos ke tahap final (finalis) Ada 2 tim dari UNDIP, 2 tim dari UNNES, 1 tim dari UNESA, 1 tim dari UB, 1 tim dari ITS, 1 tim dari POLINEJ, 1 tim dari UM, dan 1 tim dari UGM. Tim dari UGM beranggotakan Pratika Rizki Dewi dari FIB, Departemen Sejarah dan Edo Novanto dari SV, Komputer dan Sistem Informasi. Lomba diadakan pada 16-18 September 2019. Tim UGM berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional dan best presentation.[firmonasari]
HEADLINE
Mahasiswa FIB memperoleh gelar juara lagi, selamat kepada Tim dari Prodi Pariwisata yang berlaga pada acara Youth Asean Forum: Sustainable Tourism di Prince of Sonkla University Thailand.
1. Juara 1 : Speech Contest (Atas nama Ervina Wardiyanti, Pariwisata 2016)
2. Juara 2 : Project Development of Asean Tourism (Atas nama Riris Rinonce, Pariwisata angkatan 2017)
Semarak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 32 belum dapat terlupakan, pasalnya event ini sekaligus mengulang kejayaan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kembali menjadi juara umum. Kali ini UGM meraih total 26 medali dengan rincian 9 medali emas, 8 medali perak, dan 9 medali perunggu dari kategori presentasi serta poster karya ilmiah. Salah satu fakultas yang menyumbang perolehan medali terbanyak adalah Fakultas Ilmu Budaya yang mengirimkan 4 kontingen dengan perolehan 8 medali. Adapun judul masing-masing karyanya adalah :
1. “Pongo, Rhino, Para: Boneka Maskot Wonderful Indonesia Sebagai Media Promosi Keragaman Pariwisata” dari kelas PKM-K yang memperoleh medali emas presentasi dan perak kategori poster, dengan anggota M. Dhiya Ulhaq (Prodi Pariwisata FIB), Almira Putri (Prodi Sastra Jepang FIB), Rika Absoni (Prodi Akuntansi FEB), dan Yohanes Adjie Kurniawan (D3 Komputer dan Sistem Informasi).
2. “Nirbana: Sistem Identifikasi Relief (SIRel) Sebagai Upaya Penanaman Nilai Luhur Bangsa Indonesia” dari kelas PKM-KC yang memperoleh medali perunggu untuk kategori presentasi dan poster, dengan anggota Rachmat Krismono (Prodi Arkeologi FIB), Assajie Satyananda (Prodi Arkeologi FIB), dan M. Tauriqurahman (Prodi Elins FMIPA).
3. Kelas PKM-PSH dengan judul “Tradisi Kawalu Suku Baduy Dalam: Pengangkatan Nilai Nasionalisme Sebagai Pendukung Integrasi Nasional” memperoleh medali perunggu kategori presentasi dan perak kategori poster, dengan anggota Charistya Herandy (Prodi Antropologi Budaya FIB), Aisyah Suki Pratiwi (Prodi Sastra Prancis FIB), dan Rahmlia Intan Sulistiyawati (Prodi Sastra Prancis FIB).
4. “Subak Era Turistifikasi: Dilema Kelompok Subak dalam Mempertahankan Kearidan Lokal di Bali” dari kelas PKM-PSH yang memperoleh medali emas pada kategori presentasi dan poster, dengan anggota Citra Cahya A. (Prodi Pariwisata FIB), Rahmayanti (Fak Psikologi), dan Akhmad Khanif (Prodi Antropologi Budaya FIB).
Candi merupakan salah satu tinggalan budaya yang kini menjadi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW). Tidak terhitung lagi berapa banyak pengunjung Borobudur maupun Prambanan saat liburan tiba. Estetika, nilai historis dan nilai budaya adalah hal yang menarik orang untuk menyambangi candi. Meski begitu, poin terakhir yakni nilai budaya masih sangat kurang menyentuh pengunjung, sebagai contoh, relief yang bermuatan filosofis tinggi dan mengandung ajaran moral sangat sedikit dipahami, bahkan cerita apa yang dipahatkan saja terkadang masih sangat susah untuk diketahui oleh pengunjung. Kondisi ini kemudian direspon oleh Rachmat Krismono (Arkeologi), Assajie Satyananda (Arkeologi) dan Tommy Wahyu (Ilmu Komputer) dalam bentuk aplikasi pembaca relief bernama Nirbana yang diikutkan pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang karsa cipta.
Aplikasi Nirbana yang kini sudah bisa diunduh di play store merupakan aplikasi berbasis teknologi Speed-up Robust Feature sebagai komponen yang digunakan untuk mengidentifikasi relief Candi, memanfaatkan teknologi Hierarchical K-means sebagai media olahan data dan Augmented Reality teknologi sebagai media output dalam bentuk visual grafis. Cara kerja aplikasi Nirbana cukup mudah, yakni hanya perlu mengarahkan gawai ke arah relief yang diinginkan untuk diketahui informasinya. Untuk sementara, ketersediaan relief baru mencakup tiga candi saja, yakni Prambanan, Borobudur dan Sojiwan. Ke depan, tim Nirbana berharap agar data relief bisa bertambah lagi, supaya masyarakat semakin mudah untuk mengakses informasi mengenai relief di tiap candi.
Penciptaan yang kreatif dan bermanfaat ini pun lolos dan didanai oleh Dikti. Sebagai salah satu luaran penelitian, tim Nirbana melakukan pameran sekaligus peluncuran aplikasi pada 26-28 Juni 2019 di Selasar Gd. Margono lt.1. Pameran ini juga dibarengi dengan Pameran Kepala Arca di Borobudur yang diselenggarakan oleh mahasiswa pascasarjana Arkeologi. Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini disambut dengan antusias oleh pengunjung yang kebanyakan merupakan warga FIB dan juga institusi terkait. Selain pameran, ada pula lokakarya dan diskusi sebagai aktivasi dari pameran ini yang diselenggarakan pada hari terakhir (28/6) bersama Balai Konservasi Borobudur.[tyassanti]
Hari ini, Jumat, 21 Juni 2019, Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UGM, mendapat kunjungan dari Kyung Hee University, Sogang University, dan Chonbuk University. unjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat kerja sama dengan Prodi Bahada dan Kebudayaan Korea FIB UGM yang telah berlangsung sejak tahun 2010. Ketiga universitas tersebut mengharapkan agar student exchange ditingkatkan. Bahkan, Wakil Dekan FIB UGM, Dr. Setiadi, berharap agar kerja sama tdk hanya dalam bidang bahasa, tetapi juga bidang-bidang yang lain.
