Pertanyaan seperti “Nek kuliah neng Sastra Jawa ’ki arep dadi dukun ’pa?” (Kalau kuliah di Sastra Jawa, mau jadi dukun?) barangkali masih dijumpai sebagai bentuk anggapan masyarakat terhadap bidang kajian bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Padahal, ruang pengembangan diri bagi mahasiswa di bidang tersebut dapat hadir dalam beragam bentuk, termasuk seni pertunjukan, kepemanduan acara, hingga kegiatan kebudayaan.
Hal tersebut salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Pionir Kampung Budaya 2026. Sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut melalui berbagai peran. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berasal dari kegiatan akademik, tetapi juga melalui unit kegiatan mahasiswa dan pengalaman di bidang seni serta kepemanduan acara.
Salah satu yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Gamelan Sastra Nusantara (Gamasutra), unit kegiatan mahasiswa di bawah Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa). Gamasutra tampil mengiringi kegiatan pada pagi hari sekaligus menyambut kedatangan mahasiswa baru atau Mahadaya angkatan 2026. Kelompok tersebut juga turut mengiringi rangkaian pembukaan hingga peresmian Pionir Kampung Budaya 2026.
Selain Gamasutra, Ratnaraya, unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang seni tari, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang tergabung dalam Ratnaraya menampilkan Tari Golek Ayun-Ayun Jugag, salah satu tari khas Yogyakarta yang menggambarkan sosok remaja perempuan yang beranjak dewasa dan tengah mencari jati diri. Keterlibatan kedua unit kegiatan mahasiswa tersebut menunjukkan aktivitas mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang seni dan kebudayaan.
Keterlibatan mahasiswa juga tampak dalam bidang kepemanduan acara. Dua mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yaitu Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ dan Ananda Choirul Nur Alalia, dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam Pionir Kampung Budaya 2026. Ghibran merupakan mahasiswa angkatan 2024, sedangkan Ananda merupakan mahasiswa angkatan 2025. Keduanya telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pewaraan di berbagai kesempatan.
Tidak hanya mahasiswa aktif, alumni Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Nurma Aisyah, S.S., yang merupakan alumni program studi dan saat ini berkiprah sebagai pewara serta jurnalis di Tribunnews, hadir sebagai salah satu pembicara. Kehadiran alumni tersebut menjadi bagian lain dari keterlibatan lulusan Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang profesional yang berkaitan dengan komunikasi dan media.
Berbagai peran tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam kegiatan kampus dapat berlangsung melalui bidang yang beragam. Pengetahuan mengenai bahasa, sastra, dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan keterampilan lain, seperti seni pertunjukan, komunikasi publik, kepemimpinan, dan kepemanduan acara.
Keterlibatan dalam kegiatan seperti Pionir Kampung Budaya 2026 juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar perkuliahan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun dunia profesional.
Berdasarkan hal tersebut, diharapkan mahadaya dapat terus belajar dan mengembangkan diri, baik melalui perkuliahan maupun berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mahasiswa sesuai dengan bidang yang diminati.
Penulis : Haryo Untoro
Editor : Haryo Untoro
