Suar Asa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada menggelar Grand Launching Suar Asa 2026 yang dirangkaikan dengan workshop pendampingan kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Margono FIB UGM.
Acara dibuka oleh Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM. Dalam sambutannya, Dr. Nur Saktiningrum menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika.
Workshop menghadirkan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Dalam kesempatan tersebut, dr. Bagas menyampaikan materi bertajuk “Be Kind: Because ‘Just Kidding’ Isn’t Always Kind”, sebagaimana materi yang sebelumnya disampaikan dalam Kuliah Perdana Program Sarjana FIB UGM 2026.
Melalui materinya, dr. Bagas membahas berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kesehatan mental, termasuk rasa kesepian, ketiadaan teman untuk bercerita, serta trauma masa lalu. Ia juga mengajak peserta untuk lebih memahami batasan dalam bercanda karena candaan yang dianggap sepele dapat berdampak pada kondisi emosional orang lain. Sikap saling menghargai, empati, serta kebiasaan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf menjadi bagian penting dalam membangun relasi yang sehat.
Kegiatan Grand Launching Suar Asa 2026 dan workshop ini menjadi bagian dari komitmen Suar Asa FIB UGM dalam memperkuat pendampingan kesehatan mental sekaligus upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan fakultas. Sebagai organisasi mahasiswa yang berfokus pada kedua isu tersebut, Suar Asa diharapkan dapat terus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan dan informasi yang dibutuhkan.
Tak lupa, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental sivitas akademika. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan edukasi mengenai kesehatan mental, relasi yang sehat, dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, upaya pencegahan kekerasan seksual turut mendukung SDG 5: Kesetaraan Gender, terutama dalam mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

