Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kembali menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat melalui program kunjungan dari berbagai sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dari berbagai sekolah menengah yang datang untuk mengenal lebih dekat suasana perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan penuh rasa ingin tahu, para peserta diajak berkeliling untuk melihat langsung fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang baca, area koleksi, hingga sudut-sudut belajar yang dirancang nyaman dan kondusif.
Kegiatan kunjungan ini dirancang sebagai pengenalan awal terhadap fungsi perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya pengetahuan dan budaya membaca. Dengan melihat langsung bagaimana perpustakaan dikelola dan dimanfaatkan, para siswa diharapkan dapat memperoleh gambaran bahwa membaca dan belajar dapat dilakukan di mana saja, termasuk di ruang-ruang yang selama ini mungkin terasa jauh dari keseharian mereka.
Selain itu, kunjungan ini juga membuka kesempatan bagi siswa untuk membayangkan diri mereka sebagai bagian dari lingkungan akademik di masa depan. Suasana kampus yang mereka lihat, termasuk keberadaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, kunjungan ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga inspiratif.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan FIB turut berkontribusi dalam memperluas akses terhadap lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk pelajar sekolah. Pengenalan terhadap ruang literasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang gemar membaca dan memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Faiza S.
