Depok, 28 Agustus 2026 — Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), Achmad Rio Dessiar, Ph.D., menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Akademik bertajuk “20 Years of Korean Studies in Indonesia: Reflection and Future Collaboration” yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).
Seminar yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Auditorium Toeti Heraty N. Roosseno, FIB UI tersebut merupakan bagian dari perayaan 20 tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk merefleksikan perkembangan Korean Studies di Indonesia selama dua dekade sekaligus mendiskusikan berbagai peluang pengembangan dan kolaborasi pada masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Rio Dessiar menyampaikan materi berjudul “Perkembangan Teknologi Penerjemahan: Pemanfaatan Teknologi AI”. Materi tersebut membahas perkembangan teknologi penerjemahan serta semakin besarnya peran Artificial Intelligence (AI) dalam proses penerjemahan bahasa pada masa kini.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana teknologi penerjemahan terus mengalami perkembangan, mulai dari sistem penerjemahan berbasis aturan hingga teknologi penerjemahan berbasis kecerdasan buatan. Kehadiran Neural Machine Translation (NMT) dan perkembangan Large Language Models (LLM) telah membawa perubahan signifikan terhadap cara penerjemahan dilakukan, baik dari sisi kualitas hasil terjemahan maupun efisiensi proses penerjemahan.
Perkembangan tersebut juga memiliki implikasi penting bagi pendidikan bahasa asing, termasuk pendidikan bahasa Korea di Indonesia. Mahasiswa saat ini tidak hanya perlu memiliki kompetensi bahasa dan penerjemahan yang baik, tetapi juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi AI secara kritis, tepat, dan bertanggung jawab. Teknologi AI tidak semata-mata dipandang sebagai pengganti penerjemah manusia, tetapi sebagai perangkat yang dapat mendukung produktivitas sekaligus membuka ruang baru bagi pengembangan kompetensi penerjemahan.
Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat bahwa perkembangan Korean Studies di Indonesia pada masa mendatang juga perlu merespons perubahan teknologi. Integrasi teknologi AI dalam pembelajaran, penerjemahan, dan penelitian menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi antarlembaga penyelenggara Korean Studies di Indonesia.
Partisipasi Kaprodi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UGM dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik antara UGM, UI, dan berbagai institusi yang mengembangkan Korean Studies di Indonesia. Momentum 20 tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi pendidikan dan penelitian Korean Studies, termasuk dalam merespons perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan di masa mendatang.
Penulis: Achmad Rio Dessiar
