Pada Senin, 7 September 2026, Magister Linguistik menyelenggarakan Ceramah Pakar bertajuk Politik Bahasa. Adapun acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Internasional Kajian Linguistik dan Temu Alumni yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Linguistik pada tanggal 10 dan 11 September mendatang.
Ceramah Pakar tersebut menghadirkan Prof. Jérôme Samuel dari Institut National des Langues et Civilisations Orientales (Inalco), Prancis, dan Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S. dari Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dan khalayak umum dan diselenggarakan guna memperkuat landasan akademis sekaligus membuka ruang diskusi ilmiah mengenai dinamika dan kebijakan bahasa di tingkat regional maupun internasional.
Acara dibuka oleh paparan Prof. Jérôme Samuel yang membawakan materi bertajuk “Politik Bahasa di Negara-Negara Asia Tenggara”. Dalam sesi ini, Prof. Jérôme mengulas dinamika kedudukan, fungsi, serta kebijakan bahasa di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia. Ia mengenalkan bagaimana bahasa Melayu terbentuk dan akhirnya disepakati untuk digunakan di negara-negara tersebut.
Sesi dilanjutkan oleh Dr. Merry Andriani yang memaparkan topik “Politik Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di ASEAN”. Dr. Merry menyoroti potensi, peluang, serta tantangan strategis bahasa Indonesia dalam arena diplomasi dan komunikasi resmi di tingkat regional. Rangkaian acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam bagi para peserta mengenai peran bahasa dalam lanskap sosial dan politik, sekaligus mematangkan persiapan menuju gelaran Konferensi Internasional Kajian Linguistik pekan ini.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

