Khidmat dan rasa bangga mewarnai Sidang Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, di ruang Multimedia, Gedung Margono, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Momen istimewa ini menandai keberhasilan dua akademisi asal Program Studi Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed), Wahyu Wiji Astuti, S.S., M.A. dan Muhammad Hafidz Assalam, S.S., M.A., yang resmi meraih gelar Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora. Kehadiran keduanya menarik perhatian civitas akademika karena selain berprofesi sebagai sejawat dosen di jurusan yang sama, mereka merupakan pasangan suami istri.
Dalam ujian promosi doktor tersebut, Wahyu Wiji Astuti mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Pembentukan Subjek dan Identitas dalam Kumpulan Cerpen Malim Pesong: Kajian Psikoanalisis Lacan”. Penelitian yang dipromotori oleh Prof. Dr. Pujiharto, S.S., M.Hum. ini mengulas secara mendalam dinamika pembentukan identitas serta psikologi subjek dalam karya sastra melalui pendekatan psikoanalisis Jacques Lacan, khususnya dalam konteks masyarakat multikultural Sumatera Utara.
Sementara itu, sang suami, Muhammad Hafidz Assalam, dipromotori oleh Guru Besar Sastra dan Gender FIB UGM yang juga Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.. Ia memaparkan riset bertajuk “Narasi Feminin Pada Cerpen Perempuan Tahun 2020-an: Kompleksitas dan Ambiguitas Tubuh Perempuan”, yang menyoroti representasi gender, dinamika tubuh perempuan, serta wacana feminisme dalam perkembangan cerpen Indonesia kontemporer dekade 2020-an.
Dekan serta dewan penguji FIB UGM memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian akademis kedua promovendus. Keberhasilan mempertahankan disertasi di hadapan dewan penguji UGM secara bersamaan di bawah bimbingan para promotor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi riset sastra, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]


