Pada hari Senin, 3 Agustus 2026, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM menggelar acara temu orang tua/wali mahasiswa baru dalam rangka menyambut angkatan tahun ajaran 2026/2027. Pertemuan ini dihadiri oleh dekan, jajaran dekanat, dosen, tenaga kependidikan, serta segenap orang tua/wali mahasiswa baru dari seluruh program studi di FIB UGM.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM, Dra. Nur Saktiningrum, M.Hum. Beliau memaparkan beragam informasi mengenai kegiatan akademik yang berlangsung di lingkungan FIB UGM. Dalam kesempatan tersebut, Dra. Nur Saktiningrum juga memperkenalkan kurikulum baru yang siap diimplementasikan, dengan mahasiswa angkatan 2026 sebagai pengguna pertamanya, serta memperkenalkan berbagai Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di FIB UGM. Beliau turut menyampaikan bahwa keterlibatan serta dukungan orang tua sangat penting dalam mendampingi perjalanan akademik dan pembentukan karakter mahasiswa selama berkuliah.
Penyampaian sambutan selanjutnya dari perwakilan orang tua/wali mahasiswa baru. Beliau menyampaikan harapan agar para mahasiswa baru dapat menimba ilmu dengan maksimal, mengembangkan potensi diri, serta menjaga nama baik almamater. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pengurus Persatuan Orang Tua Mahasiswa Ilmu Budaya (POTMA). Diwakili oleh Ketua POTMA, Ibu Sri Rahayu, beliau menyampaikan bahwa POTMA merupakan wadah jalinan kerja sama antara pihak FIB UGM dan orang tua/wali mahasiswa dari seluruh program studi. Adapun peran nyata yang dilakukan oleh POTMA yakni menunjang kegiatan mahasiswa di kampus melalui penyediaan program SIBUYA (Sarapan Ilmu Budaya), bantuan dana UKT tiap semester, hingga pemberian bantuan dana darurat serta dukungan kegiatan kemahasiswaan. Dana yang diperoleh dari donasi sukarela orang tua/wali tersebut nantinya disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan bantuan.
Sebagai pelengkap, pertemuan ini juga dimeriahkan oleh penampilan hiburan dari Rampoe UGM dan tari Buchaechum dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea. Rampoe UGM menampilkan keindahan seni tari khas Aceh, sementara Buchaechum menyuguhkan pesona tarian kipas tradisional Korea. Kedua pertunjukan seni tersebut ditampilkan di sela-sela acara dan berhasil menyemarakkan suasana.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]
