Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan kembali komitmennya terhadap kolaborasi akademik internasional dan pertukaran pengetahuan melalui partisipasi aktifnya dalam Konferensi CHSS 2026 yang diselenggarakan di Lahore University of Management Sciences (LUMS), Pakistan, pada 23 hingga 27 September 2026. Konferensi ini menghadirkan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari seluruh Asia dan luar kawasan untuk mendiskusikan tantangan serta peluang kontemporer yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.
UGM diwakili oleh Prof. Dr. Wening Udasmoro, Dr. Aprillia Firmonasari, dan Dr. Merry Andriani dari Fakultas Ilmu Budaya, yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan networking sepanjang konferensi. Keterlibatan mereka berkontribusi pada diskusi ilmiah mengenai isu-isu yang mempengaruhi Asia dan Global South, sekaligus memperkuat kemitraan antara UGM dan lembaga-lembaga internasional. Prof. Dr. Wening Udasmoro juga bertindak sebagai Hub Leader UGM dalam proyek kerja sama akademik antara Association for Asian Studies (AAS), Cultivating the Humanities and Social Sciences and Supporting Underrepresented Scholars of Asia (CHSS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Konferensi ini menampilkan program yang luas, terdiri dari lokakarya pra-konferensi, presentasi panel, diskusi meja bulat, pameran, kegiatan budaya, dan forum jejaring. Para peserta mendalami berbagai topik, termasuk migrasi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, studi gender, ketahanan iklim, kesehatan masyarakat, warisan budaya, dan kerja sama regional. Melalui sesi-sesi ini, peserta saling bertukar perspektif dan hasil penelitian sekaligus mengidentifikasi peluang untuk inisiatif kolaboratif di masa depan.
Selain presentasi akademik, konferensi ini menekankan keterlibatan lintas budaya melalui pameran dan pertunjukan seni budaya yang menyoroti keragaman serta dinamika masyarakat Asia. Kegiatan-kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi para peserta untuk terhubung lintas disiplin ilmu dan batas negara. Partisipasi UGM dalam konferensi ini mencerminkan upaya berkelanjutan universitas untuk mempromosikan keilmuan yang terlibat secara internasional dan membina kemitraan bermakna untuk mengatasi tantangan global maupun regional. Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk memperluas jaringan akademik dan mengeksplorasi peluang penelitian kolaboratif dengan berbagai institusi di Asia dan sekitarnya.
Melanjutkan momentum yang terbangun di Lahore, Universitas Gadjah Mada akan menjadi tuan rumah lokakarya internasional serupa di Yogyakarta, Indonesia, pada 19 hingga 23 Oktober 2026. Lokakarya ini dirancang sebagai forum akademik inklusif yang menyambut peserta dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, institusi, budaya, dan geografis. Sejalan dengan komitmen UGM terhadap kesetaraan sosial dan inklusivitas, program ini akan menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan perwakilan masyarakat untuk berdialog, berbagi perspektif, dan bertukar pengetahuan tentang isu-isu yang relevan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, UGM berupaya membina lingkungan akademik yang menghargai keberagaman, mempromosikan partisipasi yang setara, serta mendorong keterlibatan lintas budaya dan interdisipliner.
Melalui partisipasinya dalam CHSS 2026 dan perannya yang akan datang sebagai tuan rumah, UGM terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan penelitian yang berdampak, membina dialog internasional, dan berkontribusi pada pengembangan solusi inklusif dan berkelanjutan terhadap tantangan global masa kini. Bagi Universitas Gadjah Mada, keterlibatan ini tidak hanya mewakili peluang untuk pertukaran ilmiah, tetapi juga upaya strategis untuk memperkuat posisi universitas sebagai institusi terdepan dalam memfasilitasi kolaborasi akademik regional dan global.

