Yogyakarta, 9 April 2026 – Pameran fotografi bertajuk “Life Behind the Ride: Resilience and Risk in Indonesia’s On-Demand Economy” di Lobi Barat Gedung Antropologi, Departemen Antropologi, Universitas Toronto dibuka dan akan dipajang selama enam minggu. Pameran yang dilaksanakan oleh EthnoLab, Universitas Toronto, Kanada merupakan keluaran dari penelitian panjang “Ubering the City” yang dipimpin oleh Dr. Sheri Gibbings, Dr. Elan Lazuardi (Departemen Antropologi, FIB, UGM), Dr. Robbie Peters, dan Dr. Joshua Barker dengan melibatkan kolaborasi antara peneliti, mahasiswa dan fotografer.
Pameran ini menyoroti dampak transformasi ekonomi digital terhadap lanskap transportasi perkotaan di Indonesia melalui pendekatan visual etnografi. Kehadiran ekonomi gig ini tidak hanya menggeser keberadaan ojek tradisional, tetapi juga membentuk ulang jaringan sosial, pola mobilitas, dan perencanaan kota. Salah satu kontribusi penting dalam pameran ini yaitu Syahrul Zidane, mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada. Meski terpisah jarak dan zona waktu, koordinasi antara tim UGM dan University of Toronto dilakukan secara intensif melalui pertemuan daring.
Sebelum terlibat di Toronto, Zidane lebih dulu berkontribusi dalam pameran di Universitas Gadjah Mada dan Wilfrid Laurier University. Ia bertanggung jawab atas penataan ruang pameran, kurasi foto, serta desain buku dan perangkat digital seperti katalog digital dan contributor book. Kini, ia kembali dilibatkan dalam pameran di University of Toronto bersama Dr. Emily Hertzman selaku penanggung jawab pameran, serta Austin dari School of Cities.
Dalam proyek ini, Zidane turut mengerjakan tata letak ruang pameran, kurasi visual, serta desain berbagai elemen seperti description text dan katalog digital. Ia mengaku pengalaman tersebut memberinya kepuasan tersendiri, “Rasanya bagi saya ini sangat menyenangkan karena bisa membantu dengan kemampuan saya mengenai managerial pameran, dan seperti balik lagi di masa-masa kuliah saya (semasa S1) di bidang seni terutama dalam kuratorial dan layout pameran”, ungkap Zidane. Keterlibatan Zidane mencerminkan peran generasi muda Indonesia dalam kancah akademik internasional sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi global.
[Antropologi Budaya, Dewi Widyastuti]


